Kiri Kanan
Dokter Lulusan China Kalah Dalam Kasus Diskriminasi di Canberra
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dokter Lulusan China Kalah Dalam Kasus Diskriminasi di Canberra
ABC.net.au - Dokter Lulusan China Kalah Dalam Kasus Diskriminasi di Canberra

Pemerintah Negara Bagian Ibukota Canberra (ACT), Australia memenangkan gugatan diskriminasi dalam kasus penempatan dokter magang di salah satu di rumah sakit yang dialami seorang dokter lulusan China.

Dokter ini menggugat karena merasa terjadi diskriminasi.

Tadinya, pengadilan memenangkan Dokter Qinglin Wang dan mendapatkan kompensasi 40 ribu dolar yang harus dibayar Pemerintah ACT. Dia merasa "gelisah, malu dan terhina" setelah upayanya untuk magang di salah satu rumahsakit di Canberra ditolak.

Dokter Qinglin ketika di China pernah menjabat direktur neurologi di Universitas Kedokteran Tianjin. Namun dia pindah ke Australia pada tahun 2001 dan menjadi warga negara sejak tahun 2006.

Pada 2013, Dr Qinglin telah merampungkan hampir semua persyaratan untuk bisa membuka praktik kedokteran di Australia. Hanya satu syarat lagi yang tersisa, yaitu magang selama satu tahun di salah satu rumahsakit Australia.

Tapi kebijakan perekrutan dokter yang berlaku di Canberra, menempatkan dokter lulusan luar negeri di tempat terakhir untuk dipertimbangkan magang.

Artinya, secara efektif Dr Qinglin tidak berhasil mendapatkan kesempatan magang.

Dokter yang juga memiliki gelar master dalam bidang neurologi dan pengalaman lebih dari 15 tahun ini, akhirnya bekerja sebagai asisten perawat di salah satu rumah jompo.

Dia pun menggugat kebijakan yang dia anggap diskriminasi rasial ini, karena menurut dia, jelas-jelas merugikan dokter lulusan universitas asing.

Pengadilan Sipil dan Administrasi (ACAT) yang memeriksa kasusnya memenangkan Dokter Qinglin pada tahun 2016.

Namun Pemerintah ACT mengajukan banding, dan hari Senin (15/7/2019) keluar keputusan yang membatalkan keputusan pengadilan sebelumnya.

Lulusan luar negeri di tempat terakhir

Dalam sidang banding, pengacara yang mewakili Pemerintah ACT berdalih bahwa kebijakan tersebut tidak membeda-bedakan pelamar berdasarkan ras atau kebangsaan, tapi berdasarkan tempat mereka belajar kedokteran.

Ini, katanya, bukan kategori yang tercakup dalam UU Diskriminasi.

Namun pengacara Dr Qinglin mengatakan bahwa mereka yang tidak lahir di Australia atau Selandia Baru dan memiliki kualifikasi asing, sama saja dengan diskriminasi jika memperlakukan mereka secara tak menguntungkan.

"Dr Qinglin Wang menyampaikan bahwa orang asal China umumnya (walaupun tidak selalu) memperoleh gelar medis mereka dari universitas di luar negeri," kata Presiden ACAT Graeme Neate.

"Dengan demikian, penggunaan daftar prioritas ACT untuk menentukan penempatan magang menunjukkan adanya diskriminasi langsung," katanya.

Dalam sidang banding, Pemerintah ACT berdalih dari kategori pelamar dengan prioritas tertinggi yaitu lulusan Universitas Nasional Australia yang berkomitmen untuk bekerja di Canberra, 48 persen di antaranya lahir di luar negeri.

Dengan mempertimbangkan angka ini, pengadilan memutuskan "tidak ada bukti bahwa administrasi kebijakan memiliki dampak merugikan mereka yang berasal dari China atau asal negara non-Australia lainnya".

ACAT menemukan bahwa Pemerintah ACT tidak mendiskriminasi Dr Qinglin, baik secara langsung maupun tak langsung, berdasarkan kewarganegaraannya.

Disebutkan bahwa Dr Qinglin tidak menghadapi diskriminasi rasial, sebagian karena gelar dokter dari China bukanlah karakteristik yang dimiliki kebanyakan orang kelahiran China.

"Memiliki gelar medis dari universitas di luar negeri belum tentu berbasis rasial," katanya.

Simak berita lainnya dari ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gunung berapi: Tiada tanda-tanda kehidupan setelah letusan di Selandia Baru, kata PM Jacinda Ardern
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan tiada tanda-tanda kehidupan di Pulau Putih...
Demo Hong Kong: Potret kemarahan dan rasa putus asa warga selama enam bulan terakhir
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pada 9 Juni 2019, sebuah aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di Hong Kong - potret amarah warga te...
Kisah Greta Thunberg, remaja yang menantang pemimpin dunia di konferensi perubahan iklim COP25
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Kampanye lingkungan yang menjadi tumpuan jutaan orang yang ingin mengubah pikiran pemimpin dunia dim...
Peleburan tubuh maskulin dan feminin inspirasi film Kucumbu Tubuh Indahku dari tari Lengger Lanang
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Film Kucumbu Tubuh Indahku memenangkan delapan penghargaan Piala Citra 2019, termasuk pada kategori ...
Mengapa kita suka menyiksa diri dengan menyantap makanan super pedas?
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Tahun lalu, para dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebuah rumah sakit di Amerika Serikat berup...
Rusia dilarang berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun, termasuk Olimpiade 2020 dan Piala Dunia 2022
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Rusia dikenai larangan berkompetisi di semua ajang olah raga selama empat tahun oleh Badan Anti-Dopi...
Samarinda: Mayat balita tanpa kepala diduga tewas
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Mayat balita tanpa kepala yang ditemukan di saluran drainase Kota Samarinda, pada Minggu (08/12), di...
Miss Universe 2019: Zozibini Tunzi, penyokong kecantikan alami yang tidak pernah dianggap cantik
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
"Saya dibesarkan di dunia di mana perempuan yang tampak seperti saya, dengan jenis kulit seperti say...
Nobel Perdamaian 2019: Abiy Ahmed, filosofi medemer dan pendekatan yang lebih liberal
Rabu, 11 Desember 2019 - 08:57 WIB
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Abiy Ahmed telah mengguncang Ethiopia sejak menjadi perdana menteri...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)