A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/lib/php/sessions/ci_sessionvkbhs34blrg5amkdj8rtn8kebdarv5ir): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/lib/php/sessions)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once

Ada Kartu Kredit Syariah, Apa Saja Perbedaannya Dibandingkan Kartu Kredit Konvensional?
Ada Kartu Kredit Syariah, Apa Saja Perbedaannya Dibandingkan Kartu Kredit Konvensional?
Kamis, 07 Februari 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Cermati.com - Ada Kartu Kredit Syariah, Apa Saja Perbedaannya Dibandingkan Kartu Kredit Konvensional?

Kita semua tahu bahwa sekarang ini, selain Lembaga keuangan konvensional, ada juga Lembaga keuangan berbasis Syariah. Ya, kehadiran Lembaga keuangan berbasis Syariah tersebut pun tentu saja menjadi angin segar untuk sejumlah masyarakat yang menginginkan alternatif perbankan, utamanya mereka yang menginginkan kegiatan finansial berlandaskan hukum-hukum syariat Islam.

Hal yang kemudian dimanfaatkan pula oleh sejumlah Lembaga keuangan konvensional untuk turut meluncurkan produk Syariahnya ke khalayak. Nah, hal menarik yang akan dibahas pada artikel kali ini yaitu soal salah satu produk yang dimiliki oleh Lembaga keuangan Syariah seperti bank Syariah, yakni kartu kredit Syariah.

Tunggu dulu, kartu kredit Syariah? Kok bisa? Apakah tidak ada bunganya? Ya, seperti layaknya bank konvensional, bank Syariah pun menawarkan fasilitas kartu kredit yang bisa Anda gunakan untuk melakukan transaksi non-tunai di berbagai merchant yang telah bekerjasama dengan pihak bank penerbit kartu kredit Syariah tersebut.

Melihat sistem antara bank konvensional dan bank Syariah yang kontradiktif, tentu rasanya agak sulit menyadari bahwa bank Syariah bisa memiliki produk kartu kredit. Tapi, ya seperti itulah kenyataannya. Nyatanya ada juga kartu kredit Syariah.

Seperti apa produk kartu kredit Syariah tersebut? Apa yang menjadi pembeda jika dibandingkan dengan kartu kredit konvensional? Simak informasinya berikut ini.

 

Apa Itu Kartu Kredit Syariah?

Contoh Kartu Kredit Syariah Milik Bank BNI
Contoh Kartu Kredit Syariah Milik Bank BNI via moneysmart

Dalam dunia perbankan berbasis Syariah, produk kartu kredit Syariah dikenal dengan nama bithaqah al-I’timan. Secara fungsi, kartu ini tidak memiliki perbedaan berarti dengan kartu kredit konvensional. Hanya saja kembali lagi, kartu kredit Syariah ini dalam penerapannya tetap berlandaskan pada hukum Syariah.

Kartu kredit Syariah pun telah diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) No. 54/DSN-MUI/X/2006, tentang kartu kredit Syariah.

Lantas, Anda mungkin bertanya-tanya apa bedanya antara kartu kredit Syariah dengan kartu kredit konvensional jika secara fungsi terbilang sama. Ini dia beberapa informasi penting terkait kartu kredit syariah yang harus diketahui:

1. Pihak Penerbit Kartu Kredit

Hal pertama yang paling membedakan antara kartu kredit Syariah dengan kartu kredit konvensional adalah tentu saja pihak penerbitnya. Kartu kredit konvensional diterbitkan oleh bank konvensional, sedangkan kartu kredit Syariah diterbitkan oleh bank berbasis Syariah. Walaupun, kini sejumlah bank konvensional juga melebarkan sayapnya dengan meluncurkan versi syariahnya.

Baca Juga: Yuk, Kenali Macam Akad dan Keunggulan Kartu Kredit Syariah

2. Kartu Kredit Syariah Menggunakan Sistem Akad

Sebagaimana yang kita ketahui, dalam hukum ekonomi Syariah, tidak ada yang namanya sistem bunga. Pada bank konvensional, denda berikut bunga akan dibebankan kepada nasabah saat hendak membayar tagihan kartu kredit. Sedangkan untuk kartu kredit Syariah, sistem bunga tidak diterapkan. Sebagai gantinya, ketentuan pinjaman dalam bentuk kartu kredit diatur dalam akad qardh dan sejumlah akad lainnya.

