Pengadilan Jerman Perintahkan: Temukan dan Bawa Pulang Anak-Anak ISIS
Elshinta
Senin, 15 Juli 2019 - 08:30 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengadilan Jerman Perintahkan: Temukan dan Bawa Pulang Anak-Anak ISIS
DW.com - Pengadilan Jerman Perintahkan: Temukan dan Bawa Pulang Anak-Anak ISIS

Kementerian Luar Negeri Jerman di Berlin mengatakan Kamis malam (11/7), pihaknya sedang "memeriksa" putusan Pengadilan Tata Usaha Berlin yang memerintahkan bahwa tiga anak ISIS dan ibu mereka, yang berasal dari Jerman, harus dijemput dari sebuah kamp pengungsi Suriah dan dibawa kembali ke Jerman.

Inilah untuk pertama kalinya pengadilan Jerman memutuskan bahwa perlindungan konsuler bagi warga negara yang termaktum dalam Konstitusi Jerman Grundgesetz, juga berlaku bagi keluarga Jerman yang anggota-anggotanya meninggalkan negara Jerman untuk mendukung kelompok teror ISIS.

Seorang jurubicara pengadilan di Berlin mengatakan, putusan cepat yang dikeluarkan hari Kamis oleh pengadilan tata usaha masih mungkin dimohonkan banding. Karena orang-orang yang akan dipulangkan, masih harus diklarifikasi identitas resminya.

Otoritas keamanan di Jerman beberapa kali mengungkapkan kekhawatiran, bahwa pemulangan orang-orang telah diradikalisasi ISIS dapat menimbulkan risiko keamanan.

Ratusan anak Jerman

Media-media Jerman sebelumnya memberitakan, Kementerian Luar Negeri di Berlin tidak melihat institusinya berkewajiban membawa kembali ibu dan anak-anak warga Jerman yang ditahan di Al Hol, kamp terpencil di wilayah Suriah dekat perbatasan ke Irak.

Pengadilan Tata Usaha Negara di Berlin memutuskan bahwa ketiga anak itu, yang dilaporkan berusia 2, 7 dan 8 tahun, punya hak atas perlindungan konsuler Jerman untuk diselamatkan dari kondisi "berbahaya" di kamp pengungsi itu.

Di antara ribuan penghuni kamp pengungsi tersebut, diperkirakan ada puluhan pria anggota militan ISIS yang berasal dari Jerman, beserta istri mereka dan ratusan anak berkebangsaan Jerman.

Pengacara Dirk Schoenian, yang mewakili kerabat yang menuntut agar anak-anak itu dipulangkan, mengatakan putusan ipengadilan tu menunjukkan bahwa Kementerian Luar Negeri tidak bisa mengelak untuk memberikan perlindungan konsuler, sekalipun tidak setuju dengan pola pikir orang-orang yang harus mereka lindungi.

"Ini adalah keputusan mendasar, di mana Kementerian Luar Negeri jelas tidak dapat menghindari tanggung jawab politik dan tanggung jawab hukum," kata Dirk Schoenian.

Ribuan perempuan dan anak-anak ISIS di Al Hol

Menurut catatan Palang Merah Internasional, pada bulan Mei 2019 ada sekitar 76 ribu orang yang tinggal di Al-Hol, setelah pasukan Kurdi menduduki sisa-sisa terakhir kawasan yang dulu dikuasai kelompok teroris ISIS. Tiga bulan sebelumnya, di bawah pengawasan ISIS, hanya ada 10 ribu orang di Al Hol.

Kantor berita AFP awal Juni melaporkan, di sebuah bagian terpisah di kamp itu, ada sekitar 12 ribu perempuan asing dan anak-anak ISIS.

Negara-negara Eropa lain, seperti Prancis dan Inggris, hingga kini tetap menolak untuk membawa pulang warganya dari Al Hol. Pada awal Juni, Norwegia dilaporkan menjemput lima anak yang ayahnya telah tewasl dan ibunya dinyatakan hilang.

hp/as(dpa, afp, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Trump Ingin Rusia Kembali ke Kelompok G7
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam k...
AS Serukan Kuba Bebaskan Wartawan Pengkritik Pemerintah
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Pemerintah Amerika, Rabu (21/8), menyerukan pada Kuba supaya mencabut tuduhan atas seorang wartawan,...
Dua Tentara AS Tewas Dalam Pertempuran di Afghanistan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Dua orang tentara Amerika tewas, Rabu (218), di Afghanistan, kata para pejabat Amerika. Ini terjadi ...
PM Islandia Tolak Kunjungan Wapres AS Mike Pence
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Perdana Menteri Islandia Katrin Jakobsdottir mengatakan ia tidak akan berada di ibu kota pada hari W...
Presiden Brazil: LSM yang Sebabkan Kebakaran Hutan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden Brazil Jair Bolsonaro menuduh sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM bertanggung jawa...
Tak Seorang Rohingya pun Muncul untuk Dipulangkan ke Myanmar
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Komisioner pengungsi Bangladesh, Kamis (22/8) mengatakan bahwa tak seorang pun Muslim Rohingya yang ...
Mantan PM Denmark Kecam Trump Soal Anggaran Pertahanan
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Mantan Perdana Menteri Denmark Lars Loekke Rasmussen, Kamis (22/8) mengecam Presiden Amerika Donald ...
Iran Pamerkan Sistem Rudal Jarak Jauh Buatan Dalam Negerinya
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Media pemerintah Iran menyatakan pemerintah, Kamis (22/8) memamerkan sistem rudal jarak jauh yang di...
Trump Bersikeras Katakan Demokrat Buruk Bagi Israel
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Presiden AS Donald Trump bersikeras mengatakan, warga Amerika keturunan Yahudi seharusnya memberik...
Korut Katakan Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Jumat, 23 Agustus 2019 - 08:41 WIB
Seorang juru bicara pemerintah Korea Utara, Kamis (22/8) mengatakan, uji coba rudal jelajah jarak me...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)