Putin Tuntut Jaminan Keamanan untuk Rusia, Tuduh Barat Sulut Ketegangan di Eropa
Elshinta
Kamis, 23 Desember 2021 - 10:13 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Putin Tuntut Jaminan Keamanan untuk Rusia, Tuduh Barat Sulut Ketegangan di Eropa
DW.com - Putin Tuntut Jaminan Keamanan untuk Rusia, Tuduh Barat Sulut Ketegangan di Eropa

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan dengan para petinggi militer hari Selasa (21/12) kembali menegaskan tuntutannya agar NATO menolak keanggotaan Ukraina dan negara-negara bekas Uni Soviet lainnya untuk menjadi anggota. Dia juga minta NATO menghentikan penempatan pasukan di Eropa Tengah dan Timur.

Tuntutan itu sebelumnya sudah disampaikan Putin dalam usulan rancangan perjanjian keamanan antara Moskow dengan AS maupun dengan NATO. Putin membantah bahwa Rusia memiliki rencana untuk menyerang Ukraina,namun mendesak jaminan hukum yang bahwa NATO tidak akan berekspansi lebih jauh ke Eropa Timur dan menempatkan senjata maupun pasukan di sana.

Presiden Rusia mengatakan, jika sistem rudal AS dan NATO muncul di Ukraina, rudal-rudal itu hanya butuh beberapa menit untuk mencapai Moskow. "Bagi kami, ini adalah tantangan paling serius, tantangan bagi kami keamanan," katanya dan menambahkan, inilah alasan utama mengapa negaranya membutuhkan "jaminan jangka panjang yang mengikat secara hukum" dari Barat, bukannya "jaminan-jaminan verbal, kata-kata dan janji" yang tidak dapat dipercaya oleh Moskow.

AS tolak tuntutan Putin

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Washington bekerja dengan sekutu Eropa untuk mengatasi apa yang disebutnya ancaman "agresi Rusia" dengan diplomasi, tetapi Presiden Joe Biden "menentang" jaminan sebagaimana diinginkan oleh Putin.

"Presiden telah sangat jelas (posisinya) selama bertahun-tahun tentang beberapa prinsip dasar yang tidak berubah: Prinsip bahwa satu negara tidak memiliki hak untuk mengubah secara paksa perbatasan negara lain, bahwa satu negara tidak memiliki hak untuk mendikte kebijakan orang lain atau memberi tahu negara itu dengan siapa mereka mungkin menjalin hubungan," kata Blinken kepada wartawan di Washington.

Hubungan Rusia dengan AS merosot ke tingkat terendah pasca-Perang Dingin setelah Rusia mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mendukung pemberontakan separatis di Ukraina timur. Ketegangan kembali memningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah Moskow mengerahkan puluhan ribu tentara ke dekat perbatasan Ukraina.

Putin menelpon pemimpin Prancis dan Jerman

Pada Selasa malam (21/12), Putin membicarakan usulan Rusia dalam panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Olaf Scholz. Menurut Kremlin, Putin memberi tahu Macron tentang "upaya diplomatik Moskow dalam masalah ini," dan memberi "ulasan terperinci" kepada Olaf Scholz tentang rancangan perjanjian keamanan AS-Rusia dan NATO-Rusia yang diutarakan pekan lalu.

Konflik di Ukraina timur juga dibahas dalam kedua panggilan telepon, dengan Putin mengklaim bahwa Kiev enggan mengimplementasikan perjanjian Minsk - kesepakatan damai yang ditengahi oleh Prancis dan Jerman pada tahun 2015 yang bertujuan mengakhiri permusuhan skala besar di wilayah itu.

Namun hingga kini, semua upaya untuk mencapai penyelesaian politik dalam konflik Ukraina, yang telah menewaskan lebih dari 14.000 orang, telah gagal dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok separatis yang didukung Rusia tetap berlanjut secara sporadis.

hp/vlz (ap, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Kemandirian menjadi elemen penting di Panti Asuhan Manarul Mabrur di Semarang. Rois tidak ingin anak...
Merajut Asa di Panti Manarul Mabrur, Asuh Bayi yang Lahir di Luar Pernikahan
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
"Anakku... Anakku.... Anakku...." Rois Bawono Hadi, 56, mendekap sambil menyenandungkan s...
Infeksi COVID-19 di Korea Utara Diduga Capai 2 Juta Kasus
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Korea Utara meningkatkan produksi pasokan medis di tengah wabah virus corona yang tengah menghantam ...
Ramos-Horta Dilantik sebagai Presiden Timor Leste pada Hari Kemerdekaan
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Memperingati hari kemerdekaan pada Jumat (20/05), ribuan warga Timor Leste merayakannya dengan konse...
Isu Ekonomi Bayangi Putaran Pemilu Akhir Australia
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan pemimpin oposisi Anthony Albanese menargetkan kursi mar...
Presiden Ramos-Horta Ingin Dekatkan Timor Leste Kepada Cina
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Ribuan warga Timor Leste menyambangi ibu kota Dili untuk menyaksikan upacara pelantikan Jose Ramos-H...
Bencana Kelaparan Mendekat, Sri Lanka Kesulitan Keluar dari Krisis
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Keputusan Presiden Gotabaya Rajapaksa melarang impor pupuk kimia pada April 2021 lalu, berdampak mem...
Polusi Karbon Catatkan Rekor Baru pada 2021
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Laporan yang dipublikasikan Badan Meteorologi Dunia (WMO), Rabu (18/5) silam, menyimpulkan betapa em...
Apakah Kereta Super Cepat Hyperloop Sudah Siap Untuk Digunakan?
Senin, 23 Mei 2022 - 10:01 WIB
Bagaimanakah wujud perjalanan di masa depan? Bisakah kereta Hyperloop meluncur hingga 1.200 km/jam d...
Opini: Rusia Harus Biayai Rekonstruksi Ukraina
Jumat, 20 Mei 2022 - 11:13 WIB
Tidak, Finlandia tidak melakukan "kesalahan" karena mengajukan keanggotaan NATO, seperti y...
InfodariAnda (IdA)