Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja
Elshinta
Jumat, 27 Mei 2022 - 08:46 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja
ABC.net.au - Mengerikan: Penembakan di Texas Menewaskan Setidaknya 18 Murid SD, Pelakunya Seorang Remaja

Seorang pria bersenjata berusia 18 tahun melakukan penembakan massal di sekolah dasar Robb Elementary School di Texas, Amerika Serikat. Setidaknya 18 murid dan seorang guru meninggal dunia.

Korban yang tewas meliputi tiga orang dewasa, menurut Senator Texas Roland Gutierrez, yang memperoleh informasi dari polisi negara bagian.

Penembak diduga tewas dalam kejadian ini, namun belum jelas apakah ia termasuk dalam daftar yang diumumkan.

Ini adalah penembakan paling mematikan di sekolah dasar di AS sejak penembakan di Sandy Hook, Connecticut, hampir 10 tahun lalu yang menewaskan 20 anak dan enam orang dewasa.

Gubernur Texas, Greg Abbott mengatakan penembak diidentifikasi sebagai seorang pria berumur 18 tahun bernama Salvador Ramos.

Ia mengatakan penembakan di kota Uvalde ini "mengerikan" dan "tidak dapat dipahami".

Polisi belum mengetahui motif penembakan tersebut.

Ini merupakan penembakan paling mematikan dalam sejarah Texas dan terjadi empat tahun setelah seorang penembak membunuh 10 orang di Sekolah Menengah Atas Santa Fe di Houston.

Greg mengatakan pria bersenjata yang berasal dari daerah tersebut masuk ke sekolah dengan membawa pistol, dan kemungkinan juga senapan, sebelum mulai menembaki korban.

Ia mengatakan penembak diperkirakan meninggal karena ditembak polisi, namun mengatakan kejadian ini masih dalam proses penyelidikan.

Kepala Kepolisian Distrik Sekolah Uvalde Pete Arredondo mengatakan pria bersenjata itu melakukan aksinya seorang diri.

Belum jelas ada berapa orang, di samping yang meninggal dunia, yang mengalami luka-luka. Namun Pete mengatakan ada "beberapa orang terluka".

Biden serukan aturan baru senjata

Pihak Rumah Sakit Memorial Uvalde mengatakan sebanyak 13 anak diangkut dengan ambulans atau bus menuju fasilitasnya, sementara rumah sakit lain melaporkan seorang perempuan berusia 66 tahun sedang dalam kondisi kritis.

Menurut Pete Arredondo sekolah yang memiliki kurang dari 600 murid tersebut terdiri dari kelas dua, tiga, dan empat.

Ia tidak memberikan informasi usia anak-anak yang ditembak.

Pihak distrik mengatakan semua sekolah di daerah tersebut ditutup sejak adanya penembakan.

Polisi melakukan patroli ketat di sekolah-sekolah pada Selasa sore kemarin (24/05). Mengenakan rompi tebal, mereka mengalihkan lalu lintas, sementara agen FBI keluar-masuk dari gedung.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan aturan baru untuk mengakhiri kebuntuan reformasi kepemilikan senjata di negara itu.

"Demi Tuhan, kapan kita akan mendiamkan kelompok lobi senjata?" ujar Biden di Gedung Putih tak lama setelah kembali dari perjalanan lima hari ke Asia.

Didampingi Ibu Negara Jill Biden di Ruang Roosevelt, Presiden Biden menambahkan, "Saya lelah. Kita harus bertindak."

"Penembakan massal semacam ini jarang terjadi di tempat lain di dunia," kata Biden. "Mengapa?"

Wakil Presiden Kamala Harris sebelumnya mengatakan bahwa pada saat-saat seperti ini, orang selalu mengatakan "hati kami hancur… namun ungkapan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perasaan hancur dari keluarga para korban."

"Kita harus memiliki keberanian untuk mengambil tindakan … untuk memastikan hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi," katanya.

Uvalde berjarak sekitar 120 kilometer dari perbatasan dengan Meksiko dengan penduduk sekitar 16.000 orang.

