Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Australia, Disembunyikan di Eskavator
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Australia, Disembunyikan di Eskavator
ABC.net.au - Modus Baru Penyelundupan Narkoba ke Australia, Disembunyikan di Eskavator

Operasi gabungan Australian Border Force (ABF) bersama kepolisian setempat berhasil membongkar upaya penyelundupan narkoba berupa kokai sebanyak 384 kilogram. Nilai barang haram ini diperkirakan lebih dari 140 juta dolar atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Modus penyelundupan yaitu dengan cara disembunyikan dalam "lengan" alat berat eskavator yang diimpor dari Afrika Selatan.

Eskavator yang telah "diisi" kokain tersebut, menurut dokumen pengiriman, dimaksudkan untuk dikirim ke sebuah usaha lanskap dan taman di pinggiran Kota Canberra.

Dalam penggerebekan di lokasi tersebut hari Minggu (14/7/2019), polisi berhasil menangkap dua pria yang dituduh terlibat dalam penyelundupan ini.

Kedua tersangka tersebut yaitu Timothy Engstrom dan Adam Hunter, yang langsung dikenai tuntutan mengimpor narkoba komersial dan telah menjalani sidang pendahuluan di Pengadilan Queanbeyan, Senin (15/7/2019).

Kedua tersangka tidak mengajukan jaminan tahan luar sehingga akan tetap mendekam dalam tahanan sampai persidangan berikutnya pada bulan September.

Kepala Kepolisian Negara Bagian Khusus Canberra (ACT), Ray Johnson mengatakan, eskavator itu diimpor ke Port Kembla dari Afrika Selatan, kemudian dipindahkan ke Port Botany untuk pemeriksaan x-ray.

Di situlah ditemukan adanya narkoba yang disembunyikan.

"Jelas kelompok ini menganggap membawa narkoba ke wilayah kami dalam mesin seperti ini akan menghindari perhatian polisi," katanya. "Betapa kelirunya mereka."

Sementara itu seorang pejabat ABF Sharon Huey mengatakan modus menyembunyikan narkoba dalam mesin bekas terbilang "sangat profesional".

"Dengan bantuan Kepolisian Federal Australia, kami memotong lengan eskavator dan menemukan 384 paket kokain dengan berat masing-masing sekitar satu kilogram," jelasnya.

"Ini upaya penyelundupan yang canggih. Dari luar eskavator itu terlihat sangat normal," kata Huey.

Diedarkan ke tempat ski

Polisi memperkirakan nilai kokain tersebut bisa mencapai dua juta dolar di tingkat eceran, yang sebagian besar diperkirakan akan diedarkan di ACT.

"Tak terhindarkan lagi barang ini tadinya akan berakhir di jalan-jalan di ACT," kata Johnson.

"Dengan volume sebanyak itu, sebagian di antaranya jelas ditujukan untuk wilayah lain di New South Wales, mungkin di wilayah salju saat musim ski sekarang," katanya.

Johnson menjelaskan, setelah petugas berhasil mengidentifikasi, kokain tersebut kemudian disita dan digantikan dengan bahan lainnya.

Alat berat tersebut lalu dikirim ke alamat tujuan untuk mengungkap orang-orang di balik sindikat tersebut.

"Ekskavator dikirim ke perusahaan di Bungendore yang kemudian digerebek," katanya.

Dia menjelaskan mereka yang ditangkap ini memiliki kaitan dengan usaha tersebut.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China Akui Staf Konsulat Inggris Ditahan 15 Hari
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
China mengatakan, seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong telah dikenai tahanan administratif sel...
Kebakaran Hutan Mereda di Spanyol, Sebagian Warga Diizinkan Pulang
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canary, mengatakan suhu yang menurun dan angin yang melemah telah memba...
Thailand akan Bentuk Pusat Penangkalan Berita Bohong
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk membentuk pusat penangkalan berita-berita di med...
Kapal AL Spanyol Tetap Siaga Untuk Selamatkan Migran di Italia
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Wakil PM Spanyol Carmen Calvo mengatakan, Rabu (21/8), sebuah kapal angkatan laut negaranya akan tet...
Pemimpin Oposisi Venezuela: Orang-orang Dekat Madura Berusaha Selamatkan Diri
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden Venezuela N...
Aktivis Suriah: Serangan Udara Hantam Rumah Sakit di Desa Pemberontak
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan, sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di...
Beijing Serukan agar AS Capai Kesepakatan Dagang dengan China
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Beijing menyerukan agar Washington untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan mengakhiri per...
Iran Usahakan Redenominasi Mata Uangnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial...
PM Denmark Sesalkan Pembatalan Kunjungan Trump Setelah Tolak Penjualan Greenland
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan, Rabu (21/8), ia menyesalkan dan terkejut dengan keputusan...
Trump Benarkan Penolakan Denmark soal Greenland Membuatnya Batalkan Kunjungan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden AS Donald Trump mengakui ia membatalkan lawatan ke Denmark karena perdana menteri negara i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once