Kekerasan Suku di Papua Nugini, Lebih dari 20 Orang Tewas 
Elshinta
Kamis, 11 Juli 2019 - 08:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kekerasan Suku di Papua Nugini, Lebih dari 20 Orang Tewas 
VOA Indonesia - Kekerasan Suku di Papua Nugini, Lebih dari 20 Orang Tewas 
Lebih dari 20 orang termasuk beberapa perempuan hamil dan anak-anak tewas dalam kekerasan suku, belum lama ini di Papua Nugini, menurut media hari Rabu (10/7).  Jumlah korban tewas dan tanggal kejadian di provinsi dataran tinggi Hela yang terpencil itu bervariasi dalam laporan oleh Australian Broadcasting Corp (ABC) dan surat kabar Post-Courier.  Gubernur Hela, Philip Undialu mengatakan kepada ABC, kekerasan terakhir terjadi pada Senin (8/7), ketika 16 orang termasuk wanita dan anak-anak terbunuh di desa Karida.  Pembunuhan itu mungkin sebagai pembalasan atas serangan sebelumnya yang menewaskan sekitar tujuh orang, kata Gubernur Undialu.  "Kekerasan ini kemudian meningkat menjadi pembantaian perempuan dan anak-anak yang tidak bersalah," ujar Undialu.  Harian Post-Courier, yang berkantor di ibu kota negara Pasifik Selatan, Port Moresby melaporkan, sebanyak 24 orang tewas di desa-desa Karida dan Peta sejak Sabtu (6/7).  Enam orang telah disergap dan dibunuh di dekat Peta pada Sabtu, kata Kepala Polisi Hela, Inspektur Teddy Augwi kepada surat kabar itu.  Keesokan harinya, kerabat korban membalas dengan senapan, dan menewaskan sekitar 16 sampai 18 orang di Karida, termasuk beberapa wanita hamil, katanya.  "Ini bukan pertarungan suku di mana penduduk desa saling berhadapan di lapangan," kata Augwi kepada surat kabar itu. Banyak penduduk desa yang melarikan diri dari kekerasan, kata pejabat pemerintah Hela, William Bando. [ps/pp]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV