Pakistan Buka Kembali Wilayah Udaranya untuk Penerbangan Sipil
Elshinta
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:06 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pakistan Buka Kembali Wilayah Udaranya untuk Penerbangan Sipil
VOA Indonesia - Pakistan Buka Kembali Wilayah Udaranya untuk Penerbangan Sipil
Pakistan telah membuka kembali wilayah udaranya untuk semua penerbangan sipil, mengakhiri pembatasan berbulan-bulan setelah serangan teroris mematikan di Kashmir India mendorong Islamabad dan New Delhi ke ambang perang. Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengumumkan Selasa (16/7) bahwa wilayah udaranya dibuka kembali untuk semua jenis pesawat sipil. Penutupan wilayah udara itu mengganggu ratusan rute internasional untuk angkutan udara penumpang dan kargo. Islamabad menutup wilayah udara pada Februari lalu setelah serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 tentara India di Kashmir yang dikuasai oleh India. Serangan itu kemudian diklaim oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan Jaish-e-Mohammad. Krisis itu meningkat menjadi serangkaian serangan udara lintas perbatasan dan “pertempuran udara” antara pilot pesawat tempur Pakistan dan India. Pakistan dan India telah berperang tiga kali, dua kali karena Kashmir, sejak kedua negara itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Kedua negara mempersenjatai militer masing-masing dengan senjata nuklir sejak keduanya terlibat perang terakhir 50 tahun lalu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik lainnya dapat meningkat menjadi perang nuklir. [lt/ab]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China Akui Staf Konsulat Inggris Ditahan 15 Hari
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
China mengatakan, seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong telah dikenai tahanan administratif sel...
Kebakaran Hutan Mereda di Spanyol, Sebagian Warga Diizinkan Pulang
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canary, mengatakan suhu yang menurun dan angin yang melemah telah memba...
Thailand akan Bentuk Pusat Penangkalan Berita Bohong
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk membentuk pusat penangkalan berita-berita di med...
Kapal AL Spanyol Tetap Siaga Untuk Selamatkan Migran di Italia
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Wakil PM Spanyol Carmen Calvo mengatakan, Rabu (21/8), sebuah kapal angkatan laut negaranya akan tet...
Pemimpin Oposisi Venezuela: Orang-orang Dekat Madura Berusaha Selamatkan Diri
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden Venezuela N...
Aktivis Suriah: Serangan Udara Hantam Rumah Sakit di Desa Pemberontak
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan, sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di...
Beijing Serukan agar AS Capai Kesepakatan Dagang dengan China
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Beijing menyerukan agar Washington untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan mengakhiri per...
Iran Usahakan Redenominasi Mata Uangnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial...
PM Denmark Sesalkan Pembatalan Kunjungan Trump Setelah Tolak Penjualan Greenland
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan, Rabu (21/8), ia menyesalkan dan terkejut dengan keputusan...
Trump Benarkan Penolakan Denmark soal Greenland Membuatnya Batalkan Kunjungan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden AS Donald Trump mengakui ia membatalkan lawatan ke Denmark karena perdana menteri negara i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)