Jerman akan Cabut Larangan Iklan Aborsi
Elshinta
Kamis, 23 Desember 2021 - 10:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jerman akan Cabut Larangan Iklan Aborsi
VOA Indonesia - Jerman akan Cabut Larangan Iklan Aborsi
Menteri Kehakiman Jerman mengatakan ia akan mengajukan undang-undang bulan depan yang akan menghapus hukum pidana bagi dokter yang ”mengiklankan aborsi -- salah satu dari beberapa kebijakan sosial liberal yang direncanakan pemerintah baru. Tiga partai yang membentuk pemerintahan Kanselir Olaf Scholz telah lama menentang aturan terkait iklan aborsi yang berlaku saat ini, tetapi aturan itu dipertahankan oleh partai konservatif  pimpinan mantan Kanselir Angela Merkel, yang saat ini menjadi pihak oposisi. Menteri Kehakiman Marco Buschmann mengatakan dalam komentarnya di surat kabar Funke yang terbit pada Rabu (22/12) bahwa ada reformasi besar-besaran pada kebijakan sosial. Ia mengatakan langkah pertama adalah menghapus sebuah paragraf dalam KUHP Jerman yang melarang iklan aborsi yang pelanggarnya bisa dikenai denda atau hukuman penjara hingga dua tahun. Berdasarkan kesepakatan kompromi pada 2019, pemerintah Merkel membiarkan larangan itu secara resmi berlaku, tetapi mengizinkan dokter dan rumah sakit untuk mengatakan di situs web mereka bahwa mereka menyediakan layanan aborsi. Namun, mereka tidak diizinkan untuk memberikan informasi lebih rinci. Buschmann mengatakan apa yang disebut paragraf 219a merupakan “risiko hukuman bagi dokter yang melakukan aborsi legal yang memberikan informasi faktual di internet, dan itu “tidak masuk akal. “Banyak perempuan kesulitan mencari informasi mengenai aborsi di internet, katanya. “Sayangnya, dokter yang secara profesional memiliki kualifikasi terbaik untuk memberi tahu mereka tidak boleh memberikan informasi itu di sana. Perubahan lain pada kebijakan sosial yang direncanakan oleh koalisi pemerintahan baru adalah menghapus undang-undang berusia 40 tahun yang mengharuskan orang transeksual untuk mendapatkan penilaian psikologis dan keputusan pengadilan sebelum secara resmi mengubah gender, sebuah proses yang sering kali melibatkan pertanyaan-pertanyaan intim. Koalisi pemerintahan baru berjanji untuk menggantinya dengan undang-undang menentukan nasib sendiri. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandid...
AS, Korsel Isyaratkan Peningkatan Kapabilitas Militer Terhadap Korut
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengisyaratkan peni...
Korban Tewas Runtuhnya Terowongan Kashmir Tambah Jadi 9
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Sejumlah pejabat mengatakan bahwa petugas penyelamat menemukan jenazah delapan pekerja di wilayah Ka...
AS Antisipasi Penjatahan Vaksin COVID Tanpa Penambahan Anggaran
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Gedung Putih merencanakan sejumlah langkah untuk menghadapi apa yang disebutnya "kondisi gawat tidak...
Rusia Klaim Menang di Mariupol Picu Keprihatinan Nasib Tahanan Perang
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Klaim Rusia bahwa pihaknya sudah berhasil merebut pabrik baja di Mariupol yang selama ini menjadi la...
Rusia: 963 Orang Amerika Dilarang Masuk
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Rusia mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa pihaknya sejauh ini melarang 963 orang Amerika Serikat (AS)...
Pasukan Terakhir Ukraina di Mariupol
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Pasukan Ukraina yang bertekad untuk mempertahankan pabrik baja sampai titik darah terakhir di Mariup...
Tornado Hantam Jerman, 40 Orang Cedera
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Badan cuaca Jerman mengatakan sebuah badai yang menyapu melintasi Jerman telah menimbulkan tiga torn...
Makin Banyak Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Belanda
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Otoritas kesehatan Belanda mengumumkan lebih banyak ditemukanya kasus cacar monyet (monkeypox) pada ...
Setelah Hengkang, Bisnis Barat Kembali ke Rusia Melalui Merek Baru
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Restoran waralaba cepat saji McDonalds Corp menjual restorannya di Rusia kepada salah satu pemegang ...
InfodariAnda (IdA)