Cegah Varian Baru COVID, Pemerintah Larang Masuk WNA dari 8 Negara Afrika
Elshinta
Senin, 29 November 2021 - 08:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Cegah Varian Baru COVID, Pemerintah Larang Masuk WNA dari 8 Negara Afrika
VOA Indonesia - Cegah Varian Baru COVID, Pemerintah Larang Masuk WNA dari 8 Negara Afrika
Pemerintah melarang masuknya warga asing yang memiliki riwayat perjalanan mengunjungi delapan negara di Afrika, 14 hari sebelum masuk ke Tanah Air. Pelarangan yang akan berlaku efektif pada 29 November 2021 tersebut diterapkan untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19, yaitu omicron, ke Indonesia. Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara dalam siaran persnya, Minggu (28/11), mengatakan negara-negara yang dilarang masuk tersebut meliputi Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria.  "Jika ada orang asing yang pernah berkunjung ke negara-negara tersebut dalam kurun waktu 14 hari ke belakang, maka akan langsung ditolak masuk Indonesia di tempat pemeriksaan imigrasi, “ tegasnya. Selain itu, lanjut Angga, Ditjen Imigrasi juga menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara-negara tersebut. Varian omicron mendapatkan perhatian khusus dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) karena berpotensi lebih menular dibandingkan varian lainnya. Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sejak itu juga terdeteksi di Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong. Perebakan COVID-19 di Afrika Selatan telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir ini, bertepatan dengan deteksi varian yang kini ditetapkan sebagai “omicron.”? [ah]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
N95? KF94? Masker Mana yang Terbaik Lindungi dari COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika ...
AS Khawatir Kedatangan Pasukan Rusia Mengarah pada Kehadiran Senjata Nuklir di Belarus
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Amerika Serikat (AS) khawatir kedatangan pasukan Rusia di Belarus untuk melakukan latihan akan menja...
Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil Corp pada Selasa (18/1) berjanji untuk mengurangi emisi karbon...
Kasus Melonjak, Jepang Perluas Pembatasan COVID
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Tokyo dan 12 wilayah lain di Jepang akan menghadapi pembatasan baru  COVID-19 yang mulai berlaku Ju...
Pengadilan Makar Terhadap Tokoh Oposisi Kamboja Dilanjutkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pengadilan atas tuduhan makar terhadap pemimpin oposisi Kamboja dilanjutkan Rabu (19/1), dua tahun s...
Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Kiev untuk mengadakan pembicaraan hari Rabu dengan p...
Maskapai-maskapai Internasional Batalkan Penerbangan Meski AS Tunda Layanan 5G
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia, termasuk maskapai penerbangan jarak jauh Em...
Polisi Israel Usir Warga Palestina dari Properti yang Disengketakan di Yerusalem
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Polisi Israel, Rabu (19/1), mengusir sejumlah warga Palestina dari sebuah properti yang disengketaka...
Bantuan Internasional Mengalir ke Tonga
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Bantuan internasional sedang menuju ke Tonga untuk membantu upaya-upaya pertolongan bagi negara kepu...
Pesantren-pesantren di Sudan Ajarkan Cara Tradisional Belajar Al-Quran
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Pesantren-pesantren di Sudan memberlakukan sistem pendidikan tradisional yang mereka yakini efektif ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI