Kiri Kanan
Adik meninggal akibat tersedak daging, kakak menyusul lima bulan kemudian
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Adik meninggal akibat tersedak daging, kakak menyusul lima bulan kemudian
BBC Indonesia - Adik meninggal akibat tersedak daging, kakak menyusul lima bulan kemudian

Lima bulan setelah sang adik meninggal dunia akibat tersedak sepotong daging, giliran sang kakak yang tutup usia karena hal serupa.

Penyelidikan kini bergulir untuk menelisik kematian Selwyn Francis, 68, yang tersedak makanan di sebuah restoran dan meninggal di rumah sakit dua hari kemudian.

Selwyn meninggal sehari setelah penyelidikan menyimpulkan bahwa adiknya, Gwyn Francis, 62, meninggal dunia usai tersedak sepotong daging steak di sebuah pub di Wales.

Kenneth Francis, saudara kandung Selwyn dan Gwyn, mengatakan dia dan kedua mendiang terbiasa makan buru-buru tanpa mengunyah makanan hingga lumat.

Hak atas foto Google
Image caption Selwyn Francis meninggal dunia setelah tersedak sepotong daging, menurut pemaparan di ruang sidang Ruthin County Hall.

Dalam pemaparan di Ruthin, Wales, pada Senin (15/07), asisten coroner Elizabeth Dudley-Jones mendapatkan fakta bahwa Selwyn Francis tersedak makanan pada 2 Juli. Dia dibawa ke RS Countess of Chester, namun meninggal dunia pada 4 Juli.

Dudley-Jones menyebutkan penyebab sementara kematian Selwyn Francis adalah cedera otak menyusul terhentinya jantung.

Pada 29 Januari lalu, Gwyn Francis, 62, juga dibawa ke rumah sakit setelah tersedak makanan di Mill Tavern. Namun, dia tutup usia pada 6 Februari.

Kenneth Francis mengatakan kepada aparat yang melakukan penyelidikan kematian Gwyn bahwa Selwyn pernah tersedak sepotong daging steak di pub yang sama 18 bulan sebelumnya.

Namun, saat itu Selwyn luput dari maut lantaran seseorang dengan sigap melakoni manuver Heimlich.

"Waktu itu saya berkata kejadian tersebut harus menjadi peringatan bagi kami semua," ujar Kenneth Francis dalam penyelidikan beberapa bulan sebelumnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)