Menlu AS Bela Kesepakatan AS dengan Meksiko untuk Hindari Tarif
Elshinta
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menlu AS Bela Kesepakatan AS dengan Meksiko untuk Hindari Tarif
VOA Indonesia - Menlu AS Bela Kesepakatan AS dengan Meksiko untuk Hindari Tarif
Menteri Luar Negeri Mike Pompeo membela kesepakatan yang dicapai pemerintahan presiden Donald Trump dengan Meksiko untuk membendung arus migran Amerika Tengah ke perbatasan Amerika-Meksiko serta untuk menghindari ancaman tarif hukuman terhadap Meksiko yang dilontarkan Trump. Para kritikus menyatakan bahwa kesepakatan yang dicapai Jumat malam itu hanya sedikit membuahkan hal baru dan bahwa berbagai prakarsa di dalamnya telah dibahas sebelum presiden melontarkan ancaman tarifnya.  Masalah migran dari Amerika Tengah yang bergerak menuju perbatasan selatan Amerika Serikat telah ditangani dengan cara baru, dengan suatu kesepakatan yang “mencerminkan diplomasi terbaik,” kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Pompeo mengemukakan, “Mereka yang melintasi perbatasan selatan Amerika Serikat untuk meminta suaka akan segera dipulangkan ke Meksiko, di mana mereka mungkin menunggu keputusan pengadilan mengenai klaim suaka mereka. Kami telah menyaksikan ini sebelumnya; kami mampu menangani beberapa ratus orang per hari. Sekarang kami memiliki kemampuan untuk melakukan ini dengan kecepatan luar biasa dan melakukannya dengan cara yang akan menimbulkan perbedaan mendasar dalam perhitungan mereka yang memutuskan untuk singgah di Meksiko dalam upaya memasuki Amerika Serikat.“ Ketika ditanya apa yang membuat kesepakatan kali ini berbeda dari perundingan sebelumnya, Pompeo mengatakan skala kesepakatan dan komitmen dari Meksiko kali ini berbeda, dan bahwa kesepakatan-kesepakatan tersebut tidak akan terwujud tanpa ancaman tarif yang dilontarkan presiden. Juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus mengatakan, "Kami memperkirakan akan melihat pengurangan jumlah yang dramatis dalam beberapa pekan dan bulan mendatang. Dan saya ingin katakan bahwa pemerintah Meksiko sangat percaya pada aksi yang mereka ambil bahwa hal itu akan menimbulkan pengurangan yang dramatis.” Di Gedung Putih pada hari Senin seorang wartawan bertanya kepada Presiden Donald Trump mengenai apa yang ia sebut sebagai “perjanjian rahasia” tambahan dengan Meksiko, setelah Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard menyatakan tidak ada kesepakatan di luar apa yang dibeberkan secara rinci pada hari Jumat lalu. Presiden Trump mengatakan, "Kami memiliki kesepakatan mengenai sesuatu yang akan mereka umumkan segera. Semua telah beres. Mereka harus mendapatkan persetujuan, dan akan mendapatkannya. Jika itu tidak mendapatkan persetujuan, kami akan memikirkan tentang tarif atau apapun, tetapi ini adalah aspek lain dari apa yang telah kami lakukan. Ini semua beres berkat tarif dan berkat hubungan yang kita miliki dengan Meksiko. Saya berbicara dengan Presiden (Meksiko) kemarin.” Dalam suatu pernyataan bersama dengan Amerika pada hari Jumat, Meksiko menyatakan akan mengerahkan 6.000 anggota Garda Nasional di perbatasan selatannya dengan Guatemala dan kedua negara akan mengevaluasi keberhasilan tindakan itu dalam 45 hari. Ancaman tarif yang dilontarkan Trump seharusnya mulai diberlakukan hari Senin, tetapi Trump menangguhkannya tanpa batas. [uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jepang Tegaskan Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung Tahun 2021
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Seorang juru bicara Olimpiade Tokyo, Kamis (9/7), mengatakan, pesta olahraga akbar yang tertunda itu...
YouTube Tak Perlu Ungkap Data Lengkap Tersangka Pencuri Hak Kekayaan Intelektual
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pengadilan tertinggi Uni Eropa, Kamis (9/7), memutuskan bahwa platform-platform online tidak perlu m...
Delegasi Militer AS Disambut Tes Corona di Thailand
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Delegasi Angkatan Darat AS, yang dipimpin Ketua Gabungan Kepala-kepala Staf Militer AS, Jenderal Jam...
Wali Kota Seoul Hilang Setelah Tinggalkan ‘Surat Wasiat’
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Anjing polisi dan drone dikerahkan untuk mencari wali kota Seoul, kota terbesar di Korea Selatan, ha...
Jerman Anggap Ekstremis Sayap Kanan sebagai Ancaman Keamanan Tertinggi
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Menteri Dalam Negeri Jerman mengatakan hari Kamis (9/7) bahwa ekstremisme sayap kanan merupakan anca...
Pengungsi Rohingya Tak Diizinkan Tinggalkan Pulau Kecuali Kembali ke Myanmar
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Lebih dari 300 pengungsi Rohingya tidak akan diizinkan meninggalkan pulau di Teluk Bengala kecuali m...
Langgar HAM di Xinjiang, 3 Pejabat Partai Komunis China Terkena Sanksi AS
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemerintah Amerika hari Kamis (9/7) memberlakukan sanksi terhadap tiga pejabat senior Partai Komunis...
WHO Bentuk Panel Independen untuk Evaluasi Respons Covid-19
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kamis (9/7) menunjuk mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Cla...
Pemprov Jabar Irit Bicara Soal Kluster Secapa AD
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Pemprov Jawa Barat tidak berkomentar banyak soal klaster baru penularan COVID-19 di Sekolah Calon Pe...
Pentagon: AS Tak Tahu Apakah Rusia Mengarahkan Serangan Taliban di Afghanistan
Jumat, 10 Juli 2020 - 10:12 WIB
Amerika Serikat percaya Rusia, di masa lalu memberikan dukungan kepada gerilyawan Taliban di Afghan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV