Pengadilan Myanmar Tunda Sidang Putusan Pertama Kasus Aung San Suu Kyi
Elshinta
Rabu, 01 Desember 2021 - 11:52 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengadilan Myanmar Tunda Sidang Putusan Pertama Kasus Aung San Suu Kyi
DW.com - Pengadilan Myanmar Tunda Sidang Putusan Pertama Kasus Aung San Suu Kyi

Pengadilan di Myanmar menunda putusan awal dalam persidangan pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, hingga tanggal 6 Desember mendatang.

Aung San Suu Kyi awalnya akan mendengar putusan pengadilan atas kasus penghasutan melawan militer yang berkuasa dan melanggar protokol COVID-19 pada hari Selasa (30/11) ini.

Dilansir Associated Press, pengadilan memutusakan untuk menunda putusan karena adanya tambahan kesaksian. Pengadilan mengizinkan saksi bernama Zaw Mzint Maung, seorang dokter, yang sebelumnya tidak bisa hadir di persidangan untuk memberikan kesaksiannya.

Putusan ini akan menjadi keputusan pertama sejak penggulingan dan penangkapan Aung San Suu Kyi menyusul kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Peraih hadiah Nobel itu juga menghadapi beberapa dakwaan lain yang bisa membuatnya menghabiskan sisa hidupnya di penjara jika terbukti bersalah.

Apa saja dakwaan yang dituduhkan terhadap Aung San Suu Kyi?

Beberapa hari setelah kudeta, Suu Kyi didakwa memiliki walkie-talkie tanpa izin dan melanggar pembatasan virus corona selama pemilu 2020 berlangsung.

Sejak itu, junta militer terus menambahkan sejumlah tuduhan lain antara lain tuduhan melanggar Undang-Undang Rahasia Resmi era kolonial dan kecurangan pemilu. Dia juga dituduh menerima pembayaran ilegal dalam bentuk emas dan uang tunai US$600.000 (Rp8,4 miliar).

Dalam beberapa pekan terakhir, anggota tingkat tinggi lainnya dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi telah didakwa dengan berbagai tuduhan. Seorang mantan menteri utama, Than Naing, dijatuhi hukuman 90 tahun awal bulan ini, dan ajudan Suu Kyi, U Win Htein, dijatuhi hukuman 20 tahun. Mantan Presiden Win Myint, yang digulingkan bersama Suu Kyi, juga menghadapi sejumlah dakwaan.

Amerika Serikat (AS) dan para ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengutuk keras dakwaan tersebut dan menuntut pembebasan para terdakwa.

Siapa Aung San Suu Kyi?

Aung San Suu Kyi memimpin NLD menuju kemenangan dalam pemilihan umum tahun 2015 silam, pemungutan suara demokratis pertama di Myanmar dalam 25 tahun.

Antara tahun 1989 dan 2012, perempuan berusia 76 tahun itu menghabiskan total 15 tahun di bawah tahanan rumah pemerintah militer.

Suu Kyi dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 sebagai pengakuan atas perjuangannya untuk demokrasi.

Junta Myanmar telah bergulat dengan aksi protes, pemogokan, dan perlawanan bersenjata oleh milisi sejak penggulingan pemerintah Suu Kyi awal tahun ini. Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 1.200 orang telah tewas dan lebih dari 10.000 ditangkap dalam tindakan keras terhadap perbedaan pendapat.

rap/pkp (AP, AFP, Reuters)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Fosil Utuh Ichtyosaurus Ditemukan di Inggris
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Petugas pemeliharaan yang mengeringkan sebuah bendungan di Rutland, Inggris menemukan fosil tulang v...
Jimat dan Mantra Memperlancar Hidup Masih Digemari Kaum Muda
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
"Monggo (silakan), mau cari apa?" sapa Tuti dalam bahasa Jawa yang bercampur bahasa Indone...
Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Vaksinasi COVID-19 untuk Anak
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Program vaksinasi COVID-19 untuk anak berusia 6-11 tahun resmi dimulai pemerintah sejak 14 Desember ...
Airbus dan Boeing Dapat Saingan Baru dari Rusia dan Cina
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Tanpa aksi marketing spektakuler, MC-21 dan C919 muncul untuk menantang Airbus dan Boeing yang sejak...
NATO dan Jerman Peringatkan Risiko Nyata dari Konflik Ukraina-Rusia
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Kanselir Jerman dan Kepala NATO pada Selasa (18/01) mendesak Rusia untuk mengurangi ketegangan di te...
IOC Merespons Kekhawatiran soal Kerentanan Aplikasi Cina My 2022
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
IOC memberi tahu DW bahwa aplikasi ponsel cerdas Cina My 2022, yang dimaksudkan untuk digunakan oleh...
Israel Akhirnya Gusur Rumah Warga Palestina di Yerusalem Timur
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Penggusuran dilakukan pada Rabu (19/1) menjelang fajar, ketika aparat kepolisian Israel menyambangi ...
PM Inggris Boris Johnson Terancam Dilengserkan Partai Sendiri
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Sebanyak 20 anggota legislatif dari Partai Konservatif dikabarkan melayangkan mosi tidak percaya ter...
Menteri Ekonomi dan Iklim Jerman: Mencapai Target Iklim Adalah
Jumat, 14 Januari 2022 - 12:07 WIB
Jerman harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi ketertinggalan yang parah pada perlindungan i...
Kantor Dalam Negeri Inggris Mundur dalam Kasus Pencari Suaka Suriah
Jumat, 14 Januari 2022 - 10:18 WIB
Kasus tersebut menyangkut seorang pria Suriah berusia 25 tahun yang datang ke Inggris pada Mei 2020....
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI