Kencan modern: Seberapa akurat penilaian kesan pertama?
Selasa, 16 April 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
BBC Indonesia - Kencan modern: Seberapa akurat penilaian kesan pertama?

Ilmu tentang kesan pertama dalam mencari pasangan bisa dibilang rumit karena dipengaruhi oleh hal-hal di luar kendali kita, proses neurologis yang tidak kita pahami dan stereotip yang tidak akurat.

Akan tetapi, jika kita dapat lebih memahami apa sebenarnya yang kita pelajari, kita mungkin memiliki peluang untuk menemukan jodoh kita.

Ada bukti bahwa kita dapat melakukan penilaian terhadap daya tarik seseorang dalam sekejap mata, tetapi itu tidak selalu berarti bahwa penilaian tersebut akurat.

Dengan menilai orang dalam sekejap kita mungkin juga akan kehilangan pasangan yang ternyata jauh lebih cocok.

Lingkungan, kepribadian, dan emosi orang-orang yang kita temui berkontribusi pada peluang kecocokan kita dengan orang tersebut.

Jadi, apa yang terjadi ketika kita membuat kesan romantis pertama yang baik? Dan seberapa besar kemungkinan aplikasi mengubah kencan modern?

Kesan pertama

Dibutuhkan kurang dari 1/10 detik untuk membuat penilaian terhadap wajah seseorang. Kesan pertama ini bukan hanya mengukur daya tarik, namun juga memprediksi semua jenis karakteristik penting lainnya.

Misalnya, penilaian cepat orang terhadap kompetensi seorang politisi, yang semata-mata didasari penampilan mereka, dapat memprediksi keberhasilan sang politisi itu dalam suatu pemilihan, bahkan ketika audiens tidak tahu siapa dia.

Penilaian yang kita buat dalam sepersekian detik ini tidak acak; hal ini cenderung dilakukan mayoritas orang yang disurvei. Tetapi itu tidak selalu membuatnya benar.

"Kesan pertama bisa menyesatkan," kata profesor Alexander Todorov, penulis Face Value: The Irresistible Influence of First Impressions dan seorang akademisi di Universitas Princeton.

"Mencoba untuk menentukan kepribadian seseorang dalam sekejap pada dasarnya konyol. Kita hanya membuat penilaian kesan pertama terhadap orang asing. Jadi secara alami penilaian itu dangkal. "

Lepas dari prediksi kita akurat atau tidak, kita membuat penilaian dengan cepat dan kita berpegang teguh padanya. Bahkan jika kita diberi waktu lebih dari 1/10 detik untuk menilai daya tarik wajah, tidak mungin kita sampai pada kesimpulan yang berbeda.

Dan dalam waktu sekejap ini, kita membuat penilaian terhadap banyak karakteristik yang berbeda.

Ada tiga kualitas universal yang disimpulkan orang dari sebuah wajah: daya tarik, kepercayaan, dan dominasi.

Secara evolusi, ini masuk akal. Daya tarik adalah isyarat untuk bereproduksi, kepercayaan dapat menyiratkan karakteristik sosial yang berguna, seperti mampu merawat anak-anak, dan menilai dominasi berguna untuk menghindari konflik.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dibutuhkan hanya kurang dari 1/10 detik untuk membuat penilaian terhadap seseorang

"Kualitas seperti halnya dominasi terkait erat dengan maskulinitas," kata Profesor Todorov.

"Dalam kesan pertama ini, pria dan perempuan tidak dinilai secara setara. Perempuan yang tampil maskulin dievaluasi secara negatif sedangkan pria akan dievaluasi secara positif. Ini berlaku untuk kedua jenis kelamin, sehingga baik pria dan perempuan [keduanya] membuat penilaian negatif terhadap perempuan yang tampak maskulin."

Kesan pertama terhadap wajah adalah dangkal, umum, dan bisa tidak akurat. Jika kita memikirkan hal ini dalam konteks aplikasi kencan, kita juga harus memperhitungkan efek bagaimana foto diambil.

Banyak penelitian tentang wajah akan menggunakan foto komposit. Foto-foto ini adalah hasil "rata-rata" yang diproduksi komputer, menggabungkan banyak komponen dari wajah asli, dan biasanya disajikan seperti foto paspor.

