Prinsip sederhana yang bisa membantu Anda memperkirakan masa depan
Elshinta
Kamis, 11 Juli 2019 - 08:50 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Prinsip sederhana yang bisa membantu Anda memperkirakan masa depan
BBC Indonesia - Prinsip sederhana yang bisa membantu Anda memperkirakan masa depan

Apa yang membuat sesuatu bertahan selama berabad-abad? Untuk mengetahuinya, kita harus mulai dengan prinsip yang disebut "Efek Lindy", Tom Chatfield menjelaskan.

Dalam 100 tahun, apa yang akan tersisa dari kota kelahiran Anda: gedung atau bangunan yang mana? Bagaimana dengan 500 tahun? Penulis kontroversial Nassim Nicholas Taleb menawarkan panduan praktis yang kontra-intuitif untuk menjawab pertanyaan seperti ini.

Jika Anda ingin tahu berapa lama sesuatu yang tahan lama (sesuatu tak punya batas umur alami) akan bertahan, maka pertanyaan pertama yang harus ditanyakan adalah berapa lama itu sudah ada. Semakin tua usianya, semakin besar kemungkinannya untuk bertahan.

Misalnya di kota saya, London. Jika saya ingin bertaruh soal bangunan mana yang masih akan bertahan beberapa abad lagi, aturan praktis Taleb menyarankan mencari bangunan yang paling tua.

Dengan usia 941 tahun, ruang di jantung Menara London adalah pilihan yang baik, diikuti oleh Biara Merton di London selatan, yang berumur lebih dari 900 tahun. Tempat ibadah tertua di London, Gereja St Bartholomew The Great di Smithfield, juga terbukti tangguh: beberapa bagiannya berusia 896 tahun.

Logika argumen Taleb sederhana saja. Karena satu-satunya hakim terpenting untuk masa depan adalah waktu, satu-satunya teknik yang benar-benar dapat diandalkan untuk melihat ke depan adalah melihat apa yang telah terbukti bertahan lama.

Apa yang telah menunjukkan ketahanan dalam menghadapi waktu itu sendiri, selamat dari guncangan dan gangguan dalam beberapa dekade, abad atau ribuan tahun.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Menara London di depan Gedung Shard yang menjulang tinggi

Menara London mungkin tampak sederhana dibandingkan dengan gedung pencakar langit Shard yang berada di seberang Sungai Thames dengan ketinggian 11 kali lipat. Tapi Menara London telah membuktikan daya tahannya hingga 94 kali lipat waktunya.

Shard memang ikon mengesankan, tetapi tempatnya dalam sejarah belum pasti. Ketika tiba saatnya, bangunan yang lebih tua punya lebih banyak kemungkinan untuk bertahan.

Nama yang diberikan Taleb untuk cara penalaran ini adalah Efek Lindy, untuk alasan historis yang eksentrik tanpa cela.

Pada Juni 1964, penulis Amerika Albert Goldman menerbitkan sebuah artikel berjudul "Hukum Lindy" di majalah The New Republic di mana ia mempresentasikan "dongeng peringatan" tentang industri pertunjukan di toko makanan Lindy di New York.

Di sinilah para komedian berkumpul untuk membahas kemungkinan berapa lama rekan-rekan mereka akan bertahan. Jika seseorang mengekspos diri mereka secara berlebihan dengan menggunakan materi mereka dalam pertunjukan besar namun singkat, karier mereka akan segera berakhir.

Tetapi jika mereka memainkan permainan panjang, dengan lebih sedikit pertunjukan tetapi dengan dampak lebih tinggi, maka mereka lebih mungkin bertahan selama beberapa dekade di industri hiburan.

Taleb telah memperluas wawasan anekdotal ini secara signifikan.

"Hal-hal yang sudah ada sejak lama tidak menua seperti manusia, tetapi menua secara terbalik," dia menulis dalam bukunya tahun 2012, yang berjudul Antifragile: Things That Gain from Disorder. "Setiap tahun yang berlalu tanpa kepunahan menggandakan tambahan harapan hidup."

Sebuah buku yang telah dicetak selama setengah abad, menurutnya, kemungkinan bisa dicetak setengah abad lagi. Namun, setelah bertahan 10 tahun lagi, masa hidup prospektifnya meningkat sebanyak itu lagi. Setiap tahun tambahan memberi tahu kita hal yang tidak dapat diprediksi.

Berkat berbagai penyebab yang tak dapat ditebak, buku ini terus mendapatkan pembaca. Kapasitasnya untuk terus memikat pembaca baru layak mendapatkan lebih banyak rasa hormat daripada ratusan ribu buku baru yang dijual tahun lalu.

