Dampak Perang Dagang: Ekonomi Cina Terpuruk ke Titik Terendah Dalam 27 Tahun
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dampak Perang Dagang: Ekonomi Cina Terpuruk ke Titik Terendah Dalam 27 Tahun
DW.com - Dampak Perang Dagang: Ekonomi Cina Terpuruk ke Titik Terendah Dalam 27 Tahun

Dengan Produk Domestik Bruto yang menurun ke 6,2 persen dari sebesar 6.4 persen pada tiga bulan pertama tahun ini, perekonomian Cina dinilai telah kehilangan momentumnya pada kuartal kedua. Angka ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional Cina (NBS), Senin (15/07).

Pertumbuhan ekonomi yang tercatat paling lambat setidaknya sejak 1992 ini mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Hal ini diakibatkan oleh berlarutnya perang dagang antara Cina-AS dan menurunnya permintaan barang-barang asal Cina dari seluruh dunia.

"Kondisi ekonomi baik di dalam maupun luar negeri masih parah, pertumbuhan ekonomi global melambat, ketidakstabilan dan ketidakpastian eksternal juga meningkat," ujar juru bicara NBS, Mao Shengyong.

Namun angka 6,2 ini masih berada dalam kisaran target Beijing pada 6,0 hingga 6,5 persen untuk 2019. Pada 2018 pertumbuhan ekonomi Cina tercatat pada 6,6 persen.

Gagalnya upaya perbaikan

Langkah yang diambil pemerintah Cina guna mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti pemotongan pajak besar-besaran senilai hampir 2 triliun yuan (€ 258 miliar), sejauh ini juga gagal mengimbangi perlambatan.

Pada hari Senin, bank sentral Cina juga merampungkan pemotongan rasio cadangan bank untuk bank-bank berukuran kecil hingga menengah.

Namun kemunduran tetap terjadi meski pada bulan Juni sempat terdapat beberapa titik terang dalam perekonomian, seperti kenaikan output industri sebesar 6,3 persen dari tahun sebelumnya, dan penjualan ritel melonjak 9,8 persen, tercepat sejak Maret 2018.

Konflik perdagangan antara Cina dan AS telah memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi global.

Dua raksasa ekonomi dunia ini telah memberlakukan hambatan tarif perdagangan dengan nilai mencapai 360 miliar dolar AS terhadap barang-barang yang berasal dari dua negara ini. Pembicaraan di tingkat tinggi sejauh ini belum berhasil menjembatani perbedaan antara kedua belah pihak.

ae/vlz (Reuters, AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once