Menteri Jerman Ingin Cegah Pihak Asing Kuasai Perusahaan Penting
Elshinta
Kamis, 07 Februari 2019 - 08:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Menteri Jerman Ingin Cegah Pihak Asing Kuasai Perusahaan Penting
DW.com - Menteri Jerman Ingin Cegah Pihak Asing Kuasai Perusahaan Penting

Baru saja Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier memperkenalkan konsep "Strategi Industri Nasional 2030" kepada publik, kritik bermunculan dari berbagai pihak. Konsep itu resminya bertujuan untuk mengembangkan sektor industri nasional dan meningkatkan daya saing internasionalnya dalam teknologi dan inovasi. Tapi beberapa poin segera mendapat sorotan media.

Dalam upaya melindungi industri nasional, Altmeier mengusulkan perombakan UU Persaingan untuk mendukung perusahaan-perusahaan besar melakukan ekspansi, sekaligus mencegah pihak asing mengambil alih perusahaan-perusahaan kunci.

Dalam "situasi luar biasa" negara harus diizinkan untuk menasionalisasi sebagian bisnis-bisnis kunci untuk menghindari pengambilalihan oleh investor asing. Untuk itu Menteri Keuangan mengusulkan pembentukan dana investasi negara.

Kritik dari berbagai pihak

Juru bicara ekonomi dari Partai Liberaldemokrat FDP Reinhard Houben menggambarkan rencana Altmaier sebagai bagian dari "ekonomi terencana" dan menyerukan agar bisnis sebaiknya dibebaskan dari pajak dan kontribusi-kontribusi lain, dan dilepaskan dari "hambatan-hambatan birokrasi".

Di pihak lain, Ketua Partai Kiri Die Linke, Bernd Riexinger, menuduh Peter Altmaier gagal bertindak untuk kepentingan masyarakat banyak dan hanya puas menyerahkan lebih banyak wewenang kepada perusahaan.

Ketua Fraksi Partai Hijau Anton Hofreiter mengatakan, "alih-alih menggelembungkan perusahaan-perusahaan menjadi korporasi, pemerintah seharusnya menyusun sasaran ekologis dan sosial yang jelas."

Menjadi yang terdepan

Menteri Keuangan Peter Altmaier mengatakan, tahun 2016 perusahaan robotik Jerman Kuka diakuisisi oleh perusahaan Cina. Hal ini sangat membekas di ingatannya. Itu sebabnya Jerman perlu melindungi perusahaan-perusahaan pentingnya, seperti Siemens. Dalam konsep strategi nasionalnya disebutkan, Jerman perlu mencetak "juara-juara nasional dan Eropa" untuk bersaing dengan Cina dan AS.

Dalam perkembangan teknologi yang pesat, siapa pun yang mengendalikan teknologi-teknologi baru akan memiliki peluang "menjadi yang terdepan," kata Altmeier, sementara mereka yang "tidur dan melewatkan" perubahan-perubahan ini hanya akan menjadi "tukang bengkel bagi orang lain".

Sebagai teknologi kunci, konsep Strategi Industri Nasional 2030 antara lain menyebutkan sektor digital dan kecerdasan buatan. Altmeier mengatakan akan membahas strategi nasionalnya dengan perwakilan dari politik, bisnis, organisasi perdagangan, dan serikat pekerja. Dia berharap setelah itu akan lahir strategi nasional yang bisa diadopsi oleh pemerintah.

hp/ml (dpa, afp, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mengapa kita sering tidak bisa mengingat mimpi kita?
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Banyak dari kita berjuang untuk mengingat detil mimpi kita. Alasannya terletak pada siklus tidur kit...
Para perempuan Asia yang bertekad mengurangi sampah plastik
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Sekitar setengah dari sampah plastik yang berakhir di lautan berasal dari lima negara di Asia, yakni...
Australia setujui proyek tambang batu bara kontroversial ke perusahaan India, Adani
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Australia telah memberi persetujuan akhir untuk memulai pembangunan tambang batu bara kontroversial ...
Perang dagang Cina-AS: Berapa besar kontribusi mahasiswa China di universitas Amerika?
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Amerika Serikat merupakan negara tujuan nomor satu bagi mahasiswa China yang ingin belajar ke luar n...
Bahar bin Smith dituntut enam tahun penjara dalam kasus dugaan penganiayaan
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menuntut terdakwa kasus dugaan penganiaya...
Kasus suami gadaikan istri di Lumajang: Polisi cari pasal lain di luar pasal pembunuhan berencana
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Polisi di Lumajang, Jawa Timur, mengatakan sedang mencari pasal lain yang bisa digunakan untuk menje...
Dua kapal minyak di Teluk Oman diduga diserang, sebulan setelah serangan terhadap empat kapal minyak di Uni Emirat Arab
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, menuding Iran melakukan "serangan-serangan tanpa d...
Rumah sakit syariah: Kontroversi RSUD Tangerang, Syariah karena mayoritas Muslim tapi berpotensi diskriminatif
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang yang telah meraih sertifikasi syariah mengatakan tidak memb...
Mahkamah Konstitusi akan putuskan berkas perbaikan permohonan gugatan Prabowo saat sidang perdana
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Hakim Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah akan menerima atau menolak berkas perbaikan permoho...
PM Jepang Berusaha Redakan Ketegangan AS-Iran
Jumat, 14 Juni 2019 - 07:29 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan akan ada lagi konflik militer di Timur Tengah jika ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: widget/infodarianda.php

Line Number: 24

Backtrace:

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/widget/infodarianda.php
Line: 24
Function: _error_handler

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/views/elshinta/view_mitra_detail.php
Line: 151
Function: include

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/libraries/Template.php
Line: 16
Function: view

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/application/controllers/Berita.php
Line: 154
Function: load

File: /home/cfi/web/www/html/elshinta.com/index.php
Line: 294
Function: require_once