Ketika Dunia Kian Takut Dengan Simbol Keagamaan
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ketika Dunia Kian Takut Dengan Simbol Keagamaan
DW.com - Ketika Dunia Kian Takut Dengan Simbol Keagamaan

Pelarangan ini tidak hanya ditemukan di bawah rezim otoriter tetapi juga di negara-negara demokrasi Eropa, demikian ungkap laporan lembaga riset yang menyoroti masalah keagamaan dan kehidupan sosial ini.

Berdasarkan laporan tersebut, terdapat orang-orang beragama Kristen yang dilecehkan di 143 negara, dan orang-orang muslim di 140 negara.

Selama dekade 2007 hingga 2017, pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah yang mencakup undang-undang, kebijakan, dan tindakan oleh pejabat negara yang membatasi keyakinan dan praktik keagamaan meningkat tajam di seluruh dunia, menurut laporan lembaga yang bermarkas di Washington, DC, ini.

Permusuhan di lingkungan sosial yang melibatkan agama, termasuk kekerasan dan pelecehan oleh perorangan, organisasi atau kelompok, juga meningkat sejak 2007.

Para peneliti menggunakan informasi yang dipublikasikan oleh pejabat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan lembaga keagamaan untuk menyusun laporan mereka dengan hasil yang diperbarui hingga tahun 2017.

Penelitian ini menemukan bahwa sebanyak 52 pemerintah memberlakukan batasan dalam level yang tinggi terhadap hal yang terkait agama.

Jumlah ini meningkat dari sebelumnya di tahun 2007 hanya ada 40 pemerintah yang melakukan hal serupa. Negara-negara yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya adalah Rusia dan Cina. Sementara tingkat pembatasan terendah dapat ditemukan di Afrika Selatan, Jepang, Filipina, Brasil, dan Korea Selatan.

Pada 2017 terdapat 56 negara yang mengalami konflik sosial yang melibatkan agama, jumlah ini naik dari 39 pada 2007.

Fokus di Eropa

Peningkatan paling signifikan untuk periode 2007-2017 bisa dilihat di Eropa, di mana 20 negara membatasi pakaian yang berhubungan dengan agama, termasuk burqa dan cadar yang dikenakan oleh beberapa perempuan muslim. Kasus semacam ini pada tahun 2007 hanya ada di lima negara.

Austria telah memberlakukan larangan pemakaian cadar yang menutupi seluruh wajah di ruang publik. Jerman telah melarang cadar bagi siapa pun yang mengendarai kendaraan bermotor atau bekerja di dinas sipil sementara beberapa gubernur kota di Spanyol juga memberlakukan larangan burqa dan cadar.

Di Swiss, para warga yang memiliki hak suara untuk berpolitik secara nasional memilih untuk mendukung larangan pembangunan menara-menara baru.

Pew juga melaporkan, ribuan pengungsi di Jerman dipaksa pindah agama menjadi Kristen. Jika menolak, kemungkinan akan dideportasi.

Pelecehan Uighur dan Rohingya di Asia

Di Asia, laporan yang sama menyoroti pelecehan terhadap ratusan ribu muslim Uighur di Cina yang telah dikirim ke pusat-pusat edukasi ulang dan di Myanmar, muslim Rohingya dipaksa meninggalkan rumah akibat menghadapi pelecehan dan penyiksaan oleh pasukan militer dan sipil.

Supremasi Putih di Charlottesville, AS

Dalam hal pelecehan agama oleh individu dan kelompok sosial, Amerika Serikat terkenal karena kasus unjuk rasa supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia.

Pertemuan tiga hari guna membahas diskriminasi dan penganiayaan yang berkaitan dengan agama diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri AS mulai Selasa (16/07) di Washington. Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, pemimpin agama dan lainnya dari semua wilayah di dunia.

ae/ (AP, epd)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once