Negara Barat Bertekad Dukung Ukraina Hadapi Ancaman Rusia
Elshinta
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Negara Barat Bertekad Dukung Ukraina Hadapi Ancaman Rusia
DW.com - Negara Barat Bertekad Dukung Ukraina Hadapi Ancaman Rusia

Para pemimpin Amerika Serikat (AS), Jerman, Italia, Prancis dan Inggris pada hari Senin (06/12) menekankan perlunya melindungi kedaulatan Ukraina dalam menghadapi provokasi terus-menerus oleh Rusia.

Kedaulatan Ukraina harus "dihormati", kata Gedung Putih di Washington dan Istana Kepresidenan lysée di Paris menyusul pembicaraan sejumlah kepala negara dan pemerintahan dari Amerika Serikat, Prancis, Inggris Raya, Italia dan Jerman. Mereka menyatakan siap untuk "bekerja demi pemeliharaan perdamaian dan keamanan di Eropa."

Gedung Putih dan Downing Street mengonfirmasi bahwa Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Italia Mario Draghi dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah berbicara pada Senin (06/12) malam guna membahas situasi di Ukraina, serta wilayah perbatasannya dengan Rusia.

Kesepakatan antara lima sekutu ini datang pada malam sebelum pertemuan video antara Presiden AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menyusul pergerakan pasukan Rusia di perbatasan Ukraina, Barat khawatir bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan ke negara tetangganya itu.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken juga telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Senin (06/12), dan menyatakan kembali "dukungan tak tergoyahkan" Washington untuk kedaulatan Ukraina ketika negara itu menghadapi "agresi Rusia," kata Departemen Luar Negeri. Sementara Direktur CIA Williiam Burns mengatakan pada hari yang sama bahwa dia tidak akan meremehkan selera Putin akan segala hal yang mengandung risiko.

Selain itu, kepala staf umum dari 30 negara NATO juga berkumpul dalam sebuah pertemuan khusus. Menurut NATO, Rusia baru-baru ini menempatkan kontingen pasukan siap tempur dalam jumlah yang luar biasa besar, lengkap dengan artileri berat dan pesawat nirawak atau drone di perbatasan. Pada minggu lalu, media AS melaporkan bahwa laporan intelijen meyakini Putin telah mempersiapkan invasi dengan menempatkan sekitar 175,000 pasukan.

Konflik berkepanjangan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dilaporkan mengunjungi tentara yang berjaga di garis depan di timur negara itu. Dia mengunjungi posisi-posisi pasukan di Donetsk dan berterima kasih kepada para tentara "karena melindungi integritas wilayah Ukraina," menurut kantor kepresidenan di Kiev. "Dengan orang-orang seperti Anda, kita pasti akan menang," ujar Selenskyy penuh keyakinan.

Perkembangan terakhir ini mengingatkan pada peristiwa tahun 2014 ketika Rusia mencaplok semenanjung Krimea dan mulai mendukung separatis di Ukraina timur. Dukungan ini masih berlangsung hingga kini. Konflik tersebut belum terselesaikan hingga hari ini, dan pertempuran berulang kali kembali pecah di Ukraina timur. Rusia mendukung pemberontak yang telah memproklamasikan apa yang mereka sebut Republik Rakyat di wilayah Luhansk dan Donetsk.

Pemerintah Moskow menegaskan bahwa mereka tidak punya niat untuk berperang. Menurutnya, pemerintah Rusia bisa memindahkan pasukan mereka ke mana pun di wilayah Rusia. Selain itu, Kremlin mengkritik kehadiran militer negara-negara Barat di dekat perbatasan Rusia dan menganggapnya sebagai "provokasi". Putin juga menginginkan jaminan bahwa Ukraina tidak akan menjadi anggota NATO.

AS mengancam Rusia dengan konsekuensi serius jika terjadi eskalasi militer. Pada konferensi video pada hari Selasa (07/12), Biden akan menjelaskan kepada Putin bahwa biayanya akan sangat tinggi, "jika Rusia memutuskan mendukung pendekatan semacam itu," kata seorang pejabat pemerintah di Washington. "Sanksi ekonomi yang keras" dan penempatan lebih banyak pasukan di Eropa Timur juga tengah dipertimbangkan. Namun belum ada pertimbangan untuk mengerkahkan kekuatan militer.

ae/vlz (afp, dpa, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Waspadai 10 Varian SARS-CoV-2 Hasil Mutasi
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Krisis Iklim Dekatkan Israel dan Yordania Melalui Perjanjian Air
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Di bawah perjanjian baru itu, Yordania yang tidak punya sumber air alami, akan mengekspor energi sur...
Master Kung Fu dan Produser Film Silat Calonkan Diri Jadi Pemimpin Hong Kong
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Master kung fu dan produser film Hong Kong Checkley Sin Kwok Lam mengatakan pada hari Rabu (19/1) ba...
Dianggap Jadi Sarang Kebencian, Jerman Beri Telegram Peringatan Keras
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Pada Januari 2022, anggota gerakan protes Querdenker (pemikir lateral) Jerman memposting foto aplika...
Jerman Tolak Kirim Senjata ke Ukraina karena Khawatir Tingkatkan Eskalasi
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Tidak butuh waktu lama untuk menguji pemerintah Jerman yang baru, terkait kebijakan luar negeri yang...
Korea Utara Akan Lanjutkan Uji Coba Nuklir
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Korea Utara, pada Kamis (20/01) mengisyaratkan akan melanjutkan uji coba senjata nuklir. Korea Utara...
Thailand akan Lanjutkan
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Skema pembebasan karantina bagi wisatawan asing yang mengunjungi Thailand sebelumnya sempat ditanggu...
Pertolongan Pertama Tiba di Tonga, Saluran Telepon Sebagian Telah Pulih
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Sebuah pesawat C-130 Hercules Angkatan Udara Kerajaan Selandia Baru mendarat di Bandara Internasiona...
Jerman dan Israel Kecam Penyangkalan Holocaust
Jumat, 21 Januari 2022 - 07:41 WIB
Duta Besar Jerman di Israel Susanne Wasum-Rainer dan Duta Besar Israel di Jerman Jeremy Issacharoff ...
Fosil Utuh Ichtyosaurus Ditemukan di Inggris
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Petugas pemeliharaan yang mengeringkan sebuah bendungan di Rutland, Inggris menemukan fosil tulang v...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI