Idul Adha: Kampanye tanpa kantong plastik untuk daging korban hanya untuk ramai di media jika tanpa sanksi hukum
Elshinta
Senin, 12 Agustus 2019 - 08:45 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Idul Adha: Kampanye tanpa kantong plastik untuk daging korban hanya untuk ramai di media jika tanpa sanksi hukum
BBC Indonesia - Idul Adha: Kampanye tanpa kantong plastik untuk daging korban hanya untuk ramai di media jika tanpa sanksi hukum

Pegiat lingkungan menganggap kampanye tolak kantong plastik untuk daging kurban tidak akan efektif untuk mengendalikan pemakaian kantong plastik selama tidak ada regulasi pembatasan produksinya.

Pernyataan ini menanggapi langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang telah mengeluarkan edaran kepada kepala daerah agar berkampanye tidak menggunakan kantong plastik untuk pembagian daging kurban.

Imbauan tidak menggunakan kantong plastik ini merupakan bagian dari kampanye nasional pemerintah yang bertajuk "Kendalikan Sampah Plastik".

LSM Ecoton menyatakan pujian atas surat edaran tersebut, namun mereka menyatakan imbauan ini tidak efektif untuk mengendalikan pemakaian plastik kresek.

Hak atas foto KLHK

"Kita butuhnya pembatasan produksi plastik kresek ini. Jadi orang akan terus pakai plastik karena pemerintah tidak melarang ini," kata Direktur Ecoton, Prigi Arisandi, kepada wartawan Muhammad Irham yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Jumat (09/08).

Penggunaan plastik kresek hanya bisa dikendalikan ketika pemerintah membuat regulasi pembatasan produksi produk tak ramah lingkungan ini untuk kalangan produsen, ujarnya.

Menurutnya, imbauan tidak penggunaan plastik untuk pembagian hewan kurban hanya seremonial semata. "Hanya (untuk) ramai di media," kata Prigi.

Lebih lanjut, Prigi menilai semestinya pemerintah berperan mengendalikan plastik sekali pakai sejak dari perusahaan-perusahaannya.

Hak atas foto M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
Image caption Warga membawa barang bawaan menggunakan kantong plastik di Pasar Baru, Jakarta, Jumat (12/07)

Dia mengatakan, percuma saja pemerintah mengeluarkan imbauan-imbauan kepada masyarakat, karena tak pernah ada hukuman.

"Imbauan itu sudah sering. Karena imbauan juga tidak ada sanksinya," lanjut Prigi.

Apakah imbauan dilaksanakan panitia pembagian daging kurban?

Masjid besar Istiqlal, Jakarta Pusat, menyatakan akan mematuhi imbauan KLHK agar tidak menggunakan kantong plastik untuk membagikan daging kurban.

Juru bicara Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengaku sudah memesan 5000 besek (wadah dari bambu) untuk membungkus hewan kurban.

Hak atas foto ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO
Image caption Pedagang menunjukkan wadah besek bambu yang dia jual di Pasar Jaya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (01/08). Besek bambu menjadi alternatif pengganti kantong plastik untuk daging kurban.

"Kalau kurang nanti kita pesan plastik daur ulang yang dari singkong," katanya saat ditemui BBC Indonesia, Jumat (09/08).

Abu juga mengaku kantong plastik daur ulang sudah dipakai tiap tahun untuk bungkus daging kurban.

"Sudah lima tahun terakhir pakai (kantong plastik daur ulang) terus," katanya, sambil mengatakan uang kantong kresek daur ulang berasal dari Masjid.

Masjid Istiqlal tiap Idul Adha menerima dan mengelola hewan kurban untuk dibagikan pada masyarakat.

Hak atas foto wartakota.tribunnews.com/Henry Lopulalan
Image caption Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan imbauan ini lebih menyasar perilaku masyarakat untuk mengurangi sampah plastik saat pembagian daging kurban nanti.

Tahun lalu sedikitnya 7.000 bungkus daging kurban dibagikan dengan jumlah hewan kurban mencapai puluhan, termasuk dari Presiden Joko Widodo.

Bagaimana respon panitia kurban di masjid kecil?

Sementara itu dari kawasan Mampang Jakarta Selatan, panitia hewan kurban Masjid Khusnul Khatimah, Maswandi mengatakan menggunakan plastik daur ulang untuk tahun ini.

Menurutnya, sudah ada sosialisasi dari kelurahan untuk menggunakan kantong daur ulang.

"Tahun lalu sudah tidak pakai (plastik)," katanya saat ditemui Muhammad Irham yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Namun, harga kantong plastik daur ulang yang dibeli panitia lebih mahal dari harga kantong plastik biasanya.

Hak atas foto Diet Kantong Plastik

"Harganya bisa dua kali lipat," tambah Maswandi sambil menunjukkan plastik daur ulang yang dibeli dari orang kelurahan.

Sementara itu, panitia kurban dari Musola Al-Istiqomah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mengaku masih menggunakan plastik.

Ketua panitianya, Syukron mengatakan panitia menggunakan boks plastik.

"Jadi nanti penerima masih bisa menggunakan boks itu lagi," katanya.

Menyasar perilaku pemerintah

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar mengatakan imbauan ini lebih menyasar perilaku masyarakat untuk mengurangi sampah plastik saat pembagian daging kurban nanti.

"Jadi mereka mungkin panitianya menggunakan bahan-bahan yang organik, yang mudah terurai. Mungkin juga masyarakat bawa tempat wadah kurban dari rumah," kata Novrizal kepada Muhammad Irham untuk BBC Indonesia, Jumat (09/08).

Hak atas foto DLH DKI Jakarta

Lebih lanjut Novrizal mengatakan gerakan mengurangi sampah plastik juga menyasar kepada tokoh-tokoh agama melalui Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Pemerintah ikut mendorong keputusan Muktamar NU ke 29 di Tasikmalaya, Jawa Barat untuk "mengharamkan" perilaku buang sampah sembarangan.

"Buang sampah itu haram yang diputuskan di Tasikmalaya awal tahun ini," kata Novrizal.

Sementara itu, di bagian hulu, tambah Novrizal, pemerintah tengah menggodok peta jalan (roadmap) pengurangan sampah plastik oleh produsen.

Salah satu kesepakatan yang diambil adalah produsen plastik wajib mengurangi penggunaan plastik sebanyak 30 persen.

"Itu sudah di proses akhir," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)