Pemerintah di Sydney Waspadai Penularan Varian Omicron Setelah Kasus Bertambah
Elshinta
Kamis, 02 Desember 2021 - 13:16 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah di Sydney Waspadai Penularan Varian Omicron Setelah Kasus Bertambah
ABC.net.au - Pemerintah di Sydney Waspadai Penularan Varian Omicron Setelah Kasus Bertambah

Otoritas kesehatan di New South Wales (NSW) dengan ibu kota Sydney telah mengonfirmasi kasus ketujuh varian Omicron COVID-19 di negara bagian tersebut, kali ini dari seseorang yang belum pernah berada di Afrika bagian selatan.

Penularan ini diidentifikasi oleh NSW Health melalui pengurutan genom dari kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dari luar negeri.

Orang tersebut tiba dengan penerbangan QR908 dari Doha ke Sydney pada 23 November.

Orang tersebut kini sedang diisolasi di tempat karantina di Sydney bersama keluarga mereka.

Dua orang dari rumah tangganya juga terkonfirmasi positif COVID-19 dan pengurutan genomik sedang dilakukan untuk mengonfirmasi apakah mereka terinfeksi dengan varian Omicron.

Mereka belum pernah ke Afrika bagian selatan dan NSW Health khawatir penularan virus ini mungkin terjadi dalam penerbangan.

NSW Health meminta siapa pun yang berada dalam penerbangan dari Doha untuk segera melakukan tes PCR dan mengisolasi diri sambil menunggu saran lebih lanjut.

Apartemen Mantra di Brown Street di Chatswood, Sydney, telah diidentifikasi sebagai kemungkinan tempat yang terpapar, karena kasus ketujuh ini sempat tinggal di sana selama tujuh hari antara 23 dan 30 November.

Siapa pun yang berada di tempat pada tanggal tersebut dianggap sebagai kontak kasual, tapi diminta untuk segera dites dan diisolasi hingga menerima hasil negatif.

Menteri Kesehatan NSW, Brad Hazzard mengatakan sampel swab yang diambil dari 500 pelancong yang terbang ke negara bagian itu sejak 22 November dinyatakan negatif untuk jenis Omicron.

Semua 271 kasus COVID-19 yang diumumkan dalam 24 jam terakhir adalah infeksi strain Delta.

Brad Hazzard mengatakan pihak berwenang tetap dalam waspada menghadapi virus yang memprihatinkan ini tetapi mengaku lega mengingat rendahnya jumlah kasus Omicron sejauh ini.

Semua pelancong yang tiba di Australia dari Afrika Selatan, Lesotho, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Namibia, Eswatini, dan Malawi harus mengisolasi diri selama 14 hari di bawah aturan baru yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran Omicron.

Orang-orang yang telah berada di negara-negara tersebut dalam 14 hari terakhir harus melakukan isolasi mandiri dan segera dites.

Denda karena mengabaikan perintah kesehatan telah dinaikkan menjadi A$10.000 atau lebih dari Rp100 juta untuk perusahaan dan A$5.000, atau lebih dari Rp50 juta untuk individu sebagai respon atas Omicron.

Pelaku perjalanan yang divaksinasi lengkap dan tidak ke negara-negara Afrika yang disebutkan di atas dapat meninggalkan isolasi setelah 72 jam jika mereka menerima tes negatif.

Seorang pria dari Cabramatta di barat daya Sydney, yang telah berada di Nigeria selama enam bulan, kemarin dipastikan memiliki varian Omicron.

Brad mengatakan interaksi pria itu di masyarakat sangat minim.

"Jelas masyarakat di Cabramatta sangat waspada, tapi saya tekankan pria berusia 40-an itu tidak pernah keluar dan ke banyak tempat. Jadi pada tahap ini tidak ada bukti penularan lebih lanjut di daerah tersebut." kata Brad.

"

“Kondisi ini meyakinkan kita bahwa varian itu belum menyebar di masyarakat, tetapi sebagai Menteri Kesehatan saya mempertanyakan secara serius apakah varian ini sudah ada di masyarakat."

"

"Kami tahu ini sangat menular, tetapi kabar baiknya sampai saat ini, umumnya penyakit yang muncul akibat varian Omicron sangat ringan pada individu yang tertular."

Sekarang ada delapan kasus varian Omicron yang dikonfirmasi di Australia secara keseluruhan, dengan kasus lainnya ditemukan pada seseorang yang dikarantina di Kawasan Australia Utara dengan ibu kota Darwin.

Artikel ini dirpoduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setel...
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik s...
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi mel...
Negara-negara Miskin Membuang Jutaan Vaksin COVID karena Hampir Kedaluwarsa
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
UNICEF, salah satu badan PBB, melaporkan negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis va...
Ada Laporan Delegasi Indonesia Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Army Radio, sebuah stasiun radio milik militer Israel melaporkan delegasi dari Indonesia telah melak...
Usia Harapan Hidup di Australia Meningkat, Salah Satunya Karena Lockdown
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
'Life expectancy' atau usia harapan hidup warga di Australia telah meningkat sejak dimula...
Sistem Kesehatan di Australia Tertekan di Tengah Naiknya Penularan Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Australia melaporkan 77 kematian akibat COVID-19 pada hari Selasa (18/01), menjadi kematian tertingg...
Memakai Masker Bedah Membuat Orang Terlihat Lebih Menarik, Benarkah?
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti di Inggris menemukan jika memakai masker bisa memb...
Selfie NFT Asal Indonesia Laku Jutaan Dolar. Seberapa Aman Jualan NFT?
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Pekan lalu, nama Sultan Gustaf Al Ghozali asal Semarang menjadi viral setelah dilaporkan ia mendapat...
Butuh Pekerja, Australia Kembalikan Biaya Pembuatan Visa Pelajar dan WHV
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, Pemerintah Australia akan mengembalikan biaya pembu...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI