PBB: Kondisi Tak Kondusif bagi Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Elshinta
Jumat, 12 Juli 2019 - 08:36 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
PBB: Kondisi Tak Kondusif bagi Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
VOA Indonesia - PBB: Kondisi Tak Kondusif bagi Pemulangan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Laporan Kantor Komisariat Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia kondisi di Myanmar terlalu berbahaya bagi pemulangan secara aman dan bermartabat ratusan ribu pengungsi Rohingya yang lari ke Coxs Bazar, Bangladesh, untuk menghindari kekerasan dan penganiayaan di negara mereka. Laporan itu disampaikan Rabu (10/7) kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Lebih dari 730.000 pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp yang kumuh dan penuh sesak di Coxs Bazar. Meskipun kondisi di Bangladesh masih menyedihkan, para pejabat PBB mengatakan situasi di negara bagian Rakhine di Myanmar utara lebih buruk dan menakutkan. Wakil Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Kate Gilmore menyerahkan laporan itu kepada dewan HAM PBB. Ia mengatakan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine menghadapi diskriminasi serius dan berlanjut serta pelanggaran sistematis terhadap hak-hak dasar dan kebebasan mereka. "Kami terus menerima dan bisa memverifikasi laporan dari berbagai sumber, termasuk laporan mengenai kekerasan berbasis seksual dan gender, bahwa pelanggaran HAM terus berlangsung yang diduga dilakukan oleh anggota pasukan keamanan. Kondisi yang kondusif untuk pengembalian pengungsi benar-benar tidak ada," kata Gilmore. Gilmore melaporkan pasukan keamanan menyerang dan membakar rumah dan toko Rohingya di beberapa kota kecil pada bulan Mei. Ia mengatakan kantornya menerima laporan tentang orang-orang yang hilang dan disiksa serta bentuk-bentuk pelecehan lainnya di dalam penahanan. Ia mengatakan Muslim Rohingya tidak diberi akses pada layanan mendasar kesehatan, pendidikan dan pekerjaan. Ia mengatakan banyak yang telah dilucuti dari properti dan dokumen identitas mereka, pada dasarnya membuat mereka tanpa kewarganegaraan. Gilmore menghimbau kepada pemerintah Myanmar untuk memulihkan situasi ini dan mengakhiri situasi tanpa kewarganegaraan Rohingya. Ia mengatakan tidak mungkin para pengungsi kembali ke tempat asal mereka sampai ada status pengakuan atas kewarganegaraan mereka. Duta Besar Myanmar untuk PBB di Jenewa Kyaw Moe Tun mengatakan kesadaran hak asasi manusia dipromosikan di seluruh negaranya. Ia menyebut laporan PBB itu menyesatkan, tidak lengkap, dan penuh dengan tuduhan yang tidak bisa diverifikasi dan menyimpang dari kebenaran. Moe Tun mengatakan, proses repatriasi harus dimulai sesegera mungkin untuk menyelesaikan situasi kemanusiaan. Ia mengatakan Myanmar telah siap menerima orang-orang sejak Januari 2018, ketika negaranya dan Bangladesh menandatangani perjanjian pemulangan. Ia juga mengatakan Myanmar memberi Bangladesh daftar lebih dari 1.200 pengungsi yang sudah diverifikasi dan berulang kali menyatakan keinginan mereka untuk kembali. Awal tahun ini, Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB "tidak seorang pun warga Rohingya yang secara sukarela kembali ke Rakhine karena tidak ada lingkungan yang kondusif di sana." (my/al)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pejabat-pejabat Amerika menyatakan telah berbuat banyak untuk meredakan ketegangan dengan Iran dan m...
Aktivis Rohingya Desak AS Lakukan Tindakan Lebih Banyak terhadap Myanmar
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Seorang aktivis Rohingya yang pernah dipenjara mengatakan, Rabu (17/7), larangan berkunjung oleh pem...
Pengacara Berharap Trump dan Khan Bahas Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pengacara dan keluarga Shakil Afridi, dokter Pakistan yang membantu Amerika melacak mantan pemimpin ...
Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada k...
Persidangan Kapten Kapal Penyelamat Migran Dijadwalkan Kamis
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kapten kapal asal Jerman, Carola Rackete, menjadi berita hangat di media internasional karena secara...
Studio Animasi Jepang Dibakar, 13 Orang Dikhawatirkan Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Setidaknya 13 orang dikhawatirkan meninggal dan puluhan terluka ketika sebuah studio animasi di Kyot...
PM Jepang Hadapi Situasi Sulit Terkait Koalisi Maritim Internasional
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
PM Jepang Shinzo Abe kemungkinan menghadapi tantangan diplomatik keras setelah munculnya permohonan ...
Sedikitnya 23 Diyakini Tewas Akibat Kebakaran di Jepang
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pihak berwenang di Kyoto, Jepang, mengatakan, sedikitnya 23 orang tewas atau diperkirakan tewas sete...
AS Keluarkan Turki dari Program Jet Tempur F-35
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Amerika Serikat telah mengakhiri keikutsertaan Turki dalam program jet tempur F-35. Keputusan yang d...
Kecelakaan Mobil di Turki, 14 Migran Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kantor berita pemerintah Turki mengatakan, sebuah kendaraan yang mengangkut migran mengalami kecelak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once