Kasus COVID Naik, Kota Xian di China Terapkan Lockdown Terketat Tahun Ini
Elshinta
Sabtu, 25 Desember 2021 - 07:27 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus COVID Naik, Kota Xian di China Terapkan Lockdown Terketat Tahun Ini
ABC.net.au - Kasus COVID Naik, Kota Xian di China Terapkan Lockdown Terketat Tahun Ini

Pemerintah China menerapkan 'lockdown' di kota Xian, setelah kasus COVID-19 meningkat di kota berpenduduk 13 juta orang tersebut.

Jumlah kasus harian meningkat selama enam hari berturut-turut sejak 17 Desember, menurut laporan kantor berita Reuters pada hari Kamis (23/12).

Pengumuman 'lockdown' juga memicu kepanikan warga yang memborong barang-barang.

Media milik Pemerintah China melaporkan semua warga diperintahkan tinggal di rumah, kecuali jika memiliki alasan mendesak. 

Hanya satu orang dari setiap rumah tangga yang diizinkan keluar setiap dua hari untuk membeli keperluan rumah tangga.

Tapi sejumlah warga mempertanyakan apakah satu orang per keluarga itu akan benar-benar boleh keluar rumah.

"Manajemen kompleks perumahan mengatakan kami bisa keluar rumah jika punya hasil tes PCR selama 48 jam terakhir. Tapi bagaimana kami bisa tes kalau tidak bisa keluar?" demikian salah satu unggahan di media sosial Weibo.

"Tidak ada tempat tes di kompleks perumahan! Benar-benar kebijakan yang kontradiktif!" tambahnya.

Rabu kemarin, Xian melaporkan 52 kasus baru COVID-19 yang ditularkan secara lokal dalam 24 jam terakhir.

China mengadopsi langkah pengendalian pandemi yang ketat, dengan kebijakan "nol penularan", sehingga 'lockdown' dan tes massal sering dilakukan.

Langkah-langkah tersebut semakin ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir menjelang dimulainya Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Beijing pada 4 Februari mendatang.

'Semoga bisa diatasi dalam seminggu'

Warga kota Xian, kota tempat ditemukannya ribuan patung terakota, tidak diizinkan meninggalkan kota, kecuali dalam keadaan darurat.

Stasiun bus jarak jauh telah ditutup dan pos pemeriksaan dipasang di jalan raya menuju kota.

Sejumlah besar penerbangan dari bandara Xian juga telah dibatalkan.

Warga Xian, Siyu Zhang, mengatakan kepada ABC jika hotel tempat dia biasanya bekerja sekarang digunakan sebagai fasilitas karantina.

Pria berusia 29 tahun itu mengatakan dia berharap wabah itu bisa diatasi dengan cepat.

"Belum jelas kapan lockdown akan berakhir, ini masih dalam periode wabah dengan puluhan kasus baru setiap hari," kata Siyu.

"Tapi, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kami berharap semoga bisa diatasi dalam seminggu," ujarnya.

Siyu mengaku tidak khawatir dengan kebutuhan sehari-hari, karena ada jaminan dari pemerintah.

Namun karena situasi yang tidak pasti, keluarga Zhang memutuskan untuk tinggal di Xian hingga perayaan Tahun Baru Imlek.

'Saya merasa hancur'

Sejumlah warga yang panik mulai memborong barang di toko, meski Pemerintah China menjamin pasokan kebutuhan sehari-hari akan ditambah pada hari ini.

"

"Saya merasa hancur karena tidak akan bisa pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru," tulis pengguna Weibo, Yi Yan Xian Che.

"

"Masalahnya keluarga kami yang terdiri dari tiga orang bergantung pada penghasilan istri saya sebesar RMB2.000 [kurang dari Rp4,5 juta] per bulan untuk bertahan hidup. Bagaimana kami hidup sekarang?" ujar pengguna lainnya.

Banyak pula pengguna jejaring sosial di China yang mempertanyakan kapan 'lockdown' dan pandemi COVID-19 akan berakhir.

'Lockdown 'di Xian menjadi salah satu yang paling ketat sejak Pemerintah China memberlakukannya terhadap  11 juta penduduk kota Wuhan pada tahun 2020.

AP/Reuters/ABC

Diproduksi oleh Farid Ibrahim. Simak artikel lainnya dari ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Liburan ke Luar Negeri dan Asisten Pribadi. Inilah Cara Perusahaan di Australia Mencari dan Mempertahankan Karyawan
Jumat, 27 Mei 2022 - 10:19 WIB
Di tahun 1990-an, di masa berkembangnya banyak perusahaan baru di bidang teknologi, perusahaan menaw...
Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang pria bersenjata berusia 18 tahun melakukan penembakan massal di sekolah dasar Robb Elementar...
Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan Kunjungi Delapan Negara Pasifik Termasuk Timor Leste
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Pemerintah China mengukuhkan bahwa Menlu Wang Yi akan mengadakan kunjungan ke beberapa negara Pasifi...
Senang Banyak Imigran Terpilih: Reaksi Pemilih Asal Indonesia Terhadap Hasil Pemilu Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Andika Mongilala tak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat melihat hasil pemilu Australia yang men...
Masa Lockdown Pandemi di Australia Sebabkan 70% Pelajar Mengalami Masalah Kesehatan Mental
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Sebuah survei nasional di Australia mengungkapkan dampak COVID dan lockdown terhadap pelajar yang ke...
Akankah Presiden Baru Filipina Melanjutkan Perang Narkoba yang Menewaskan Ribuan Warga?
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Di hari-hari terakhir masa kepresidenannya yang 'liar dan berdarah', Rodrigo Duterte meras...
Serangan Rasisme Masih Dialami Warga Keturunan Asia di Australia
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Cassandra Au dan suaminya terpaksa meninggalkan liburan mereka di Cook Islands ketika Australia menu...
Inilah Sebagian Korban Penembakan Massal di Sekolah Dasar di Texas
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB
Seorang murid perempuan dengan bangga menunjukkan buku rapor kenaikan kelas dengan nilai yang bagus ...
Oposisi Australia Menang Pemilu, Anthony Albanese Dilantik Jadi Perdana Menteri Baru
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese dilantik sebagai perdana menteri ke-31 Australia, setelah mem...
Dari Perumahan Rakyat ke Kursi Perdana Menteri Australia, Inilah Sosok Anthony Albanese
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:40 WIB
Gubernur Jenderal Australia baru saja melantik Anthony Albanese sebagai Perdana Menteri yang ke-31, ...
InfodariAnda (IdA)