Kiri Kanan
Akar manis: Asal-usul manisan tertua di Inggris
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Akar manis: Asal-usul manisan tertua di Inggris
BBC Indonesia - Akar manis: Asal-usul manisan tertua di Inggris

Di Pateley Bridge, Yorkshire, Inggris berdiri Toko Manisan Tertua di Inggris, menurut Guiness World Records.

Selama dua abad, banyak pelanggan mengantre di sana untuk membeli hal yang sama: sekantong kue berbentuk koin berwarna cokelat gelap bernama Pontefract Cakes, yang menurut legenda lokal adalah salah satu penganan manis paling tua di dunia.

"Bangunan ini dulunya toko obat di awal 1600-an, dan di situlah cerita akar manis Yorkshire - dan Pontefract Cake - benar-benar bermula," kata Keith Tordoff, pemilik toko.

Akar manis atau liquorice tiba di Inggris sekitar abad ke-11, ketika biarawan atau tentara salib membawa akar-akaran yang merupakan tanaman obat dari Mediterania itu.

Dalam sejarah akar manis, ada satu nama tempat yang kerap muncul: Pontefract, kota yang memiliki banyak tumbuhan akar manis, berlokasi hanya satu jam dari Peteley Bridge.

Di kota itu pernah berdiri Kastil Pontefract yang bersejarah. Banyak perebutan kekuasaan dan perang sipil yang terjadi di kastil itu; tapi mungkin bagian yang paling mengejutkan dari sejarahnya ialah pada awal abad ke-18, benteng raksasa Yorkshire itu menjalankan fungsi yang sama sekali lain.

Pada tahun 1720, seiring permintaan membentuk ekonomi lokal untuk akar manis yang digunakan sebagai tanaman obat (saat itu para tabib menggunakannya sebagai obat segala penyakit, mulai dari sakit perut sampai tuberkolosis), kastil itu disewakan, dan akar-akaran disimpan di dalam ruang bawah tanah - alih-alih senjata, bubuk mesiu, dan tawanan.

Hak atas foto Mike MacEacheran
Image caption Keith Tordoff adalah pemilik Toko Manisan Tertua di Inggris, yang mulai berjualan manisan hampir dua abad yang lalu.

"Anda membutuhkan parit yang dalam untuk menumbuhkan akar manis dengan baik - sampai kedalaman 6 kaki - itulah sebabnya bukit kastil dan tanah tingginya adalah lokasi yang tepat," kata Dave Evans, kurator di Wakefield Museum and Castles.

Meskipun Inggris hampir tidak pernah kekurangan kastil, satu faktor utama menentukan: iklim dan geografi Yorkshire cocok dengan akar manis.

Pada 1760, George Dunhill, seorang ahli kimia di Pontefract, menambahkan gula ke akar manis (waktu itu berupa obat cair yang larut dalam air) dan menciptakan permen yang enak dikunyah, manisan yang kita kenal sampai sekarang.

Selama bertahun-tahun, bisnis manisan meledak di kota-kota sekitarnya, dan pada abad ke-19, sekitar 20 perusahaan manisan telah muncul.

Pada puncak produksi, ada 10 pabrik besar di Yorkshire, dan di dalam masing-masing pabrik, tim beranggotakan sekitar 45 pekerja wanita memproses sebanyak 25.000 kue (sebutan untuk permen akar manis pada waktu itu) per hari, mengecap setiap permen dengan desain yang mirip Kastil Pontefract.

Hak atas foto Mike MacEacheran
Image caption Di Abad ke-18, bahkan Kastil Pontefract digunakan untuk menumbuhkan akar manis.

Tetap saja, tidak ada yang bisa menyelamatkan para pembuat manisan dari globalisasi. Merek-merek lokal seperti Sheffield, George Bassett and Co, yang menciptakan jajanan favorit anak-anak Inggris Liquorice Allsorts, diserap ke dalam Cadbury, sementara Dunhills, pembuat asli Pontefract Cakes, diakuisisi oleh raksasa penganan Jerman Haribo pada tahun 1994.

Tapi ada satu hal yang tetap sama: Kastil Pontefract masih tercap dengan bangga pada tiap-tiap manisan.

"Di Pontefract, warisan sejarahnya nyata. Meskipun kebanyakan pabrik akar manis telah tutup, Anda bisa menikmati wisata akar manis di wilayah ini," kata Evans.

Itu berarti, Anda bisa mengunjungi Pontefract Liquorice Festival pada bulan Juli, atau Pontefract Museum, yang di dalam bangunannya yang bergaya art nouveau terdapat pameran khusus untuk akar manis.

Tapi mungkin ada kejutan baru dalam kisah itu. Tak jauh dari Pontefract, di toko dan peternakan sapi perah Farmer Copleys, Heather Copley dan suaminya Robert baru-baru ini menjadi satu-satunya petani masa kini yang berhasil menumbuhkan akar akar manis di Inggris.

Faktor-faktor rumit yang membuat tanaman mereka tumbuh subur termasuk tanah dan kondisi iklim yang tepat, dan karena pertanian akar manis tidak lagi populer, hanya sedikit petani yang melakukannya.

Hak atas foto Mike MacEacheran
Image caption Kue Pontefract sampai sekarang masih dicap dengan gambar Kastil Pontefract.

Tapi tidak demikian dengan keluarga Copleys. Lebih dari 100 tanaman akar manis berbunga di perkebunan mereka untuk pertama kalinya pada tahun lalu, dan mereka sedang berencana untuk meningkatkan hasil panen dari tahun-ke-tahun untuk dijadikan bahan baku es krim, gin dan, mungkin, suatu hari, permen.

Bukan hal yang mustahil, tujuan utamanya adalah bekerja untuk mendapatkan produk asli daerah atau PDO.

"Kisah-kisah di sini luar biasa, jadi kenapa akar manis tidak dihormati seperti wiski Scotch atau keju Wensleydale?" Kata Heather.

"Seluruh Pontefract pernah mencium aroma akar manis - halus, namun kuat - dan akan sangat disayangkan bila kita kehilangan warisan ini."

"Akar manis saya berbunga untuk pertama kalinya tahun lalu, dan kami butuh lima hingga tujuh tahun untuk mendapatkan sesuatu dari hasil panennya. Tapi ada rasa memiliki di sini, dan melanjutkan cerita ini dapat memberi orang-orang rasa identitas lokal yang sebenarnya. Ini tanggung jawab sosial."

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris artikel ini, The strange story of Britains oldest sweets, di BBC Travel.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Upaya Selamatkan Berang-Berang Laut Penjaga Keseimbangan Ekologis
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Berang-berang laut di India berperan penting menjaga keseimbangan ekologis di habitatnya. Namun perb...
8 Manfaat Sentuhan Fisik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di dunia yang kian penuh digitalisasi, di mana orang lebih sering kirim pesan daripada bertemu, pent...
WHO: Empat dari Lima Remaja di Seluruh Dunia Kurang Gerak dan Olahraga
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Studi yang dilakukan oleh WHO ini menemukan bahwa 81 persen remaja berusia antara 11 dan 17 tidak me...
Kenapa Timor Leste Mendadak Dirundung Serangan Buaya Liar?
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Mario Da Cruz tertegun melihat sekelompok buaya memangsa seorang bocah kecil di tepi pantai. Ia send...
Dari Meja, Kursi Hingga Ponsel, Milenial India Gemar Sewa Berbagai Perabot
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Di usianya yang menginjak 29 tahun, Spandan Sharma tidak memiliki apartemen, mobil, bahkan kursi. Pe...
Bagaimana Ulama Wahabi Terbelah Soal Penawaran Saham Aramco
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:33 WIB
Modernisasi Arab Saudi yang dipacu oleh Pangeran Muhammad bin Salman dengan mengikis doktrin Wahabis...
Erick Thohir Ingin 20% Pegawai Bandara di Abu Dhabi Diisi Orang RI
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah menjajaki kerja sama dengan Ab...
Bagaimana Seorang Perempuan Rusia Menjadi Bintang Tari Perut di Mesir
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Johara jarang tampil sederhana. Setiap kali diundang, penari perut berusia 31 tahun itu mengenakan k...
Negara-negara Dengan Kualitas Murid Paling Rendah di Dunia
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Laporan OECD yang mengukur kemampuan anak 15 tahun di bidang membaca, matematika dan pengetahuan ilm...
Peringkat 6 Terbawah, Indonesia Diminta Tinggalkan Sistem Pendidikan Feodalistik
Jumat, 06 Desember 2019 - 08:32 WIB
Survei kemampuan pelajar yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pa...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 157
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once