"Sudah Pamitan Mau Kerja di Australia", Tapi Ternyata Jadi Korban Penipuan
Elshinta
Selasa, 16 Juli 2019 - 17:40 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
ABC.net.au - "Sudah Pamitan Mau Kerja di Australia", Tapi Ternyata Jadi Korban Penipuan

Seharusnya tanggal 18 Juli 2019, Wicak dan delapan orang lainnya menginjakkan kaki pertama kalinya di kota Melbourne dan bersemangat dengan pekerjaan baru mereka.

Wicak pertama kali mengetahui ada informasi pekerjaan dari salah satu temannya, yang mengaku punya saudara di Australia yang bisa membantunya mencari pekerjaan.

Kebetulan Wicak, yang berasal dari Desa Ponggok, Blitar Jawa Timur, saat ini masih mencari pekerjaan setelah usaha peternakan ayamnya bangkrut.

Ia sudah beberapa kali mencoba mencari pekerjaan di luar negeri, termasuk Taiwan, Polandia, dan terakhir Australia.

"Saya ingin mengubah nasib, karena tahu sendiri keadaan yang sulit di Indonesia," ujar Wicak kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia.

Wicak tidak keberatan menceritakan pengalamannya kepada ABC agar "warga Indonesia lain berhati-hati dengan penawaran kerja di luar negeri", asalkan nama lengkapnya tidak dipublikasikan.

Lulusan SMP yang kini berusia 30 tahunan mengaku jika temannya mengatakan jika saudaranya bekerja di "FedEx Australia" dan siap membantu proses mendapatkan kerja.

"Namanya kawan, ya tentu kita percaya saja tanpa menyelidiki lebih lanjut."

Selain Wicak, ada delapan orang lainnya yang juga mengetahui soal kesempatan kerja di "FedEx Australia" sejak Maret 2019 lalu.

Mereka bertemu dengan orang yang mengatakan bisa membantu, dengan masing-masing menyetorkan Rp 3 juta untuk pengurusan dokumen serta menyerahkan paspor mereka.

Setelah itu Wicak mendapatkan banyak email yang menurutnya "meyakinkan".

Diantaranya, ia menerima surat yang mengatakan seluruh dokumen untuk pembuatan visa sudah diterima, meski tertulis dikirim dari "Fedex Internasiaonal Corp", bukannya "FedEx International".

Ada pula kontak kerja yang berlaku dua tahun, lengkap dengan cap berlogo FedEx dan gaji yang dicantumkan $65 per hari.

Mereka juga sering melakukan korespondensi lewat Whatsapp dengan orang yang mengaku perwakilan di Jakarta.

"Kalian harus terbang tanggal 17 Juli lo ... ini sudah disiapkan semuanya sama perusahaan," tulis seseorang yang mengaku bernama David.

Dan terkahir, tiket pesawat Garuda Indonesia dari Surabaya tujuan Melbourne dengan singgah di Jakarta, yang sudah ditanggung "FedEx".

Wicak dan delapan orang lainnya sudah siap untuk berangkat ke Australia.

"Kami mengadakan syukuran, pamitan ke sanak saudara di awal bulan Juli," kata Wicak.

Wicak mulai curiga setelah 27 Juni lalu, setelah Wicak mendapatkan jika temannya tersebut sudah tidak lagi aktif di Whatsapp, selain juga memblokirnya di jejaring sosial.

Mereka pun mendatangi rumahnya dan diberi kabar jika temannya tersebut sudah terlebih dahulu ke Australia, karena ada alasan urusan mendadak soal dokumen.

Tetapi Wicak mengatakan jika ia mendapatkan informasi dari temannya yang lain, jika orang tersebut telah "kabur" dan pergi ke Kalimantan.

"Kami marah dan langsung menganggap ini sebagai sebuah penipuan, tindakan kriminal."

Sementara itu salah satu korban yang juga merasa tertipu mengatakan jika awalnya iya tergiur bergabung karena biaya pengurusan yang murah.

"Saya datang juga ke Dinas Pekerjaan dan sepertinya prosesnya benar, sehingga saya bisa masuk kategori TKI Mandiri," ujar Ridwan.

Kini, Wicak dan kawan-kawannya mengaku akan mencari temannya yang dianggap sudah menipu, dengan melibatkan aparatur desa dan pihak kepolisian.

"Yang penting paspor kami bisa kembali, itu saja dulu," ujarnya.

Wicak mengaku jika kejadian ini telah memberikannya pelajaran, karena sebelumnya ia tidak tahu apa-apa soal kerja di luar negeri.

Tapi kejadian ini juga tidak membuatnya patah semangat untuk terus mencari pekerjaan termasuk di luar negeri.

"Pekerjaan apapun saya terima, asalkan jelas, tidak seperti ini."

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China Akui Staf Konsulat Inggris Ditahan 15 Hari
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
China mengatakan, seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong telah dikenai tahanan administratif sel...
Kebakaran Hutan Mereda di Spanyol, Sebagian Warga Diizinkan Pulang
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canary, mengatakan suhu yang menurun dan angin yang melemah telah memba...
Thailand akan Bentuk Pusat Penangkalan Berita Bohong
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk membentuk pusat penangkalan berita-berita di med...
Kapal AL Spanyol Tetap Siaga Untuk Selamatkan Migran di Italia
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Wakil PM Spanyol Carmen Calvo mengatakan, Rabu (21/8), sebuah kapal angkatan laut negaranya akan tet...
Pemimpin Oposisi Venezuela: Orang-orang Dekat Madura Berusaha Selamatkan Diri
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden Venezuela N...
Aktivis Suriah: Serangan Udara Hantam Rumah Sakit di Desa Pemberontak
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan, sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di...
Beijing Serukan agar AS Capai Kesepakatan Dagang dengan China
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Beijing menyerukan agar Washington untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan mengakhiri per...
Iran Usahakan Redenominasi Mata Uangnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial...
PM Denmark Sesalkan Pembatalan Kunjungan Trump Setelah Tolak Penjualan Greenland
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan, Rabu (21/8), ia menyesalkan dan terkejut dengan keputusan...
Trump Benarkan Penolakan Denmark soal Greenland Membuatnya Batalkan Kunjungan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden AS Donald Trump mengakui ia membatalkan lawatan ke Denmark karena perdana menteri negara i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once