Inggris Sebut Iran Coba Hentikan Tanker Komersialnya di Selat Hormuz
Elshinta
Jumat, 12 Juli 2019 - 08:36 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Inggris Sebut Iran Coba Hentikan Tanker Komersialnya di Selat Hormuz
DW.com - Inggris Sebut Iran Coba Hentikan Tanker Komersialnya di Selat Hormuz

Pasukan Iran telah mencoba untuk menghentikan dan mengalihkan sebuah kapal tanker minyak Inggris ketika menyeberang Selat Hormuz pada hari Rabu (10/7), kata Inggris, tetapi mereka dihalau oleh kapal angkatan laut Inggris.

Tiga kapal Iran memerintahkan tanker untuk mengubah arah, demikian menurut pernyataan yang dirilis pemerintah Inggris.

"Bertolak belakang dengan hukum internasional, tiga kapal Iran berusaha menghalangi perjalanan kapal komersial British Heritage, melalui Selat Hormuz".

Kapal-kapal Iran akhirnya berbalik, setelah fregat angkatan laut Inggris HMS Montrose melakukan intervensi. HMS Monstrose lalu memposisikan dirinya antara kapal tanker dan kapal-kapal Iran dan memperingatkan mereka untuk mundur.

"Kami prihatin dengan tindakan ini dan terus mendesak pemerintah Iran untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu," kata pernyataan Inggris.

Sengketa penahanan tanker

Garda Revolusi Iran yang berpatroli di perairan itu membantah bahwa telah terjadi insiden. "Dalam 24 jam terakhir, kami tidak memiliki insiden yang melibatkan kapal asing di Selat Hormuz, juga tidak dengan kapal Inggris," kata sebuah pernyataan yang dirilis militer Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani sebelumnya memperingatkan Inggris tentang "konsekuensi" atas penahanan sebuah kapal tanker minyak Iran pekan lalu di Gibraltar. Kapal tanker Grace 1 dihentikan polisi dan petugas bea cukai Inggris dalam perjalanan dari Iran ke Suriah, melalui Laut Tengah. Iran mengutuk penahanan itu sebagai "intersepsi ilegal."

Tanker Grace 1 membawa minyak mentah yang disebut-sebut akan dibawa ke kilang minyak Baniya, yang dikendalikan oleh pemerintah Suriah. Tetapi Suriah saat ini dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz telah meningkat secara signifikan sejak AS meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Teheran. Minggu lalu, Iran menembak jatuh pesawat pengintai tak berawak milik AS dengan alasan melanggar wilayah udara Iran. Presiden AS Donald Trump sempat memerintahkan serangan udara sebagai langkah balasan, namun menghentikan rencana itu beberapa menit sebelum operasi militer dilangsungkan.

Koalisi untuk melindungi laut

AS, hari Selasa (09/07), meminta sekutunya bergabung membentuk koalisi untuk melindungi perairan sekitar Iran dan Yaman. Militer AS akan berperan sebagai komando dan intelijen, sementara sekutunya akan bertigas mengawal kapal-kapal komersial.

Militer AS mengatakan, operasi gabungan itu bertujuan untuk menjamin kebebasan bergerak bagi kapal-kapal komersial di perairan strategis sekitar Semenanjung Arab.

Washington menuduh Garda Revolusi Iran berada dibalik serangan –serangan terhadap kapal-kapal komersial baru-baru ini di sekitar Selat Hormuz. AS tahun lalu secara sepihak menarik diri dari Kesepakatan Atom Iran dari tahun 2015 dengan Iran, dan memberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi.

hp/vlz (rtr, ap, dpa)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Trump Klaim Sukses dengan Sanksi Iran
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pejabat-pejabat Amerika menyatakan telah berbuat banyak untuk meredakan ketegangan dengan Iran dan m...
Aktivis Rohingya Desak AS Lakukan Tindakan Lebih Banyak terhadap Myanmar
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Seorang aktivis Rohingya yang pernah dipenjara mengatakan, Rabu (17/7), larangan berkunjung oleh pem...
Pengacara Berharap Trump dan Khan Bahas Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pengacara dan keluarga Shakil Afridi, dokter Pakistan yang membantu Amerika melacak mantan pemimpin ...
Saudara Pria Pengebom Manchester Diekstradisi ke Inggris
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Adik laki-laki pelaku bom bunuh diri yang bertanggung jawab atas pembunuhan terhadap 22 orang pada k...
Persidangan Kapten Kapal Penyelamat Migran Dijadwalkan Kamis
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kapten kapal asal Jerman, Carola Rackete, menjadi berita hangat di media internasional karena secara...
Studio Animasi Jepang Dibakar, 13 Orang Dikhawatirkan Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Setidaknya 13 orang dikhawatirkan meninggal dan puluhan terluka ketika sebuah studio animasi di Kyot...
PM Jepang Hadapi Situasi Sulit Terkait Koalisi Maritim Internasional
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
PM Jepang Shinzo Abe kemungkinan menghadapi tantangan diplomatik keras setelah munculnya permohonan ...
Sedikitnya 23 Diyakini Tewas Akibat Kebakaran di Jepang
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Pihak berwenang di Kyoto, Jepang, mengatakan, sedikitnya 23 orang tewas atau diperkirakan tewas sete...
AS Keluarkan Turki dari Program Jet Tempur F-35
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Amerika Serikat telah mengakhiri keikutsertaan Turki dalam program jet tempur F-35. Keputusan yang d...
Kecelakaan Mobil di Turki, 14 Migran Tewas
Jumat, 19 Juli 2019 - 08:43 WIB
Kantor berita pemerintah Turki mengatakan, sebuah kendaraan yang mengangkut migran mengalami kecelak...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once