Tiga Negara Terkuat Eropa Peringatkan Tentang Kesepakatan Nuklir Iran
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tiga Negara Terkuat Eropa Peringatkan Tentang Kesepakatan Nuklir Iran
DW.com - Tiga Negara Terkuat Eropa Peringatkan Tentang Kesepakatan Nuklir Iran

Iran diketahui telah melanggar ketentuan kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan menaikkan batas pengayaan uranium.

Tiga negara terkuat di Eropa tersebut pada Minggu (14/07) menyerukan agar tingkat eskalasi konflik tidak semakin meningkat dan melanjutkan dialog mengenai program nuklir Iran.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Istana Elysee pada Hari Bastille Prancis, para pemimpin dari Inggris, Prancis dan Jerman mengatakan "telah tiba saatnya untuk bertindak secara bertanggung jawab" guna menghindari gagalnya kesepakatan nuklir 2015."

"Risikonya sedemikian (nyata) sehingga semua pihak perlu mengambil jeda dan memikirkan konsekuensi yang mungkin timbul dari tindakan mereka," tambah pernyataan itu.

Pelanggaran meningkatkan ketegangan

Dalam 10 hari terakhir Teheran telah dua kali melanggar ketentuan perjanjian dengan enam negara kekuatan dunia yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA). Perjanjian ini berusaha memperpanjang waktu yang mungkin diperlukan bagi Iran untuk membuat bom atom.

Tahun lalu Presiden AS Donald Trump memutuskan AS tidak lagi berpartisipasi dalam JCPOA dan kembali menerapkan sanksi terhadap Republik Islam ini. Sebagai reaksinya, Iran lalu menaikkan batas pengayaan uranium.

Para pemimpin Iran marah karena perekonomian negara itu tidak diuntungkan dengan adanya keringanan sanksi yang dijanjikan lewat rencana aksi tersebut.

Menanggapi pelanggaran tersebut, negara-negara Eropa mengatakan pada Minggu: "Kami prihatin dengan adanya risiko bahwa JCPOA tidak lagi efektif di bawah tekanan sanksi ... dan sebagai akibat dari keputusan Iran yang tidak lagi melaksanakan ketentuan inti perjanjian."

Eropa 'masih dukung kesepakatan'

Jerman, Prancis, dan Inggris mengatakan mereka akan terus mendukung kesepakatan nuklir itu tetapi implementasinya "bergantung pada kepatuhan Iran sepenuhnya."

Lebih lanjut pernyataan itu mengatakan: "Kami sangat mendesak Iran untuk membalikkan keputusan mereka terkait hal ini."

Uni Eropa meluncurkan skema solusi untuk membantu banyak perusahaan menghindari sanksi keuangan dari AS akibat berdagang dengan Iran. Namun untuk saat ini program ini hanya terbatas pada produk makanan dan obat-obatan. Teheran telah meminta skema solusi yang dikenal dengan nama INSTEX ini supaya diperluas mencakup juga perdagangan minyaknya.

ae/vlz (AFP, AP, dpa, Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once