Selandia Baru Terapkan Aturan Baru Bagi Mereka Yang Mau Berkunjung
Elshinta
Senin, 12 Agustus 2019 - 08:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Selandia Baru Terapkan Aturan Baru Bagi Mereka Yang Mau Berkunjung
ABC.net.au - Selandia Baru Terapkan Aturan Baru Bagi Mereka Yang Mau Berkunjung

Dengan alasan untuk mengetahui siapa saja yang akan datang ke sana dan juga mendapatkan pemasukan tambahan, Selandia Baru akan menerapkan aturan bagi siapa saja yang berkunjung ke sana mulai 1 Oktober 2019.

NZeTA dan ILV di Selandia Baru

Aturan tersebut adalah dalam bentuk apa yang disebut Izin Perjalanan Elektronik (NZeTA) dimana mereka yang berasal dari negara yang sebelumnya tidak memerlukan visa sekarang harus mendaftaraan diri.

Sejauh ini sudah ada 61 negara yang masuk ke dalam Program Visa Waiver (WVP) ke Selandia Baru, mereka yang bisa langsung masuk ke sana tanpa harus mengajukan permohonan visa terlebih dahulu.

Mereka yang dikecualikan adalah warga negara Austtralia yang tidak harus mengurus NZeTA tersebut.

Menurut pemerintah Selandia Baru, NZeTA ini bisa diajukan lewat online dan harus membayar.

Untuk pendaftaran melewati aplikasi bayarannya adalah NZD $9 (Rp 83.000) dan NZD $12 (Rp 110.500) melalui formulir daring.

Ijin tersebut akan keluar paling lama 72 jam dan paling cepat adalah 10 menit.

Indonesia tidak termasuk ke dalam ke negara yang sebelumnya bisa langsung ke Selandia Baru tanpa visa.

Selain biaya untuk NZeTA, Selandia Baru juga akan menerapkan biaya baru bagi pengunjung lain yang datang.

Mereka harus membayar Retribusi untuk Konservasi dan Turisme Pengunjung Internasional (IVL) seharga NZD $35 (Rp 322.000).

Pembayaran IVL sudah mulai diberlakukan bulan Juli 2019.

Menurut Menteri Imigrasi Selandia Baru, Lees Galloway, kebijakan ini berlaku untuk menciptakan pelayanan imigrasi yang cepat dan efektif.

Selandia Baru menerima sekitar 1,5 juta orang yang sebelumnya berasal dari 61 negara yang tidak memerlukan visa apapun setiap tahunnya.

"NZeTA dibuat untuk memberi informasi lebih banyak tentang pengunjung sebelum mereka tiba," kata Lees.

"Kebijakan ini juga sekaligus untuk menyetarakan keamanan perbatasan Selandia Baru sesuai standar internasional." tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Selandia Baru, Kelvin Davis mengatakan IVL merupakan bentuk penerimaan tambahan bagi negara tersebut.

Dengan kebijakan tersebut pemerintah Selandia Baru diperkirakan akan mendapat penghasilan tambahan sebesar NZD $450 juta dalam lima tahun.

"Proyek pendanaan ini adalah untuk memastikan warga dan negara kami menerima yang terbaik dari pendapatan dari sektor pariwisata." katanya.

Simak berita-berita lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)