Biden: Tak Perlu Upaya Ekstra untuk Atasi Cacar Monyet
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Biden: Tak Perlu Upaya Ekstra untuk Atasi Cacar Monyet
VOA Indonesia - Biden: Tak Perlu Upaya Ekstra untuk Atasi Cacar Monyet
Amerika memiliki cukup vaksin untuk menangani kemungkinan perebakan wabah cacar monyet dan tidak perlu "upaya ekstra" untuk mencegah penyebarannya, kata Presiden Joe Biden, Senin (23/5) sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP. Biden ditanya apakah orang Amerika bisa menghadapi karantina selama berminggu-minggu jika terinfeksi cacar monyet setelah beberapa kasus terdeteksi bulan ini di Amerika Utara dan Eropa. "Saya rasa tidak. Kita pernah mengalami cacar monyet dalam jumlah yang lebih besar di masa lalu," kata Biden pada konferensi pers di Tokyo setelah melangsungkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. "Nomor dua, kita punya vaksin untuk mengatasinya. Nomor tiga, sejauh ini, sepertinya tidak perlu ada upaya ekstra di luar apa yang sedang terjadi." Cacar monyet, yang biasanya tidak berakibat fatal, bisa menyebabkan demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, kelelahan, dan ruam seperti cacar air di tangan dan wajah. Virus, yang endemik di beberapa bagian Afrika ini, bisa menular melalui kontak, melalui sentuhan kulit, atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. WHO: Tak Ada Bukti Virus Cacar Monyet Bermutasi Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki bukti bahwa virus cacar monyet telah bermutasi, kata seorang eksekutif senior di badan PBB itu, Senin (23/5), dan mengatakan penyakit menular yang endemik di Afrika barat dan tengah itu cenderung tidak berubah. Rosamund Lewis, kepala urusan sakit cacar yang merupakan bagian dari Program Darurat WHO pada pengarahan singkat mengatakan mutasi umumnya lebih rendah untuk virus ini, meskipun urutan genetika kasus akan membantu pemahaman tentang wabah saat ini. Lebih dari 100 kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi dalam wabah baru-baru ini di Eropa dan Amerika Utara sakitnya tidak parah, kata kepala bagian penyakit baru dan zoonosis serta pemimpin teknis untuk COVID-19 WHO, Maria van Kerkhove. "Ini adalah situasi yang bisa dikendalikan," ujarnya. Menurut WHO, perebakan cacar monyet tidak lazim, karena terjadi di negara-negara di mana virus tidak menyebar. Para ilmuwan sedang berusaha memahami asal usul kasus-kasus ini dan apakah ada yang berubah terkait virus tersebut.  [my/jm]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Cabut Veto, Finlandia dan Swedia Selangkah Menuju Bergabung dengan NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
Anggota NATO, Turki, pada Selasa (28/6), mencabut vetonya terhadap permohonan Finlandia dan Swedia u...
PBB: Lebih 100 Pembunuhan Terjadi di Kamp Suriah Sejak Januari 2021
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
PBB, pada Selasa (28/6), mengatakan bahwa lebih dari 100 orang, sebagian besar di antaranya adalah p...
Maduro Tanggapi Upaya AS, Prancis untuk Bangun Kembali Hubungan dengan Venezuela
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada Senin (27/6), menyambut dua peristiwa terpisah yang menanda...
51 Migran Ditemukan Tewas dalam Truk Trailer di Texas
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Korban tewas dari insiden perdagangan manusia hari Senin, di mana para migran menderita di bawah suh...
Pemimpin Turki Berharap Bertemu Biden di KTT NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Turki mengatakan ia berbicara dengan Presiden AS Joe Biden pada Selasa (28/6) pagi dan mung...
China Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Pesawat Militer di Lepas Pantai Taiwan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
China telah meningkatkan jumlah penerbangan militer ke zona pertahanan udara Taiwan di laut. Para an...
Korea Utara Berusaha Cegah Kerusakan Akibat Banjir di Tengah Krisis COVID
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Warga Korea Utara berusaha melindungi tanaman pangan, peralatan pabrik, dan aset-aset lainnya dari p...
Uni Eropa Perpanjang Sertifikat COVID-19 di Tengah Lonjakan Kasus
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Negara-negara Uni Eropa (UE), Selasa (28/6), menyetujui perpanjangan penggunaan sertifikat COVID-19 ...
Iran, AS akan Mulai Pembicaraan Nuklir Tidak Langsung di Qatar
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Iran dan Amerika Serikat, Selasa (28/6), siap memulai pembicaraan tidak langsung di Qatar yang bertu...
NASA Berharap Peluncuran di Selandia Baru akan Buka Jalan bagi Pendaratan di Bulan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
NASA ingin bereksperimen dengan orbit baru di sekitar bulan yang diharapkan dapat digunakan pada tah...
InfodariAnda (IdA)