SD Robb Elementary berada di lingkungan perumahan yang sebagian besar adalah rumah sederhana.

Seorang agen Patroli Perbatasan yang merupakan salah satu petugas kepolisian yang tiba pertama di tempat kejadian ditembak dan dilukai oleh pelaku.

Agen tersebut dirawat di rumah sakit dan sedang dalam kondisi stabil, menurut seorang pejabat penegak hukum federal.

'Sangat berduka'

Penembakan itu terjadi beberapa hari sebelum konvensi tahunan Asosiasi Senapan Nasional akan digelar di Houston.

Chris Murphy, senator Amerika dari Connecticut yang menangani kasus Sandy Hook, memohon agar rekannya meloloskan undang-undang untuk mengatasi masalah kekerasan senjata yang terus berlanjut di negara itu.

Chris menyampaikan pidato berapi-api, mendesak rekan-rekannya untuk berkompromi.

"Kami sangat berduka bagi keluarga-keluarga ini. Rasa cinta, pikiran, dan doa senantiasa kami panjatkan dan berikan," katanya.

"

"Tapi di sini saya memohon, saya benar-benar berlutut dan memohon kepada rekan-rekan saya," katanya.

"

"Temukan solusinya. Bekerja samalah dengan kami untuk mencari jalan keluar dan mengesahkan undang-undang yang memperkecil kemungkinan hal ini terjadi lagi."

Gubernur Greg Abbott dan kedua senator Texas Amerika Serikat merupakan beberapa pejabat Republik terpilih yang dijadwalkan untuk berbicara di forum kepemimpinan pada hari Jumat mendatang yang disponsori oleh kelompok lobi NRA.

AP

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Perang Antargeng Berlanjut di Sydney, Korban Tewas Ditembak 10 Kali di Tempat Parkir
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Mantan anggota geng motor Lone Wolf Australia, Yusuf Nazlioglu, tewas setelah ditembak setidaknya 1...
Hasil Sensus 2021: Dalam Hal Jumlah Migran ke Australia, India Ungguli China
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Dipti Ray dan keluarganya pindah secara permanen ke Australia dari India pada tahun 2020. Peremp...
Remaja Australia Kecanduan Nikotin di Tengah Maraknya Pasar Gelap Vape
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Penjualan vape melalui pasar gelap tengah marak di Australia, meski sebenarnya dilarang. Sal...
Hasil Sensus 2021: Jumlah Pemeluk Agama Kristen Menurun di Australia
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:53 WIB
Sensus Australia tahun 2021 mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, tidak sampai setengah warga A...
Pemerintah Australia Akan Mendata Etnis Penduduknya untuk Melengkapi Ukuran Keberagaman Budaya
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Pemerintah Australia mengumumkan akan mengumpulkan data etnis penduduk untuk bisa mengukur keberagam...
Kekurangan Pekerja di Bandara Australia Diperkirakan Akan Berlanjut Sampai Setahun ke Depan
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Anda yang akan bepergian ke dan dari Australia harus bersiap-siap mengalami gangguan perjalanan kar...
Hadiri Pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi Membawa Misi Perdamaian bagi Konflik Rusia - Ukraina
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Joko Widodo telah tiba di Munich,Jerman hari Minggu (26/06) waktu setempat atau Senin (27/...
Penyewa Rumah Semakin Tertekan Akibat Kenaikan Biaya Hidup di Australia
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Untung saja Siobhan Joseph menyukai suhu dingin. Karena selama musim dingin, warga Sydney, Australi...
Sebuah Foto yang Menggemparkan Amerika dan Menjadi Lambang Hak Aborsi
Selasa, 28 Juni 2022 - 09:57 WIB
Di sebuah kamar motel, tubuh seorang perempuan terlihat membungkuk di atas handuk berlumuran darah. ...
Pemerintah Indonesia Deportasi Warga Jepang Terduga Pelaku Penipuan Bantuan COVID-19
Senin, 27 Juni 2022 - 09:34 WIB
Indonesia pada Rabu (22/06) pagi mendeportasi seorang pria Jepang ke Tokyo yang diduga bersama denga...
InfodariAnda (IdA)