Kunjungan Anggota Parlemen Jepang ke Kuil Kontroversial Tuai Kritik China dan Korsel
Elshinta
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:23 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kunjungan Anggota Parlemen Jepang ke Kuil Kontroversial Tuai Kritik China dan Korsel
VOA Indonesia - Kunjungan Anggota Parlemen Jepang ke Kuil Kontroversial Tuai Kritik China dan Korsel
Sekitar 100 anggota parlemen Jepang, Selasa (7/12) mengunjungi kuil yang kontroversial di Tokyo untuk menghormati korban perangnya, sehingga menuai kritik dari China dan Korea Selatan. Kunjungan ke Kuil Yasukuni terjadi 80 tahun setelah serangan mendadak Jepang di pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbor di Honolulu, Hawaii. Sejumlah anggota parlemen dari beberapa partai politik, didampingi oleh sembilan wakil menteri beserta staf mereka dari partai konservatif Perdana Menteri Fumio Kishida yang berkuasa. Kuil itu dipandang China dan  Korea Selatan sebagai representasi agresi militer Jepang di masa lalu karena memberikan penghormatan kepada 2,5 juta korban perang, termasuk 14 pemimpin Jepang Perang Dunia Kedua yang dihukum sebagai penjahat perang. Secara tradisional, kelompok anggota parlemen mengunjungi kuil saat festival musim semi dan musim gugur sekaligus memperingati penyerahan Jepang pada 15 Agustus. Kunjungan itu tertunda sejak Oktober 2019 karena pandemi virus corona. Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam sebuah pernyataan menyatakan "penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas kunjungan ke Kuil Yasukuni, yang mengagungkan invasi kolonial dan agresi dalam perang." "Sekali lagi, kami tegaskan komunitas internasional dapat mempercayai Jepang kalau mempertanggung-jawabkan sejarah dengan benar sekaligus merefleksikan secara rendah hati masa lalunya dan penyesalan yang tulus melalui tindakan," kata pernyataan itu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kunjungan itu adalah suatu "langkah dan provokasi yang disengaja" yang "sekali lagi menunjukkan sikap salah Jepang dalam sejarah agresi." [mg/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
N95? KF94? Masker Mana yang Terbaik Lindungi dari COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika ...
AS Khawatir Kedatangan Pasukan Rusia Mengarah pada Kehadiran Senjata Nuklir di Belarus
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Amerika Serikat (AS) khawatir kedatangan pasukan Rusia di Belarus untuk melakukan latihan akan menja...
Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil Corp pada Selasa (18/1) berjanji untuk mengurangi emisi karbon...
Kasus Melonjak, Jepang Perluas Pembatasan COVID
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Tokyo dan 12 wilayah lain di Jepang akan menghadapi pembatasan baru  COVID-19 yang mulai berlaku Ju...
Pengadilan Makar Terhadap Tokoh Oposisi Kamboja Dilanjutkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pengadilan atas tuduhan makar terhadap pemimpin oposisi Kamboja dilanjutkan Rabu (19/1), dua tahun s...
Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Kiev untuk mengadakan pembicaraan hari Rabu dengan p...
Maskapai-maskapai Internasional Batalkan Penerbangan Meski AS Tunda Layanan 5G
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia, termasuk maskapai penerbangan jarak jauh Em...
Polisi Israel Usir Warga Palestina dari Properti yang Disengketakan di Yerusalem
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Polisi Israel, Rabu (19/1), mengusir sejumlah warga Palestina dari sebuah properti yang disengketaka...
Bantuan Internasional Mengalir ke Tonga
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Bantuan internasional sedang menuju ke Tonga untuk membantu upaya-upaya pertolongan bagi negara kepu...
Pesantren-pesantren di Sudan Ajarkan Cara Tradisional Belajar Al-Quran
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Pesantren-pesantren di Sudan memberlakukan sistem pendidikan tradisional yang mereka yakini efektif ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI