WHO Serukan Pembaruan Upaya Pencegahan COVID-19 di Tengah Perebakan Omikron
Elshinta
Senin, 29 November 2021 - 08:32 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
WHO Serukan Pembaruan Upaya Pencegahan COVID-19 di Tengah Perebakan Omikron
VOA Indonesia - WHO Serukan Pembaruan Upaya Pencegahan COVID-19 di Tengah Perebakan Omikron
Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan upaya pembaruan untuk mencegah perebakan virus corona dibutuhkan, sementara para ilmuwan berjuang keras untuk menentukan risiko varian baru omikron. Tingkat vaksinasi yang rendah dan kelelahan publik dengan langkah-langkah keselamatan yang ditetapkan membuat lebih banyak orang di Afrika kini berisiko terjangkit virus baru itu. Para pakar mengatakan bukan hal mengejutkan ketika muncul varian baru virus corona. Kurang dari 8% orang di Afrika yang divaksinasi terhadap COVID-19, menciptakan lingkungan bagi virus ini untuk terus merebak dan bermutasi. Dr. Mary Stephen, pakar teknik di WHO Kantor Afrika mengatakan dengan tidak adanya vaksin, warga masyarakat perlu didorong untuk menerapkan langkah-langkah lain untuk mengurangi perebakan dan menyelamatkan jiwa. “Kita tidak boleh lelah. Kita harus terus memastikan bahwa kita mematuhi aturan untuk mengenakan masker wajah, menjaga jarak dan mencegah pertemuan dalam jumlah besar yang tidak perlu, memastikan keberhasihan tangan; jadi ada bentuk-bentuk perlindungan lain yang dapat dilakukan selain vaksinasi.” Para ilmuwan di Afrika Selatan pekan lalu mendeteksi varian omikron. Penelitian masih terus dilakukan untuk menentukan bagaimana varian baru ini menyebar dan reaksinya terhadap vaksin. Di tengah ketidakpastian ini, Inggris, Amerika dan Uni Eropa telah memberlakukan larangan perjalanan ke bagian selatan Afrika. Namun Dr. Mary Stephen mengatakan varian baru ini sudah melintasi benua dan melarang penerbangan ke negara-negara Afrika yang telah sejak lama memberlakukan uji medis bagi wisatawan mereka, adalah tanggapan yang salah. “Dunia sedianya bereaksi terhadap mereka (negara-negara di bagian selatan Afrika.red) dengan solidaritas. Solusinya bukan dengan melarang perjalanan, tetapi dengan meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi kasus-kasus ini, mengidentifikasi potensi risiko, mengurangi risiko; sementara memfasilitas perjalanan internasional karena telah melihat dampak buruk yang ditimbulkan COVID-19 terhadap perekonomian,” kata Stephen. Jeremiah Tshukudu terlalu dekat dengan mereka yang menjadi korban dalam pandemi ini. Pengemudi Uber berusia 45 tahun itu mengatakan dua mobilnya disita tahun lalu karena ia tidak lagi mampu membayar cicilan mobilnya akibat kebijakan lockdown. Ia mengatakan khawatir akan menerima pukulan finansial lain akibat kemunculan varian omikron ini. “Saya melihat kami seperti hampir kehilangan sekitar 50% dari apa yang kami hasilkan baru-baru ini. Mengandalkan Uber, bisnis turun, berarti saya tidak lagi bisa menafkahi keluarga,” ujarnya. Terlepas dari dampak pandemi pada dirinya, Tshukudu mengatakan ia masih ragu divaksinasi. Dengan ancaman varian baru, para pakar berharap orang-orang seperti Tshukudu mempertimbangkan kembali keputusannya. Dr. Michelle Groome di Institut Nasional Untuk Penyakit Menular di Afrika Selatan mengatakan, “Saya berharap dengan keprihatinan akan kemungkinan munculnya gelombang keempat, semoga mereka yang selama ini belum divaksinasi, kini bersedia divaksinasi.” Lebih dari 3.200 orang di Afrika Selatan Sabtu lalu (27/11) terbukti positif mengidap COVID-19, menandai peningkatan dibanding hari sebelumnya. Pemerintah Afrika Selatan kini melakukan kampanye intensif agar lebih banyak orang bersedia divaksinasi. Mereka menawarkan kupon makanan bagi yang bersedia divaksinasi. Data pemerintah menunjukkan sedikitnya 41% orang dewasa di Afrika Selatan kini telah divaksinasi. [em/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Biden Ingin Seimbangkan Kepentingan dan Ideologi dalam Lawatan Timur Tengah
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Dalam lawatan ke Timur Tengah pekan depan, Presiden Biden dijadwalkan akan mendorong integrasi Israe...
Menang Pemilu, Kelompok Konservatif Jepang Berencana Revisi Konstitusi
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Koalisi konservatif yang berkuasa di Jepang memperoleh kemenangan besar pada pemilu legislatif hari ...
Jerman Bersiap Kemungkinan Rusia Hentikan Pasokan Gas 
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Gas alam merupakan sumber energi utama di Jerman. Sekitar setengah dari rumah tangga di negara itu m...
Jepang Adakan Upacara Mengenang Abe Sehari Sebelum Pemakaman
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Upacara peringatan mengenang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diselenggarakan di Tokyo Senin...
PM Inggris Bertekad Lanjutkan Pekerjaan Hingga Serahkan “Mandat”
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Boris Johnson hari Senin (11/7) mengatakan ia bertekad untuk terus menjalankan program-program pemer...
Wapres Taiwan Beri Penghormatan Terakhir Bagi Abe
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-Te hari Senin (11/7) tampak meninggalkan kediaman mantan Perdana Men...
Komandan Kapal Induk AS Puji Latihan Angkatan Laut RIMPAC
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Komandan kapal induk Amerika USS Abraham Lincoln Kapten Amy Bauernschmidt hari Senin (11/7) memuji l...
KBRI Belum Berencana Evakuasi WNI dari Sri Lanka
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia KBRI di Sri Lanka mengatakan belum berencana mengevakuasi warga ne...
Lawatan Biden ke Timur Tengah: Antara HAM, Energi, dan Keamanan Regional
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Lawatan Presiden AS Joe Biden ke Timur Tengah pekan ini didominasi isu tingginya harga minyak dunia ...
Perdana Menteri Inggris Baru akan Diumumkan pada 5 September
Selasa, 12 Juli 2022 - 11:04 WIB
Graham Brady, pemimpin dari sekelompok legislator Konservatif yang kuat yang dikenal sebagai Komite ...

InfodariAnda (IdA)