Hampir tidak ada jenis wajah yang mungkin kita lihat saat menelusuri profil kencan orang.

Foto orang sungguhan sangat dipengaruhi oleh komposisi mereka. Misalnya, potret yang diambil dari sudut rendah lebih cenderung dinilai dominan, yang bermakna positif untuk pria dan negatif untuk perempuan.

Sedangkan makna kebalikannya terlihat dalam potret yang diambil dari sudut yang tinggi.

Bagaimanapun, foto-foto yang kita pilih untuk dipublikasikan pada profil kencan disusun dengan sangat cermat untuk menampilkan diri kita dalam cahaya terbaik.

Tidak hanya dipilih karena daya tarik, foto-foto ini digunakan untuk mencerminkan kepribadian dan isyarat sosial, seperti petualangan atau kemurahan hati. Orang-orang sering menggunakan foto diri mereka melakukan kegiatan amal, misalnya.

Namun, semua kerja keras Anda untuk menyusun galeri foto yang sempurna mungkin sia-sia hanya karena orang selanjutnya setelah Anda. Ini disebut efek urutan.

Dalam aplikasi kencan, ini adalah kasus cinta pada pandangan kedua. Ketika diminta untuk menilai daya tarik pasangan potensial, jika wajah sebelumnya menarik, Anda lebih cenderung menilai wajah berikutnya sebagai menarik dan sebaliknya.

Karena itu, kita mungkin melewatkan orang yang menarik karena mereka muncul setelah wajah yang tidak menarik. Atau jika orang berikutnya juga menarik, kita menilai terlalu tinggi daya tarik orang kedua itu karena efek urutannya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Posisi pengambilan gambar juga bisa berdampak pada penilaian terhadap seseorang.

Kesan pertama cepat tetapi dangkal dan bisa berubah jika Anda memiliki informasi yang lebih baik, seperti ketika teman kencan Anda mulai berbicara.

"Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah dua orang akan benar-benar saling menyukai - mereka harus berbicara. Orang tidak membuat prediksi yang baik tentang kecocokan tanpa berbicara," kata Profesor Todorov.

Percakapan pertama

Dalam kajian bahasa yang kita gunakan saat berbicara dengan calon pasangan kencan online, para peneliti mengategorikan semua strategi percakapan yang mungkin kita gunakan untuk menilai strategi mana yang mengarah ke kencan kedua.

Dari kalimat pembuka sampai kedua orang berencana bertemu untuk kencan pertama, para peneliti mengumpulkan pesan dan kemudian meninjau apakah pasangan tersebut akan lanjut ke kencan kedua.

"Kami tidak menemukan perbedaan berdasarkan kalimut pembuka percakapan pertama - kebanyakan orang menggunakan sesuatu yang tidak berisiko seperti Hei, tetapi pilihan mereka tidak membuat perbedaan pada hasil akhir," kata asisten profesor Liesel Sharabi dari Universitas West Virginia.

"Orang-orang punya tingkat respons yang rendah. Jadi masuk akal bahwa jika pesan Anda tidak ditanggapi, maka Anda mungkin tidak berkomitmen untuk lanjut ke pesan pribadi.

"Konsep kencan tradisional adalah pria mendekati perempuan dan sebagian besar temuan kami adalah pria juga yang mendekati perempuan secara online," kata Sharabi.

"Tetapi bagian yang paling menarik adalah betapa sedikitnya perbedaan gender dalam jenis strategi yang digunakan. Pria dan perempuan lebih banyak memiliki persamaan ketimbang perbedaan. Dan beberapa perbedaan mungkin dijelaskan oleh orang-orang yang sesuai dengan harapan gender, daripada keefektifan strategi mereka. "

Secara keseluruhan, para peneliti menggambarkan 18 subkategori strategi kencan yang berbeda. Begitu pasangan telah bergerak melampaui kalimat pembuka, topik pembicaraan paling efektif yang mengarah ke kencan kedua adalah berbicara tentang preferensi pasangan.

Bersikap terbuka tentang tipe orang yang Anda cari lebih efektif daripada berbicara tentang kekayaan, status, atau apakah Anda mencari cinta.