3. Penghitungan Angsuran Kartu Kredit

Faktor pembeda kedua antara kartu kredit Syariah dengan kartu kredit konvensional yakni seputar penghitungan angsuran kredit. Pada kartu kredit konvensional, komponen utama biasanya terdiri dari utang dan bunga.

Nah, karena di bank Syariah tidak mengenal sistem bunga, maka diganti dengan yang namanya monthly fee. Biaya ini merupakan biaya bulanan yang muncul dan telah disesuaikan dengan limit dari kartu kredit Syariah Anda.

Penghitungan monthly fee pada kartu kredit Syariah ini terbilang menguntungkan karena bergantung pada sisa hutang Anda di bulan tersebut. Berbeda dengan sistem bunga pada bank konvensional dimana beban bunga didasari segala jenis transaksi yang Anda lakukan di bulan sebelumnya. Dengan begitu, jumlah cicilan tiap bulannya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan bank konvensional.

4. Penetapan Denda di Awal

Pada kartu kredit Syariah, sistem denda juga diberlakukan. Namun, besarannya sudah ditentukan di awal saat mengajukan pembuatan kartu kredit. Denda yang kemudian disebut tawidh ini tidak lagi menghitung denda berdasarkan keterlambatan maupun besarnya tagihan. Semuanya sudah ditetapkan berdasarkan jenis kartu dan tanggal jatuh tempo, pun info besarannya sudah diberitahukan di awal.

Baca Juga: Kenali dan Pahami Tentang Operasional Asuransi Syariah

5. Tidak Banyak Promo

Akan tetapi, tidak seperti kartu kredit bank konvensional yang sering mengadakan promo, kartu kredit Syariah karena berlandaskan hukum Syariah maka tidak banyak memberikan benefit promo kepada penggunanya. Hal ini dikarenakan tujuan dari penggunaan kartu kredit ini lebih dikhususkan kepada transaksi yang sifatnya produktif.

Kartu Kredit Syariah untuk Transaksi yang Lebih Produktif

Dari karakteristik kartu kredit Syariah di atas, dapat disimpulkan bahwa sejatinya kartu ini cocok sekali untuk Anda yang mengingingkan kartu kredit dengan biaya cicilan yang lebih ringan. Pun, untuk yang tidak ingin menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya tersier, akan tetapi ke hal-hal yang sifatnya primer. Jadi, kembali lagi kepada kebutuhan Anda masing-masing.

Baca Juga: 6 Keuntungan Yang Hanya Dimiliki oleh Asuransi Syariah

 
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Pemilu 2019 merupakan kali keempat bagi Prabowo Subianto mencalonkan diri menjadi presiden. ...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Hampir dalam waktu bersamaan, tetapi di tempat berbeda, Presiden Jokowi dan calon presiden Prabowo m...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Efek Jokowi yang melambungkan harapan investor dan pengusaha pasca pilpres 2014 dianggap tidak berul...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Berita ini akan terus dilengkapi.
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
"Bertindak sekarang, atau hadapi krisis besar!" /**/ (function...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Didirikan sebagai ibu kota negara pada tahun 229, Nanjing sejak lama telah menjadi pelabuhan terpent...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Perjuangan bintang tenis Jerman Alexander Zverev untuk memahami aksen daerah Yorkshire wartawan olah...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Anurak Sanruthai seorang pedagang makanan laut kering di Thailand selatan, berjualan lewat penampila...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Presiden Joko Widodo menyatakan akan menindak tegas para perusuh menyusul kericuhan yang menyebabkan...
Jumat, 24 Mei 2019 - 08:35 WIB
Narasi dalam politik identitas yang muncul sebelum dan setelah pemilihan presiden 2019 menguak poten...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)
ElshintaBandung
ElshintaBandung