Enam Pria di India Dinyatakan Bersalah Memperkosa Anak Perempuan Delapan Tahun
Elshinta
Rabu, 12 Juni 2019 - 07:44 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Enam Pria di India Dinyatakan Bersalah Memperkosa Anak Perempuan Delapan Tahun
ABC.net.au - Enam Pria di India Dinyatakan Bersalah Memperkosa Anak Perempuan Delapan Tahun

Enam pria yang terlibat pemerkosaan bocah putri Muslim berusia 8 tahun di Jammu dan Kashmir tahun lalu, kini dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Kasus ini memicu kemarahan besar serta kecaman terhadap partai berkuasa di India, BJP.

Kasus Pemerkosaan di India

Kecaman terhadap BJP muncul karena beberapa anggota partai ini menentang adanya tuduhan terhadap para pelaku.

Anak perempuan yang berasal dari suku nomadik yang biasa hidup di hutan di Kashmir dibius dan disekap di dalam sebuah kuil dan diperkosa selama satu minggu sebelum kemudian dijerat lehernya dan dipukuli sampai mati dengan batu di bulan Januari 2018.

Menurut jaksa penuntut, penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan anak tersebut merupakan bagian dari usaha untuk mengusir suku nomadik dari daerah tersebut.

Diantara yang ditangkap dan dikenai tuduhan adalah seorang pendeta Hindu, dan petugas polisi, sehingga menimbulkan ketegangan antara warga Hindu dan Muslim di daerah tersebut.

"Ini adalah kemenangan untuk kebenaran." kata jaksa penuntut M Farooqi kepada media di luar gedung pengadilan.

"Anak perempuan dan keluarganya mendapat keadilan. Kami puas dengan keputusan hakim."

Jaksa penuntut sekarang meminta tiga terdakwa - pendeta Hindu Sanji Ram, Deepak Khajuria dan Parvesh Kumar — dijatuhi hukuman mati karena bersalah melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

Tiga orang lainnya Surinder Kumar, Tilak Raj dan Anand Dutta dinyatakan bersalah dengan tuduhan menghilangkan barang-barang bukti.

Pengacara yang membela para terdakwa mengatakan kepada media bahwa mereka akan mengajukan banding atas keputusan bersalah tersebut.

Kasus ini mengejutkan India, yang sejauh ini sudah memiliki catatan buruk untuk kasus kekerasan terhadap wanita dan anak0anak perempuan.

India sudah menerapkan hukuman mati terhadap para pemerkosa yang melakukan tindakan terhadap mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Peradilan yang dilakukan secara tertutup dimulai sekitar setahun lalu di Pathankot, sebuah kota sekitar 70 km dari lokasi kejadian di desa Rasana di distrik Kathua di negara bagian Jammu dan Kashmir,

Mahkamah Agung India memindahkan peradilan ke negara bagian Punjab setealh keluarga korban dan pengacaranya mengatakan mereka mendapat ancaman mati.

Pengacara setempat dan para politisi Hindu lokal termasuk beberapa dari partai berkuasa, BJP mengadakan protes menentang keputusan polisi menjatuhkan tuduhan.

India sudah lama mengalami masalah dengan kekerasan terhadap anak-anak an perempuan.

Laporan kasus pemerkosaan meningkat 60 persen ke angka 40 ribu dari tahun 2012 ke 2016, menurut statistik pemerintah dan banyak kasus yang tidak dilaporkan khususnya di daerah pedesaan.

Dalam kasus ini, delapan orang dinyatakan terlibat dalam pemerkosaan.

Pria ketujuh, Vishal dinyatakan tidak bersalah hari Senin, dan orang ke delapan, seorang remaja, masih menjalani pengadilan.

Hukuman mati di India dilakukan biasanya dengan tiang gantungan.

AP

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once