Hak atas foto Getty Images

Mungkin membantu untuk mengelola ekspektasi sebelum bertemu langsung. Strategi yang paling tidak efektif adalah mendiskusikan kencan dengan orang lain.

"Yang unik tentang kencan online adalah Anda memiliki waktu lebih lama untuk mencari tahu apakah teman kencan Anda akan memenuhi harapan Anda," kata Sharabi.

"Terkadang dengan kencan online Anda memiliki kecenderungan untuk membangun konsep tentang seseorang di kepala Anda yang dapat menyebabkan kekecewaan. Kita membuat sosok ideal ketika kita tidak memiliki banyak informasi tentangnya."

Kencan pertama

Kita telah menilai daya tarik seseorang, dan kita telah mempertahankan percakapan yang cukup lama untuk sampai pada kencan pertama; namun, apa selanjutnya?

Kita perlu membuat penilaian terhadap beberapa karakteristik yang lebih rumit.

Daya pikat orang-orang yang dapat kita hubungi melalui aplikasi kencan dan interpretasi kita sendiri tentang harga diri memprediksi siapa yang kita minta berkencan.

Kita cenderung cocok dengan orang-orang yang kita anggap setara dalam harga diri, daya tarik fisik, dan popularitas.

Sekali lagi, ini adalah strategi umum untuk pria dan perempuan. Orang-orang yang menghargai harga diri mereka tinggi mungkin lebih cenderung memilih orang lain dengan harga diri tinggi karena mereka lebih optimis tentang hasil yang sukses.

Salah satu masalah dengan mengukur niat kencan kita adalah bahwa orang-orang cenderung tidak akurat ketika ditanya tentang preferensi mereka.

Laki-laki, misalnya, akan mengatakan bahwa mereka tertarik pada perempuan cerdas dalam skenario hipotetis, tetapi dalam praktiknya akan kurang tertarik pada perempuan cerdas ketika mereka bertatap muka - mungkin karena merasa tidak aman dengan kecerdasan mereka.

Ini disebut kesenjangan empati panas-dingin dan tidak hanya memengaruhi kemampuan kita untuk berbicara tentang ketertarikan.

Orang-orang cenderung mengantisipasi keputusan mereka dalam keadaan dingin secara rasional. Tetapi ketika mereka berada dalam situasi itu mereka dipengaruhi oleh emosi mereka.

Pada kenyataannya, Anda mungkin tertarik pada seseorang yang tidak memenuhi kriteria yang telah Anda tentukan begitu bertemu langsung.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kita cenderung merasa cocok dengan orang-orang yang kita anggap setara dalam harga diri, daya tarik fisik dan popularitas.

Kencan kilat adalah cara yang sangat berguna untuk mengeksplorasi perilaku berkencan karena ini mewakili cara realistis untuk berinteraksi dengan calon pasangan baru.

"Ada banyak situasi dalam kehidupan sehari-hari di mana kita bertemu dengan calon pasangan dengan cepat," kata Karen Wu dari California State University, Los Angeles.

"Anda mungkin bertemu seseorang di bar, rapat, secara sepintas. Orang tidak selalu butuh satu jam untuk bertemu orang baru."

Dalam skenario kencan kilat di mana banyak orang saling bertemu, jika kedua orang merasa bahagia setelah satu pertemuan, mereka cenderung tidak memilih sosok berikutnya sebagai pasangan potensial pada akhir acara.

Ini disebut efek kontras, di mana kita memiliki reaksi berlawanan dengan perasaan kita.

Pria lebih banyak dipengaruhi oleh efek kontras ini. Tetapi ini tidak dapat dijelaskan dengan hasrat yang khusus ditujukan terhadap orang sebelumnya.

Berada dalam suasana hati yang positif di awal acara memiliki efek yang sama.

Jadi, bukan hanya emosi yang disebabkan oleh pertemuan dengan orang sebelumnya yang membuat Anda beralih ke orang-orang berikutnya; Keadaan mood Anda secara umum juga memiliki efek.

"Secara umum, semakin positif suasana hati seseorang, semakin terbuka diri mereka dan semakin mereka menilai bahwa orang lain sesuai dengan suasana hati mereka," kata Laura Sels dari KU Leuven di Belgia.

