Cegah Skandal Peretasan, Israel Perketat Kebijakan Ekspor Teknologi Siber
Elshinta
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Cegah Skandal Peretasan, Israel Perketat Kebijakan Ekspor Teknologi Siber
DW.com - Cegah Skandal Peretasan, Israel Perketat Kebijakan Ekspor Teknologi Siber

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan pada hari Senin (06/12) akan memperketat pengawasan ekspor teknologi siber karena kekhawatiran tentang kemungkinan berkembangnya pelanggaran di luar negeri.

Negara-negara yang membeli teknologi siber Israel harus berkomitmen menggunakan produk-produk itu "untuk penyelidikan dan pencegahan tindakan teroris dan kejahatan serius saja," kata Kementerian Pertahanan Israel.

Mereka yang melanggar perjanjian dapat dicabut lisensinya dan sistem mereka dapat dimatikan.

Ini adalah langkah terbaru pemerintah Israel untuk mencoba dan menahan dampak dari serangkaian skandal yang melibatkan perusahaan perangkat lunak Israel NSO Group.

Skandal spyware

Sebelumnya pada hari Jumat (03/12), Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan perangkat lunak NSO Group "menimbulkan kontra-intelijen dan risiko keamanan yang serius bagi personel AS."

Ini terjadi setelah muncul laporan bahwa sebanyak sembilan pejabat Departemen Luar Negeri AS menjadi sasaran penyerang tak dikenal menggunakan spyware canggih yang dikembangkan oleh NSO Group.

Perusahaan itu mengatakan sedang menyelidiki klaim bahwa teknologinya digunakan untuk meretas telepon para pejabat di Uganda.

Pada bulan Juli, investigasi oleh jurnalis di seluruh dunia mengungkapkan bahwa spyware Pegasus buatan NSO telah digunakan untuk meretas telepon jurnalis, pejabat pemerintah, dan aktivis hak asasi manusia di beberapa negara.

Laporan tersebut pun mendorong Israel untuk meninjau kebijakan ekspor teknologi sibernya yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan.

NSO Group menghadapi tindakan hukum

Pada akhir bulan November lalu, perusahaan teknologi Apple Inc menggugat NSO Group dan perusahaan induknya OSY Technologies atas dugaan pengawasan dan penargetan pengguna Apple dengan spyware Pegasus miliknya.

"Aktor yang disponsori negara seperti NSO Group menghabiskan jutaan dolar untuk teknologi pengawasan canggih tanpa akuntabilitas yang efektif. Itu perlu diubah," kata Craig Federighi, wakil presiden senior rekayasa perangkat lunak Apple.

Meta, perusahaan induk Facebook juga mengambil tindakan hukum terhadap NSO Group atas laporan bahwa mereka mengeksploitasi bug di layanan pesan WhatsApp untuk menginstal malware untuk pengawasan.

NSO Group menentang tuntutan hukum tersebut.

Israel memperketat kontrol

Lebh lanjut dalam pengumuman Kementerian Pertahanan Israel tersebut dikatakan bahwa penggunaan teknologi siber hal-hal semacam itu akan dilarang di masa depan.

"Definisi kejahatan berat dan aksi teroris telah dipertajam untuk mencegah kaburnya batas-batas dalam konteks ini," kata kementerian itu.

Ini termasuk menargetkan orang untuk afiliasi politik atau aplikasi yang melanggar undang-undang privasi suatu negara.

rap/ha (AP, Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Krisis Iklim Dekatkan Israel dan Yordania Melalui Perjanjian Air
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Di bawah perjanjian baru itu, Yordania yang tidak punya sumber air alami, akan mengekspor energi sur...
Master Kung Fu dan Produser Film Silat Calonkan Diri Jadi Pemimpin Hong Kong
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Master kung fu dan produser film Hong Kong Checkley Sin Kwok Lam mengatakan pada hari Rabu (19/1) ba...
Dianggap Jadi Sarang Kebencian, Jerman Beri Telegram Peringatan Keras
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Pada Januari 2022, anggota gerakan protes Querdenker (pemikir lateral) Jerman memposting foto aplika...
Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina karena Khawatir Tingkatkan Eskalasi
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Tidak butuh waktu lama untuk menguji pemerintah Jerman yang baru, terkait kebijakan luar negeri yang...
Korea Utara Akan Lanjutkan Uji Coba Nuklir
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Korea Utara, pada Kamis (20/01) mengisyaratkan akan melanjutkan uji coba senjata nuklir. Korea Utara...
Thailand akan Lanjutkan
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Skema pembebasan karantina bagi wisatawan asing yang mengunjungi Thailand sebelumnya sempat ditanggu...
Pertolongan Pertama Tiba di Tonga, Saluran Telepon Sebagian Telah Pulih
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Sebuah pesawat C-130 Hercules Angkatan Udara Kerajaan Selandia Baru mendarat di Bandara Internasiona...
Jerman dan Israel Kecam Penyangkalan Holocaust
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Duta Besar Jerman di Israel Susanne Wasum-Rainer dan Duta Besar Israel di Jerman Jeremy Issacharoff ...
Fosil Utuh Ichtyosaurus Ditemukan di Inggris
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Petugas pemeliharaan yang mengeringkan sebuah bendungan di Rutland, Inggris menemukan fosil tulang v...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI