Erdogan: Saya tidak akan Berbicara lagi dengan Perdana Menteri Yunani
Elshinta
Selasa, 24 Mei 2022 - 15:41 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Erdogan: Saya tidak akan Berbicara lagi dengan Perdana Menteri Yunani
VOA Indonesia - Erdogan: Saya tidak akan Berbicara lagi dengan Perdana Menteri Yunani
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia akan berhenti berbicara dengan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, serta membatalkan pertemuan penting antar pemerintahan kedua negara. Erdogan menuduh pemimpin Yunani itu telah mengesankan Turki sebagai negara yang jahat. Dalam pidato televisi pada Senin (23/5), ia menuduh Yunani melindungi pengikut ulama Muslim asal Turki yang kini bermukim di AS, Fethullah Gulen. Turki menuduh ulama itu adalah otak dari percobaan kudeta yang gagal pada 2016, serta membentuk pangkalan militer untuk mengancam Turki. Gulen sebelumnya telah membantah tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Erdogan juga menuduh Mitsotakis menyarankan Amerika Serikat agar Washington tidak menjual pesawat tempur F-16 kepada Turki dalam kunjungannya baru-baru ini ke Amerika. "Tahun ini, kami seharusnya melaksanakan pertemuan dewan strategis. Tidak ada lagi nama Mitsotakis yang saya kenal. Saya tidak akan pernah setuju untuk bertemu dengannya (Mitsotakis.red) karena kami berjalan di jalur yang sama sebagai politisi terhormat yang menepati janji kami dan juga berkarakter," kata Erdogan. ?[jm/ka/rs]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Turki Cabut Veto, Finlandia dan Swedia Selangkah Menuju Bergabung dengan NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
Anggota NATO, Turki, pada Selasa (28/6), mencabut vetonya terhadap permohonan Finlandia dan Swedia u...
PBB: Lebih 100 Pembunuhan Terjadi di Kamp Suriah Sejak Januari 2021
Rabu, 29 Juni 2022 - 12:09 WIB
PBB, pada Selasa (28/6), mengatakan bahwa lebih dari 100 orang, sebagian besar di antaranya adalah p...
Maduro Tanggapi Upaya AS, Prancis untuk Bangun Kembali Hubungan dengan Venezuela
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada Senin (27/6), menyambut dua peristiwa terpisah yang menanda...
51 Migran Ditemukan Tewas dalam Truk Trailer di Texas
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Korban tewas dari insiden perdagangan manusia hari Senin, di mana para migran menderita di bawah suh...
Pemimpin Turki Berharap Bertemu Biden di KTT NATO
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Presiden Turki mengatakan ia berbicara dengan Presiden AS Joe Biden pada Selasa (28/6) pagi dan mung...
China Tingkatkan Frekuensi Penerbangan Pesawat Militer di Lepas Pantai Taiwan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
China telah meningkatkan jumlah penerbangan militer ke zona pertahanan udara Taiwan di laut. Para an...
Korea Utara Berusaha Cegah Kerusakan Akibat Banjir di Tengah Krisis COVID
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Warga Korea Utara berusaha melindungi tanaman pangan, peralatan pabrik, dan aset-aset lainnya dari p...
Uni Eropa Perpanjang Sertifikat COVID-19 di Tengah Lonjakan Kasus
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Negara-negara Uni Eropa (UE), Selasa (28/6), menyetujui perpanjangan penggunaan sertifikat COVID-19 ...
Iran, AS akan Mulai Pembicaraan Nuklir Tidak Langsung di Qatar
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
Iran dan Amerika Serikat, Selasa (28/6), siap memulai pembicaraan tidak langsung di Qatar yang bertu...
NASA Berharap Peluncuran di Selandia Baru akan Buka Jalan bagi Pendaratan di Bulan
Rabu, 29 Juni 2022 - 09:57 WIB
NASA ingin bereksperimen dengan orbit baru di sekitar bulan yang diharapkan dapat digunakan pada tah...
InfodariAnda (IdA)