Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Barat sebelum Teridentifikasi di Afrika Selatan
Elshinta
Rabu, 01 Desember 2021 - 11:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Barat sebelum Teridentifikasi di Afrika Selatan
VOA Indonesia - Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Barat sebelum Teridentifikasi di Afrika Selatan
Sementara para ilmuwan berlomba-lomba memahami keganasan dan penularan Omicron, varian baru virus corona, Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) hari Selasa (30/11) sekali lagi mendesak agar tetap waspada dan berhati-hati. WHO mengingatkan tindakan pencegahan yang harus digunakan untuk menghentikan penyebaran virus corona lebih jauh. "Karena kita tidak punya gambaran lengkap tentang varian ini, selama tidak diketahui kemanjuran vaksin yang ada (pada Omicron), maka (kita) perlu mengambil langkah-langkah yang telah diketahui berhasil," kata Christian Lindmeier, juru bicara WHO, dalam sebuah jumpa pers di Jenewa yang telah dijadwalkan, Selasa (30/11). Langkah-langkah itu termasuk "mengenakan masker jika dimungkinkan dan dianjurkan ketika berada di ruangan dengan lebih dari satu orang, membuat ventilasi ruangan jika memungkinkan, sesering mungkin menjaga kebersihan tangan dan tubuh sebagaimana biasanya ...Langkah – langkah tersebut terbukti berhasil.” Pesan WHO itu disampaikan ketika laporan menunjukkan potensi kekhawatiran di antara satu perusahaan farmasi bahwa vaksin yang ada mungkin tidak begitu efektif pada varian baru, seperti untuk varian sebelumnya, varian Delta. Lindmeier mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk mencapai kesimpulan mengenai varian Omicron. Sementara bukti baru mengungkapkan varian omicron sudah ada di Eropa Barat jauh sebelum kasus pertama diidentifikasi secara resmi di Afrika Selatan. Pihak berwenang di Belanda mengatakan, Selasa (30/11) varian tersebut terdeteksi dalam sampel uji pada 19 November 2021 - seminggu sebelum infeksi positif terdeteksi Jumat lalu di antara penumpang yang tiba di Amsterdam dengan penerbangan dari Afrika Selatan. Pejabat kesehatan di Jepang dan Prancis juga mengkonfirmasi kasus omicron pertama hari Selasa, masuk dalam daftar negara yang terus bertambah termasuk Inggris, Kanada, Skotlandia, Australia, Austria, Spanyol dan Swedia. Kemunculan dan kecepatan penyebaran omicron itu mendorong Stephane Bancel, kepala eksekutif farmasi Moderna, dalam sebuah wawancara dengan The Financial Times hari Selasa memperingatkan vaksin COVID-19 yang ada di dunia mungkin kurang efektif pada varian baru itu dibandingkan dengan delta dan varian-varian sebelumnya. Prediksi Bancel mengenai "penurunan materi" dalam efektivitas vaksin - termasuk yang dikembangkan oleh Moderna - mengakibatkan pasar keuangan global anjlok hari Selasa, dengan Nikkei Tokyo turun 1,5%, harga minyak mentah berjangka melemah lebih dari 3% persen, dan saham berjangka AS mengalami penurunan antara setengah hingga satu persen. [mg/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Senyawa Ganja Setop Virus Corona dalam Tabung Reaksi, Tapi Bisakah Jadi Obat COVID?
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:32 WIB
Sejumlah uji laboratorium pada senyawa ganja atau cannabidiol (CBD) dalam melawan virus corona menun...
India Rayakan Hari Republik dengan Parade Militer
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Ribuan warga India menerjang suhu dingin pada pagi hari untuk menyaksikan pameran kekuatan militer d...
Biden Peringatkan Tindakan ‘Keras’ Jika Rusia Invasi Ukraina
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Presiden AS Joe Biden, Selasa (25/1) memperingatkan tentang konsekuensi “keras” dan “sangat be...
Langkah-langkah Pencegahan COVID Olimpiade Uji Kesabaran Warga China
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Tes COVID-19 yang berulang kali dilakukan terhadap jutaan penduduk Beijing mulai menguji kesabaran s...
Dewan Keamanan PBB Dijadwalkan Bahas Situasi di Afghanistan
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dewan Keamanan PBB pada Rabu (26/1) dijadwalkan mengadakan sidang mengenai situasi di Afghanistan. P...
Pemerintah Inggris Deg-degan Tunggu Laporan ‘Partygate’ 
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Perdana Menteri Boris Johnson, Rabu (26/1),  bersiap menghadapi kemungkinan munculnya laporan hasi...
Protes Terus Berlangsung atas Pembunuhan 3 Wartawan di Meksiko
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Demonstrasi berlangsung hingga Selasa malam di lebih dari selusin kota di berbagai penjuru Meksiko u...
Tumpahan Minyak Ancam Pantai-pantai di Thailand Timur 
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Angkatan Laut Thailand, Rabu (26/1),  membantu membersihkan tumpahan 160.000 liter minyak mentah ...
Moderna Memulai Uji Klinis Booster Khusus untuk Tangkal Omicron
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, Moderna, mengumumkan pada Rabu (26/1) bahwa pihaknya telah ...
Aliansi Pasifik Tandatangani Perjanjian Perdagangan dengan Singapura
Kamis, 27 Januari 2022 - 10:31 WIB
Presiden Kolombia, Peru dan Chili dan delegasi dari Meksiko bertemu pada pada Rabu (26/1) pada konfe...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI