Tito Bosnia, Wartawan Indonesia Yang Viral di Media Sosial Negara Balkan
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 08:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tito Bosnia, Wartawan Indonesia Yang Viral di Media Sosial Negara Balkan
DW.com - Tito Bosnia, Wartawan Indonesia Yang Viral di Media Sosial Negara Balkan

Seringkali sebuah nama memiliki kaitan dengan sejarah keluarga atau agama. Namun tidak jarang juga nama seorang tokoh dunia menjadi inspirasi untuk pemberian nama. Terlepas dari kaitan tersebut, tentu sebuah nama juga membawa harapan orang tua untuk anaknya.

Beberapa waktu silam, seorang jurnalis Indonesia mendapatkan perhatian yang besar, khususnya dari Semenanjung Balkan. Pasalnya, namanya merupakan perpaduan dari nama mantan presiden Yugoslavia, Josip Broz Tito dan Republik Bosnia-Herzegovina. Ia bernama Tito Bosnia.

Pada tanggal 30 Juni 2019 Tito Bosnia menggunggah serangkaian twit yang mengklarifikasi arti dan latar belakang namanya. Ia mengungkapkan bagaimana ayahnya merupakan pengagum Josip Broz Tito.

“Ayah saya memberikan nama tersebut dengan harapan yang positif untuk Bosnia-Herzegovina, yang pernah mengalami [agresi] dari Yugoslavia, negara dimana Tito pernah menjabat sebagai perdana menteri dan kemudian presiden.” Tulisnya dalam bahasa Inggris di halaman Twitternya. “Ayah saya juga berharap agar Bosnia-Herzegovina bisa terus gigih dalam mengejar pengembangan dalam negaranya.” Ia juga menceritakan kisahnya lewat akun Instagramnya. Untuk memperkuat pernyataannya ia bahkan mengunggah sertifikat akte kelahirannya ke dua akun sosial media miliknya.

Josif Broz Tito merupakan tokoh yang memiliki peranan penting dalam perang dunia kedua. Ia ditunjuk sebagai presiden Yugoslavia pada tahun 1953. Satu dekade berikutnya ia kembali terpilih menjadi presiden dengan masa jabat seumur hidup. Dibawah kepemimpinannya ia berhasil mempertahankan negara yang dulunya disebut Yugoslavia, yang terdiri dari Serbia, Kroasia, Bosnia-dan Herzegovina, Macedonia, Slovenia dan Motenegro.

Selain itu, ia juga terkenal sebagai tokoh yang berani melawan Joseph Stalin, dengan keputusannya mengenai ideologi Stalisnisme yang ia nilai tidak cocok untuk Yugoslavia. Mantan presiden Yugoslavia ini juga ternyata memiliki hubungan dekat dengan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Meski sudah 30 tahun semenjak kepergiannya dan kurang lebih 20 tahun sudah berlalu semenjak pecahnya Yugoslavia, Josif Broz Tito tetap dihormati oleh banyak orang.

Lalu bagaimana nama Tito Bosnia bisa menjadi terkenal? Wartawan CNBC Indonesia tersebut mengatakan bahwa kemungkinan namanya menjadi sorotan publik melalui salah satu video liputan langsungnya yang diunggah di Youtube. Banyak warga Bosnia yang tidak mempercayai nama tersebut adalah nama aslinya. Selain itu, mereka juga berpikir bahwa nama yang ia gunakan berkaitan dengan profesinya sebagai jurnalis. Hal itulah yang mendorong pemuda kelahiran 1992 ini untuk memberikan keterangan mengenai namanya.

Ketika ditanya mengenai popularitasnya di Republik Bosnia-Herzegovina saat ini oleh N1, sebuah stasiun TV yang menyiarkan berita di seluruh daerah yang dulunya Yugoslavia, ia mengakui bahwa ia tidak begitu tahu tentang hal tersebut. "Saya tidak tahu seberapa populer nama saya di Bosnia-Herzegovina, karena saya tidak begitu tahu situasi dan kondisi disana yang sebenarnya“ ujarnya. Akan tetapi ia sadar akan mentions dan pesan pribadi yang ia dapatkan melalui akun sosial medianya.

Dalam wawancara yang sama, Tito juga menceritakan bahwa ia sudah mengetahui beberapa hal tentang Bosnia, bahkan sebelum namanya menjadi sorotan publik. Bagaimanapun nama belakangnya adalah nama sebuah negara, dan ia pun mencari tahu tentang negara tersebut.

Nama "Tito" di Indonesia sendiri bukanlah nama yang tergolong aneh. Beberapa tokoh di Indonesia, seperti Tito Karnavian, Kepala Kepolisian Indonesia dan Tito Solistio, Kepala Bursa Efek Indonesia juga sama-sama memiliki nama depan Tito. Yang membuat nama pemuda ini unik adalah gabungan nama seorang tokoh dunia dan nama negara.

Dalam wawancara lainnya Tito disebut sebagai seorang legenda dan pahlawan oleh orang-orang Balkan Barat. Tetapi ia tidak setuju akan sebutan tersebut. “Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang pahlawan” tuturnya. Satu hal yang pasti adalah kebanggaannya atas nama pemberian orang tuanya. Ia pun berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam kehidupannya.

Menurutnya, nama apapun yang diberikan oleh orang tua mengandung makna dan harapan, dan ada baiknya bagi kita untuk mengemban pesan yang terkadung dalam nama tersebut. Ia juga memiliki harapan besar atas namanya sendiri dan akan berusaha untuk berbuat kebaikan dengan namanya.
Salah satu hal yang juga menjadi harapannya adalah untuk terbang ke Eropa, khususnya Bosnia, salah satu negara yang ada dalam daftar negara yang ingin ia kunjungi karena hubungan khusus yang ia miliki berkat namanya tersebut.

Sepertinya kedatangan Tito Bosnia di Semenanjung Balkan adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh warga setempat. Seorang pengguna twitter bahkan mengatakan bahwa ia mendapatkan jaminan makanan dan minuman gratis, jika suatu saat ia datang ke negara yang dulunya dikenal sebagai Yugoslavia tersebut.

vv/vlz (Jasmina Rose DW Bosnia, dari berbagai sumber)



Bagaimana seorang wartawan Indonesia menjadi viral di media sosial negara-negara Balkan? Nama Tito Bosnia ternyata memiliki hubungan sejarah dengan seorang tokoh dunia dan negara yang dulunya dikenal sebagai Yugoslavia.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)