Kembali lagi ke bangunan-bangunan di London. Mereka juga bisa tua dan aus seperti bangunan lainnya di Bumi: mereka mungkin tangguh, tetapi tidak akan tetap dalam kondisi baik tanpa perawatan manusia. Dan justru karena alasan inilah efek Lindy sangat berguna dalam memahami bangunan-bangunan ini.

Semakin lama sesuatu bertahan, semakin dalam signifikansi dan makna simboliknya, dan semakin banyak ujian yang telah dilaluinya.

Kota London modern, seperti kebanyakan kota dengan sejarah ratusan tahun, terbentuk dan terjalin dengan sendirinya di sekitar monumennya. Selama berabad-abad, keberuntungan dan perlindungan telah menjadikannya sebagai identitas kota.

Beberapa hari setelah kebakaran di Katedral Notre-Dame di Paris (yang berusia 800 tahun) awal tahun ini, dunia telah menjanjikan lebih dari satu miliar euro untuk mendanai rekonstruksi. Jika gedung Shard yang terbakar, kemungkinan kecil orang akan melakukan hal yang sama.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Hancurnya Notre Dame membuat orang sedih.

Kekuatan efek Lindy dan hubungan antara arsitektur dan budaya, juga dapat dilihat dari upaya mereka yang ingin menghilangkan sesuatu yang lama.

Atas nama efisiensi dan anti-penyembahan berhala, Arab Saudi selama beberapa dekade terakhir telah menghancurkan sejumlah besar warisan kuno. Tujuannya, untuk mengakomodasi jumlah besar peziarah yang mengunjungi kota suci Mekah, dan mengakomodasi ideologi Wahabi ultrakonservatif dari para penguasa.

Sebagian besar budaya dan warisan negara diperlakukan sebagai ancaman terhadap ideologi Wahabi, mungkin karena hal-hal yang telah bertahan selama berabad-abad itu adalah loyalitas yang lebih setia dan bertahan lama, dibandingkan dengan kesetiaan pada penguasa absolut.

Situasi itu serupa dengan apa yang dilakukan pemerintah China modern yang meratakan dan membersihkan kota-kotanya atas nama modernitas dan kemurnian ideologis. Strategi ini, dalam beberapa tahun terakhir, telah berubah menjadi ancaman dahsyat terhadap warga negara Muslim.

Efek Lindy menandai ancaman yang mendalam dan penghinaan bagi mereka yang ingin menyapu bersih kompleksitas dan ketegaran hubungan kita dengan masa lalu.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Memandang London, di mana yang lama dan baru beradu.

Pada titik ini, kesesuaian dalam konteks evolusi (yang telah membuktikan nilai dan kemampuan beradaptasinya dengan bertahan hidup) mungkin tampak bertentangan dengan salah satu prinsip dasar berargumen.

Jika Anda tidak dapat memberikan alasan yang baik, tidak masuk akal mempercayainya: dan mengatakan "hal seperti ini sudah lama terjadi" jelas bukan alasan yang baik untuk terus melakukan sesuatu.

Namun ini hanya akan jadi masalah jika kita bingung menempatkan alasan "baik" dalam arti alasan kuat dengan alasan "baik" dalam arti yang terpuji atau etis.

Banyak praktik mengerikan memiliki kekuatan yang mengerikan, karena alasan yang berakar pada bagian paling gelap dari sifat manusia: perbudakan, pembunuhan, pemerkosaan, fanatisme. Kejahatan manusia yang paling gelap juga merupakan bukti paling purba.

Karena alasan inilah segala upaya untuk memitigasi dan bergerak lebih cepat dari mereka harus juga sama-sama berakar dari pembacaan sejarah yang cermat.

Lindy adalah setengah dari perangkat Taleb untuk memikirkan masa depan. Setengah lainnya sama pentingnya: kerapuhan. Sesuatu menjadi rapuh ketika, alih-alih beradaptasi dan bertahan hidup, ia hancur berkeping-keping karena cobaan pertama.

Dalam skema evolusi benda-benda, individu sangat rapuh, tetapi kerapuhan ini memberikan ketahanan lebih besar bagi spesies mereka.

Keberadaan yang beragam dan saling bersaing dari individu yang fana memastikan adaptasi dan pembaruan dari generasi ke generasi. Variasi kehidupan yang sangat luas secara keseluruhan di planet ini telah memastikan akan ada yang selamat bahkan dari peristiwa yang paling dahsyat sekalipun.

Saat bicara soal kreasi manusia, bangunan, artefak, ide, ada adaptasi yang serupa. Bahkan bangunan yang paling tegar pun rapuh jika dilihat dalam skema besar.

Tetapi emosi dan gagasan yang menuntun kita untuk mengagumi, memelihara, dan meniru beberapa di antaranya, akan bertahan.

Seperti apa kata pepatah: "masalah signifikan apa yang dipecahkannya?" Dan "bagaimana itu membuat hidup lebih mudah?"

Jika Anda tidak dapat menjawab salah satu dari pertanyaan ini tentang sesuatu yang baru, jika Anda tidak bisa menghubungkan sementara ke keamanan dan keabadian, mungkin masuk akal untuk menunggu daripada mempertaruhkan diri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Mural di depan bekas gedung kedutaan AS di Teheran, Iran.

Jika Anda ingin memikirkan masa depan dalam hal kerapuhan dan kekokohan, Anda dapat membuat sketsa semacam persamaan berdasarkan hal di atas.

Masa depan adalah potongan-potongan masa lalu yang telah berevolusi dan bertahan, minus bagian-bagian masa kini yang paling mungkin pecah dan runtuh.

Dan di sinilah kita harus melihat apakah kita bisa memprediksi hal yang penting.

Seperti ditulis oleh penulis Ursula Le Guin, jika Anda ingin memahami apa yang bertahan lama, Anda lebih baik menjelajahi luasnya mitos daripada memperbaiki alur penalaran saat ini.

"Mitos sejati dapat bertahan selama ribuan tahun sebagai sumber spekulasi intelektual, kegembiraan religius, penyelidikan etis, dan pembaruan artistik yang tak berkesudahan. Misteri nyata tidak dihancurkan oleh alasan. Yang palsu bisa."

Tren baru yang besar, hal besar berikutnya? Tidak peduli seberapa besarnya, tren itu hampir pasti tidak akan bertahan lama. Hanya beberapa hal yang bisa. Pada akhirnya, tidak ada yang bertahan.

Namun beberapa fenomena menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Dan medan pertempuran kuno yang telah dipertaruhkan ada di dalam diri kita dan budaya kita: antara kebutuhan dan keinginan, cinta dan benci, kebebasan dan perbudakan. Itu adalah tempat di mana ketahanan sejati akan selalu ada.

Ketika Anda melihat saat ini, hampir semua yang Anda lihat adalah kebisingan. Dalam jangka panjang, itu hanya berarti gangguan.

Untuk mengutip bebas kutipan terkenal penulis William Gibson: masa depan sudah ada di sini, tetapi bagian terpentingnya sudah terjadi sejak dulu.

Versi asli tulisan ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca di How to think about the far future di laman BBC Future

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Shell Tolak Bongkar Rig yang Sudah Tidak Dipakai, Jerman Marah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Jerman, Rabu (16/10), mengatakan telah menyerukan dilangsungkannya suatu pertemuan inter...
Trump Bantah Beri Lampu Hijau pada Turki Untuk Serang Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden Amerika Donald Trump dengan tegas menolak tuduhan bahwa ia bertanggung jawab terhadap invas...
Kuba akan Izinkan Warga Beli Barang Impor dengan Mata Uang Asing
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah Kuba mengatakan akan memungkinkan warga negaranya menggunakan sepuluh mata uang asing unt...
Malaysia Perintahkan Peta China Dihapus dari Film “Abominable”
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Badan Sensor film Malaysia sudah memerintahkan agar adegan dalam film animasi “Abominable” yang ...
Trump Bela Keputusan Tarik Pasukan AS dari Suriah
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump, Rabu (16/10), mendapat teguran keras dari para anggota Kongres dari kedua ...
China Imbau Washington Segera Akhiri Perang Dagang
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Pemerintah China mengimbau Amerika Serikat untuk merundingkan penyelesaian masalah perang tarif anta...
Gempa Kuat Akibatkan Tanah Longsor di Filipina
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Gempa kuat yang mengguncang Filipina Selatan, Rabu malam (16/10), menyebabkan tanah longsor dan keru...
Anggota Parlemen Pro Demokrasi Hong Kong Kutuk Serangan dengan Kekerasan  
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Para anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong, Kamis (17/10), mengutuk serangan yang menggunakan kek...
Trump Harapkan Suksesnya Pertemuan di Ankara
Jumat, 18 Oktober 2019 - 18:05 WIB
Presiden AS Donald Trump mengharapkan “pertemuan yang sukses” di Ankara pada hari Kamis (17/10) ...
Terpopuler
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)