Australia Tolak Permohonan Kewarganegaraan Miliarder China
Elshinta
Kamis, 07 Februari 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Australia Tolak Permohonan Kewarganegaraan Miliarder China
ABC.net.au - Australia Tolak Permohonan Kewarganegaraan Miliarder China

Australia telah mencabut status penduduk tetap dari miliarder China, yang juga merupakan donor politik, Huang Xiangmo, dan menolak aplikasi kewarganegaraannya.

Poin utama:

• Huang Xiangmo dan perusahaannya telah menyumbangkan setidaknya $ 2 juta (atau setara Rp 20 miliar) kepada partai-partai politik Australia
• Otoritas terkait telah menolak aplikasi kewarganegaraan Australia Xiangmo dan mencabut status tempat tinggal permanennya
• Agen intelijenAustralia telah memeringatkan partai-partai politik agar tidak menerima uang dari miliarder ini

Huang naik daun dengan cepat menjadi pelobi pro-China terkemuka, mendekati politisi dan menyumbangkan setidaknya $ 2 juta (atau setara Rp 20 miliar) kepada partai-partai politik Australia melalui perusahaannya.

Tetapi keputusan dari Departemen Dalam Negeri Australia, yang dibuat ketika Huang berada di luar Australia, membuatnya tak bisa masuk kembali ke negara itu.

ABC mengonfirmasi, "hak pengusaha itu untuk kembali ke Australia telah dibatalkan".

Media lokal Australia melaporkan aplikasi kewarganegaraan Huang telah ditolak dengan sejumlah alasan, termasuk atas dasar karakter dan karena kekhawatiran atas kelayakan jawaban yang diberikan selama wawancara.

ABC mengetahui, keputusan untuk melarang Huang masuk ke Australia disampaikan beberapa bulan yang lalu.

Investigasi bersama ABC-Fairfax di tahun 2017 mengungkap upaya aplikasi kewarganegaraan Australia yang dilakukan Huang macet, di tengah kekhawatiran di antara lembaga-lembaga keamanan tentang Huang dan hubungannya dengan Partai Komunis China.

Agen intelijen Australia (ASIO), yang meneliti permohonan kewarganegaraan itu, sebelumnya memeringatkan Partai Liberal, Partai Buruh, dan Partai Nasional karena menerima donasi dari Huang, khawatir ia bisa mencoba mengutamakan kepentingan Beijing.

Beberapa analis meramalkan bahwa Beijing akan bereaksi dengan marah jika ada warganya dijerat undang-undang, yang dirancang untuk menindak campur tangan asing.

Tetapi Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, mengecilkan kemungkinan itu.

"[China] tak membahas masalah itu dengan saya dan saya tak mengira hal itu menjadi subyek diskusi bilateral. Ini adalah masalah yang terjadi dari waktu ke waktu," katanya.

"Kami memiliki hubungan yang baik dan konstruktif berdasarkan rasa saling menghormati dan melibatkan. Jika ada isu yang dikhawatirkan, saya yakin kami bisa mengatasinya."

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, tetap bungkam tentang laporan itu.

"Pemerintah selalu bertindak konsisten terhadap saran yang kami terima dan itulah apa yang terjadi pada kesempatan ini," katanya.

Morrison menyoroti undang-undang yang melarang sumbangan asing yang mulai berlaku pada 1 Januari.

Ia mengatakan, sumbangan politik sebelumnya telah diterima "dengan itikad baik", berdasarkan informasi yang diketahui pada saat itu, yang menunjukkan bahwa Partai Liberal tidak akan mengembalikan apapun kontribusi Huang.

"Kami memiliki undang-undang prospektif yang mengatasi hal itu di masa depan."

Pengembang properti itu pindah ke Australia pada tahun 2011 sebelum memberikan sumbangan politik pertamanya pada tahun berikutnya -yakni $ 150.000 (atau setara Rp 1,5 miliar) ke Partai Liberal cabang New South Wales (NSW) selama masa Sam Dastyari sebagai sekretaris partai itu.

Huang juga sempat menjadi presiden dari badan yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, yang ditugasi mempromosikan kepentingan partai itu -yakni Dewan Australia untuk Promosi Reunifikasi Damai China.

Salah satu perusahaannya menggelontorkan $ 50.000 (atau setara Rp 500 juta) untuk organisasi penggalangan dana yang dikaitkan dengan mantan Menteri Perdagangan Australia -Andrew Robb, ia membayar $ 55.000 (atau setara Rp 550 juta) untuk makan bersama Pemimpin Oposisi Australia -Bill Shorten, sementara membantu membentuk badan penelitian Australia-China yang dipimpin oleh mantan Menteri Utama NSW, Bob Carr.

Karier Dastyari sebagai senator Partai Buruh berakhir tahun lalu karena keterkaitannya dengan Huang Xiangmo dan China berikut ini:

- Dastyari mengizinkan Grup Yuhu milik Huang untuk membayar tagihan hukum atas namanya
- Politisi ini berulang kali mendekati departemen imigrasi saat itu terkait aplikasi kewarganegaraan Huang
- Membela sang miliarder, Dyastari berbicara menentang kebijakan Partai Buruh tentang sengketa Laut China Selatan menjelang pemilihan umum 2016
- Politisi ini dilaporkan sempat memeringatkan Huang bahwa teleponnya mungkin disadap oleh agen keamanan

Sebelum keputusan departemen imigrasi keluar, tokoh kontroversial itu tinggal di sebuah rumah besar dengan pemandangan Sydney Harbour, di wilayah Mosman, pinggiran kota yang eksklusif.

Pengacara Huang tidak akan mengatakan apakah kliennya akan mengajukan banding untuk menentang keputusan itu dan juru bicaranya menolak berkomentar.

Pada tahun 2017, Huang membantah memiliki hubungan dengan Partai Komunis China.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti berita-berita lain dalam bahasa Inggris di sini.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Korsel Inginkan Perundingan dengan Jepang untuk Akhiri Perang Dagang
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan negaranya akan “dengan senang hati bergandeng tangan...
Tindakan AS Hentikan Pembebasan Tanker Iran di Gibraltar
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Amerika Serikat, Kamis (15/8) bertindak untuk menyita kapal supertanker Iran yang ditahan di Gibralt...
Pesawat Rusia Tabrak Burung, Lakukan Pendaratan Darurat
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Awak pesawat Ural Airlines disambut sebagai pahlawan setelah melakukan pendaratan darurat di ladang ...
Ribuan Orang Yaman Berpawai Mendukung Separatis di Aden
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Ribuan orang Yaman berunjuk rasa di kota pelabuhan Aden, mendukung separatis di bagian selatan yang ...
Seorang Pria di Swedia Didakwa Bersekongkol untuk Melakukan Aksi Terorisme
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Tim jaksa di Swedia mengatakan seorang pria ditangkap di Swedia utara. Pria yang sebelumnya diduga m...
Pemberontak Myanmar Serang Akademi Militer Elit, 15 Tewas
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pemberontak Myanmar menewaskan sedikitnya 15 orang pada hari Kamis (15/8), sebagian besar adalah ang...
Pengadilan Thailand Setujui Penahanan Lanjutan atas 2 Tersangka Bom
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Sebuah pengadilan di Thailand, Kamis (15/8) memperpanjang penahanan dua tersangka yang dituduh menan...
Spanyol Bersedia Terima Sebagian Migran
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Spanyol bersedia menerima 150 migran dari kapal penyelamat yang ditolak berlabuh di Italia. Penerima...
Penjualan Ritel yang Kuat Kurangi Kemuraman Ekonomi AS
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Pasar saham di Jepang, Kamis (15/8) anjlok, tetapi tidak sedrastis penurunan yang dialami pasar Amer...
Indonesia Minta India dan Pakistan Utamakan Dialog Dalam Isu Kashmir
Jumat, 16 Agustus 2019 - 14:35 WIB
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi meminta India dan Pakistan mengutamakan dialog terkait k...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 153
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 163
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once