Ribuan Demonstran di Eropa Serukan Tindakan untuk Atasi Perubahan Iklim
Elshinta
Senin, 24 Juni 2019 - 08:19 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ribuan Demonstran di Eropa Serukan Tindakan untuk Atasi Perubahan Iklim
VOA Indonesia - Ribuan Demonstran di Eropa Serukan Tindakan untuk Atasi Perubahan Iklim
Ribuan pelajar dari berbagai penjuru Eropa hari Jumat (21/6) berdemonstrasi di dekat sebuah tambang batu bara di Jerman Barat, mendesak pemerintah agar mengambil tindakan berani menghadapi perubahan iklim. Penyelenggara menyatakan hingga 20 ribu demonstran dari 16 negara ambil bagian dalam unjuk rasa di Aachen, di dekat perbatasan Jerman dengan Belgia dan Belanda. Para demonstran membawa spanduk dengan slogan-slogan seperti “Keserakahan kalian mengorbankan masa depan kami” dan “hentikan penambangan batu bara.” Protes ini berlangsung sehari setelah para pemimpin Uni Eropa gagal menyepakati rencana untuk membuat blok ekonomi ini mencapai kondisi karbon netral pada tahun 2050. Beberapa negara besar Eropa, termasuk Inggris, Perancis dan Jerman, telah mendukung sasaran itu, tetapi negara-negara yang mengandalkan batu bara di bagian timur, seperti Polandia, menghalangi konsensus mengenai proposal itu, yang mewajibkan pengurangan bertahap penggunaan bahan bakar fosil sampai hampir-hampir tidak menggunakannya sama sekali. Protes hari Jumat ini berlangsung di dekat lokasi salah satu tambang batu bara muda terbesar di Jerman. Tambang itu telah menjadi fokus protes lingkungan hidup dalam beberapa tahun ini karena operatornya, perusahaan utilitas RWE, mengancam akan menebangi hutan di dekatnya. Protes-protes lebih lanjut diperkirakan berlangsung di lokasi tersebut pada akhir pekan ini. Polisi Jerman telah mengerahkan ratusan petugas dan meriam air untuk mencegah pembangkit listrik di dekatnya diblokir oleh pengunjuk rasa. Pemerintah Jerman sebelumnya menyetujui rencana nasional untuk mengakhiri penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik pada tahun 2038, tetapi untuk mengatasi sebagian kebutuhan itu Jerman perlu mengimpor gas alam. [uh/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
China Akui Staf Konsulat Inggris Ditahan 15 Hari
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
China mengatakan, seorang staf konsulat Inggris di Hong Kong telah dikenai tahanan administratif sel...
Kebakaran Hutan Mereda di Spanyol, Sebagian Warga Diizinkan Pulang
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pihak berwenang di Kepulauan Canary, mengatakan suhu yang menurun dan angin yang melemah telah memba...
Thailand akan Bentuk Pusat Penangkalan Berita Bohong
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Pemerintah Thailand telah mengumumkan rencana untuk membentuk pusat penangkalan berita-berita di med...
Kapal AL Spanyol Tetap Siaga Untuk Selamatkan Migran di Italia
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Wakil PM Spanyol Carmen Calvo mengatakan, Rabu (21/8), sebuah kapal angkatan laut negaranya akan tet...
Pemimpin Oposisi Venezuela: Orang-orang Dekat Madura Berusaha Selamatkan Diri
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah perwakilan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pemerintahan Presiden Venezuela N...
Aktivis Suriah: Serangan Udara Hantam Rumah Sakit di Desa Pemberontak
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Sejumlah aktivis oposisi Suriah mengatakan, sejumlah serangan udara menghantam sebuah rumah sakit di...
Beijing Serukan agar AS Capai Kesepakatan Dagang dengan China
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Beijing menyerukan agar Washington untuk membuat kesepakatan dagang dengan China dan mengakhiri per...
Iran Usahakan Redenominasi Mata Uangnya
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden Iran Hassan Rohani telah mengajukan sebuah RUU ke parlemen yang akan meredenominasi rial...
PM Denmark Sesalkan Pembatalan Kunjungan Trump Setelah Tolak Penjualan Greenland
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
PM Denmark Mette Frederiksen mengatakan, Rabu (21/8), ia menyesalkan dan terkejut dengan keputusan...
Trump Benarkan Penolakan Denmark soal Greenland Membuatnya Batalkan Kunjungan
Kamis, 22 Agustus 2019 - 08:48 WIB
Presiden AS Donald Trump mengakui ia membatalkan lawatan ke Denmark karena perdana menteri negara i...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)