Pemerintah Australia Tak Beri Perlindungan Khusus Untuk Julian Assange
Elshinta
Selasa, 16 April 2019 - 08:47 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah Australia Tak Beri Perlindungan Khusus Untuk Julian Assange
ABC.net.au - Pemerintah Australia Tak Beri Perlindungan Khusus Untuk Julian Assange

Pemerintah Australia menyatakan tidak akan memberikan perlindungan khusus bagi warganya, Julian Assange, yang ditangkap polisi Inggris dari dalam gedung Kedutaan Ekuador di London.

Julian Assange ditangkap

  • Julian Assange ditangkap polisi Inggris dari dalam gedung Kedubes Ekuador
  • Dia berlindung di gedung tersebut selama enam tahun penuh, menghindar dari ancaman ekstradisi ke AS
  • AS mengincar pendiri website WikiLeaks ini dengan tuduhan membocorkan rahasia militer

Pendiri website WikiLeaks ini pada hari Kamis waktu setempat telah disidangkan dan dinyatakan bersalah melanggar pembebasan bersyaratnya pada 2012.

Assange berdalih bahwa dirinya tidak bisa mengharapkan persidangan yang adil di Inggris. Pasalnya, negara itu bertujuan mengekstradisi dirinya ke Amerika Serikat.

Assange bersikukuh tidak bersalah karena tak menyerahkan diri ke pengadilan pada 2012 lalu.

Namun hakim di pengadilan Westminster Magistrates berpendapat lain.

"Penyataan terdakwa bahwa dia tak mendapatkan persidangan yang adil itu lucu," kata hakim Michael Snow.

"Perilakunya menunjukkan dia seorang narsis yang tak mau melewatkan kepentingan dirinya sendiri," tambahnya.

Assange menghadapi tuduhan penyerangan seksual di Swedia ketika dia memasuki Kedutaan Ekuador di London 2012. Dia berdalih takut diekstradisi ke AS.

Assange tinggal dalam kedutaan itu selama total enam tahun. Namun dalam beberapa bulan terakhir, hubungannya dengan tuan rumah semakin memburuk.

Pihak Kedutaan Ekuador kemudian mengundang polisi Inggris untuk menangkap Assange. Ekuador juga telah mencabut status kewarganegaraan Assange.

Tuduhan penyerangan seksual di Swedia sebenarnya telah dibatalkan. Namun tuduhan pelanggaran pembebasan bersyarat masih berlaku.

Pelanggaran atas tuduhan seperti terancam hukuman penjara 12 bulan. Kini dia ditahan untuk sidang vonis.

Tanggapan Pemerintah Australia

PM Australia Scott Morrison menegaskan Assange tidak akan diberikan perlakuan khusus, namun akan diperlakukan sama seperti warga Australia lainnya, akan diberikan dukungan konsuler.

"Ketika warga Australia bepergian ke luar negeri dan mengalami kasus hukum, mereka akan menghadapi sistem hukum di negara yang bersangkutan, terlepas kejahatan apa yang dituduhkan ke mereka," kata PM Morrison.

"Begitulah sistem yang berlaku," jelasnya.

Sementara itu pelapor kasus Assange di Swedia kabarnya meminta kasus ini dibuka kembali.

Pengacara yang mewakili pelapor tersebut, Elisabeth Massi Fritz, bertekad membuka kembali kasus ini agar Assange dapat diekstradisi ke Swedia untuk diadili dengan tuduhan pemerkosaan.

Wanita Swedia lainnya Anna Ardin yang juga menuduh Assange menyerangnya secara seksual, menyatakan pria asal Australia itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Diincar pihak AS

AS menuduh pendiri WikiLeaks ini terlibat konspirasi dengan Chelsea Manning pada 2010, dalam membocorkan data rahasia militer.

Dia terancam hukuman maksimum penjara lima tahun atas tuduhan ini.

Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa Assange "berperan dalam salah satu pembocoran terbesar informasi rahasia dalam sejarah Amerika Serikat".

"Pada Maret 2010, Assange terlibat konspirasi dengan Chelsea Manning, mantan analis intelijen Angkatan Darat AS, membantu Manning memecahkan kata sandi di komputer Departemen Pertahanan AS yang terhubung ke Secret Internet Protocol Network (SIPRNet), jaringan pemerintah AS untuk dokumen dan komunikasi rahasia," katanya.

Manning sendiri kini menjalani hukuman penjara karena menolak bersaksi di depan dewan juri yang menyelidiki kasus WikiLeaks.

Assange menjadi pemberitaan utama dunia pada awal 2010 ketika website yang didirikannya WikiLeaks menyebarkan video helikopter Apache tentara AS menyerang belasan orang warga di Baghdad, termasuk dua orang dari kantor berita Reuters.

Pengacara Assange, Jennifer Robinson, mengatakan penangkapannya oleh polisi Inggris kali ini merupakan "preseden berbahaya bagi organisasi media dan wartawan".

"Sejak 2010 kami sudah memperingatkan bahwa Julian Assange akan menghadapi penuntutan dan ekstradisi ke Amerika Serikat untuk kegiatan penerbitannya dengan WikiLeaks," katanya.

"Preseden ini berarti setiap jurnalis dapat diekstradisi untuk diadili di Amerika Serikat karena telah menerbitkan informasi yang benar tentang Amerika Serikat," katanya.

Pengadilan Westminster akan menyidangkan Assange pada 2 Mei untuk kasus permintaan ekstradisi ke AS.

ABC/wires

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Demonstran Tuntut Gubernur Puerto Rico Mundur
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Protes terhadap Gubernur Puerto Rico Ricardo Rosselló berlanjut ke hari keempat, Selasa (16/7), men...
Game of Thrones Raih 32 Nominasi Piala Emmy
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Film produksi HBO, "Game of Thrones" hari Selasa (16/7) mencatat rekor dengan meraih nominasi Emmy t...
Menhan Jerman Terpilih menjadi Ketua Komisi Uni Eropa
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen menang tipis dalam pemilihan presiden Komisi Eropa ha...
Kardinal Irak Prihatian dengan Masa Depan Umat Kristen di Negaranya
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Departemen Luar Negeri AS menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Kebebasan Beragama yang kedua...
AS dan Perancis Beda Pendapat soal Pajak Teknologi 
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Kelompok-7 (G7) mengadakan pembicaraan Rabu (17/7) d...
Mantan PM Malaysia Najib Razak disebut habiskan Rp11,2 miliar sehari untuk beli perhiasan mewah
Rabu, 17 Juli 2019 - 10:12 WIB
Jaksa di Malaysia menyebut mantan perdana menteri Najib Razak mengeluarkan dana lebih dari US$800.00...
Filipina Ancam akan Putuskan Hubungan dengan Islandia Terkait Penyelidikan PBB
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:06 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan diplomatik denga...
Korut Kritik Rencana Latihan Militer AS-Korsel
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:06 WIB
Korea Utara telah mengkritik rencana Amerika untuk mengadakan latihan militer bersama bulan depan de...
Gedung Runtuh di India: 4 Tewas, Beberapa Dikhawatirkan Terperangkap
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:06 WIB
Sebuah gedung tempat tinggal berlantai empat runtuh, Selasa (16/7), di Mumbai, ibukota keuangan dan ...
Pakistan Buka Kembali Wilayah Udaranya untuk Penerbangan Sipil
Rabu, 17 Juli 2019 - 09:06 WIB
Pakistan telah membuka kembali wilayah udaranya untuk semua penerbangan sipil, mengakhiri pembatasan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once