"Jika mereka merasa negatif, mereka lebih kritis. Jadi, Anda akan berharap bahwa perasaan positif akan membuat Anda lebih bahagia ketika Anda bertemu seseorang yang baru. Tapi yang kami lihat adalah orang menggunakan emosi mereka sebagai titik referensi untuk perbandingan."

"Jika mereka merasa positif, pendapat mereka tentang pasangan potensial dikontraskan dengan emosi itu, yang berarti mereka dinilai lebih buruk. Pria sepertinya lebih terpengaruh oleh suasana hati yang negatif. "

Sels menunjukkan hal ini mencerminkan bagaimana pria dan perempuan memproses emosi.

"Pria mengeksternalkan emosi negatif mereka sedangkan perempuan memiliki lebih banyak internalisasi emosi negatif. Jika pria merasa negatif, mereka mengaitkan ini dengan pasangan interaksi mereka."

Pentingnya kita mengenakan sifat-sifat karakter tertentu juga tergantung secara budaya.

Di Barat orang-orang tertarik pada narsistik," kata Wu.

"Orang-orang di Barat mencari sikap terbuka dan kepercayaan diri yang tinggi. Orang-orang narsis juga lebih baik dalam merawat diri mereka sendiri sehingga mereka lebih tampan karenanya. Saya merasa tidak berhubungan dengan fenomena ini - bahwa seseorang harus percaya diri untuk menjadi kandidat yang baik. "

Wu mempelajari perilaku berkencan di komunitas Asia-Amerika yang memberikan penekanan berbeda pada nilai-nilai tertentu.

"Lebih banyak budaya kolektif cenderung kurang menghargai kepentingan diri sendiri," katanya.

"Budaya Barat lebih menghargai tujuan individu daripada tujuan kelompok. Budaya kolektif mungkin lebih menghargai kebaikan karena Anda lebih tertarik pada manfaat kelompok daripada manfaat individu."

Karakter seperti kebaikan memprediksi keberhasilan kencan kilat di Asia-Amerika. Namun, untuk pria dan perempuan, faktor yang paling penting adalah daya tarik fisik.

Dengan mempertimbangkan hal ini, adalah suatu keajaiban bahwa kita pernah menemukan seseorang yang sama tertariknya kepada kita seperti kita tertarik terhadap mereka.

Percakapan yang dilakukan calon pasangan Anda secara langsung sebelum bertemu dengan Anda, suasana hati mereka, latar belakang budaya mereka, sudut pandang mereka terhadap Anda, apakah mereka menganggap diri mereka lebih populer daripada Anda - semua faktor yang dapat memengaruhi apakah Anda cocok dengannya seperti tidak ada habisnya.

Bagaimanapun, ada orang-orang yang menikah berkat kajian kencan kilat ini, jadi semestinya ada logika di sana, kata Sels: "Beberapa orang sekarang memiliki anak sehingga [studi] ini menghasilkan beberapa hasil yang bagus."

Versi bahasa Inggris dari artikel ini bisa Anda simak, How accurate are our first impressions? di laman BBC Future

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Tuduhan kubu Prabowo yang menuding lembaga pembuat quick count pemilu 2019 "didanai" kubu Jokowi dit...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menyebut lembaga survei yang mengeluarkan quick count atau hitung ce...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Anggota parlemen dan lembaga pembela tenaga kerja migran di Malaysia mempertanyakan putusan Pengadil...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Para pemenang World Press Photo 2019 atau Foto Pers Dunia 2019 telah diumumkan. Mereka terpilih dari...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Hampir 15 juta orang tinggal dan mencari nafkah di antara sampah kota yang menggunung di seluruh dun...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Tradisi Muda Tuan Ma mengawali Kamis Putih sebelum prosesi Jumat Agung di Larantuka, Flores Timur, t...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Ketika dokter membubuhkan tanda tanya dalam kolom jenis kelamin di dokumen kelahiran anaknya, Cather...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Seusai hasil hitung cepat beberapa lembaga survei yang mengatakan Joko Widodo - Maruf Amin memenangk...
Senin, 22 April 2019 - 09:29 WIB
Desa Sardonoharjo, di Sleman, Yogyakarta, memiliki peraturan khusus yang menolak politik uang. Desa ...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)