Chandrayaan-2: Peluncuran misi India ke Bulan terhambat masalah teknis
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Chandrayaan-2: Peluncuran misi India ke Bulan terhambat masalah teknis
BBC Indonesia - Chandrayaan-2: Peluncuran misi India ke Bulan terhambat masalah teknis

Peluncuran roket antariksa India tiba-tiba dihentikan satu jam sebelum dijadwalkan melesat lantaran masalah teknis.

Badan antariksa India mengatakan hitung mundur dihentikan 56 menit sebelum peluncuran setelah "masalah teknis ditemukan dalam sistem wahana peluncur".

Misi kedua India ke Bulan itu dijadwalkan melesat pada Senin (15/07) pukul 02.51 waktu setempat dari stasiun antariksa Sriharikota di pesisir timur negara tersebut.

Jadwal peluncuran selanjutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Apa tujuan misi ini?

India berharap misi Chandrayaan-2 akan membawa wahana pertama yang mendarat di kutub selatan Bulan.

Misi senilai US$150 juta (Rp2 triliun) ini akan berfokus pada permukaan Bulan guna mencari air dan mineral serta mengukur gempa di Bulan.

Jika sukses, India akan menjadi negara keempat yang mendarat secara lunak pada permukaan Bulan.

Hanya Amerika Serikat, China, dan bekas Uni Soviet yang pernah melakukan hal serupa.

Kepala Organisasi Riset Antariksa India (ISRO), K Sivan, mengatakan ini adalah "misi luar angkasa paling kompleks yang pernah dilakukan badan ini".

Wahana pendarat dan kendaraan diperkirakan bakal tiba di kutub selatan Bulan pada awal September, menjadikannya sebagai pesawat antariksa pertama yang mendarat di kawasan itu.

Misi ke Bulan pertama pada 2008-- Chandrayaan-1—tidak mendarat di permukaan Bulan, namun melakukan pencarian air pertama dan paling rinci di Bulan menggunakan radar.

Bagaimana caranya mencapai Bulan?

Chandrayaan-2 (Kendaraan bulan- 2) akan mencoba mendarat dengan lunak di kutub selatan Bulan yang jarang dijelajahi.

Dalam misi ini, India menggunakan roket paling bertenaga, Geosynchronous Satellite Launch Vehicle Mark III (GSLV Mk-III).

Bobotnya 640 ton, hampir 1,5 kali berat pesawat jumbo jet 747 yang terisi penuh. Tingginya 44 meter, setara dengan gedung setinggi 14 lantai.

Adapun bobot psawat antariksa dalam misi ini mencapai 2.379 kg dan punya tiga bagian, pengorbit, pendarat, dan kendaraan penjelajah.

Pengorbit, yang usianya dirancang sampai setahun, akan memotret permukaan bulan dan "mengendus" atmosfer.

Pendarat (dinamai Vikram, sesuai dengan pendiri ISRO), membawa penjelajah Bulan seberat 27kg yang dilengkapi berbagai instrumen untuk menganalisa tanah Bulan.

Dalam 14 hari, kendaraan penjelajah (dinamai Pragyan atau kebijaksanaan dalam Bahasa Sansekerta) bisa menjelajah sehaug setengah kilometre dari pendarat dan akan mengirimkan data serta foto ke Bumi untuk dianalisa.

"India bisa berharap mendapat selfie pertana dari permukaan Bulan begitu kendaraan penjelajah bekerja, kata Dr Sivan.

Siapa saja yang bekerja dalam tim ini?

Hampir 1.000 ilmuwan dan peneliti bekerja dalam misi ini. Namun, untuk pertama kalinya, ISRO memilih perempuan untuk memimpin ekspedisi antarplanet.

Dua perempuan mengendalikan penjelajahan ke Bulan. Mereka adalah direktur program, Muthaya Vanitha, dan juru navigasi, Ritu Karidhal.

"Kekuatan perempuan menjadi tenaga ambisi India ke Bulan. Perempuan dan pria setara. Hanya kemampuan yang penting, bukan gender," kata Dr Sivan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)