CEO Moderna: Vaksin COVID-19 yang Tersedia Kurang Manjur terhadap Omicron
Elshinta
Rabu, 01 Desember 2021 - 11:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
CEO Moderna: Vaksin COVID-19 yang Tersedia Kurang Manjur terhadap Omicron
VOA Indonesia - CEO Moderna: Vaksin COVID-19 yang Tersedia Kurang Manjur terhadap Omicron
CEO pembuat vaksin Moderna membuat turunnya pasar saham hari Selasa (30/11), karena pernyataannya bahwa vaksin COVID-19 yang tersedia sekarang ini akan kurang manjur terhadap varian baru Omicron daripada terhadap Delta. Namun, Direktur Eksekutif Badan Obat Eropa (EMA) Emer Cooke mengatakan kepada Parlemen Eropa, bahkan jika varian baru merebak lebih luas, vaksin yang ada akan terus memberikan perlindungan. Ketua Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), Andrea Ammon mengatakan, 42 penularan varian yang sejauh ini dipastikan di 10 negara Uni Eropa dirasakan ringan atau tanpa gejala, meskipun pada kelompok usia yang lebih muda. Pasar saham utama Eropa yang ketakutan bahwa resistensi (ketahanan) vaksin dapat memperpanjang pandemi yang telah berlangsung selama dua tahun, turun sekitar 1% Senin malam. Indeks saham berjangka AS turun lebih dari 1%. Minyak mentah turun sedikit di bawah 3%, sementara indeks Nikkei Tokyo ditutup turun 1,6% "Saya pikir, tidak ada kemanjuran vaksin yang berada pada tingkat yang sama seperti untuk melawan varian Delta," kata CEO Moderna, Stephane Bancel kepada Financial Times. Universitas Oxford mengatakan, belum ada bukti bahwa vaksin yang ada saat ini tidak akan mencegah sakit parah akibat virus Omicron, tetapi mereka siap untuk dengan cepat merekayasa versi terbaru dari vaksin yang dikembangkan dengan AstraZeneca jika perlu. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, "Kami pikir itu sangat mungkin" bahwa suntikan booster akan terus melindungi diri dari penyakit parah. [ps/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
N95? KF94? Masker Mana yang Terbaik Lindungi dari COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika ...
AS Khawatir Kedatangan Pasukan Rusia Mengarah pada Kehadiran Senjata Nuklir di Belarus
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Amerika Serikat (AS) khawatir kedatangan pasukan Rusia di Belarus untuk melakukan latihan akan menja...
Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil Corp pada Selasa (18/1) berjanji untuk mengurangi emisi karbon...
Kasus Melonjak, Jepang Perluas Pembatasan COVID
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Tokyo dan 12 wilayah lain di Jepang akan menghadapi pembatasan baru  COVID-19 yang mulai berlaku Ju...
Pengadilan Makar Terhadap Tokoh Oposisi Kamboja Dilanjutkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pengadilan atas tuduhan makar terhadap pemimpin oposisi Kamboja dilanjutkan Rabu (19/1), dua tahun s...
Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Kiev untuk mengadakan pembicaraan hari Rabu dengan p...
Maskapai-maskapai Internasional Batalkan Penerbangan Meski AS Tunda Layanan 5G
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia, termasuk maskapai penerbangan jarak jauh Em...
Polisi Israel Usir Warga Palestina dari Properti yang Disengketakan di Yerusalem
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Polisi Israel, Rabu (19/1), mengusir sejumlah warga Palestina dari sebuah properti yang disengketaka...
Bantuan Internasional Mengalir ke Tonga
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Bantuan internasional sedang menuju ke Tonga untuk membantu upaya-upaya pertolongan bagi negara kepu...
Pesantren-pesantren di Sudan Ajarkan Cara Tradisional Belajar Al-Quran
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Pesantren-pesantren di Sudan memberlakukan sistem pendidikan tradisional yang mereka yakini efektif ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI