Jerman Tuduh Rusia Gunakan Energi sebagai Senjata 
Elshinta
Jumat, 13 Mei 2022 - 11:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Jerman Tuduh Rusia Gunakan Energi sebagai Senjata 
VOA Indonesia - Jerman Tuduh Rusia Gunakan Energi sebagai Senjata 
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, Kamis (12/5)  menuduh Rusia menggunakan energi sebagai "senjata", setelah Moskow menjatuhkan sanksi pada perusahaan energi Barat dan memperlambat aliran gas ke Eropa.  "Harus dikatakan bahwa situasinya sedang memuncak, sedemikian rupa sehingga penggunaan energi sebagai senjata sekarang direalisasikan di beberapa daerah," kata Habeck kepada wartawan di Berlin.  Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, dalam kunjungannya ke ibu kota Jerman, mengatakan  Moskow telah menunjukkan dirinya sebagai pemasok yang tidak dapat diandalkan.  Kuleba mendesak Eropa untuk mengakhiri ketergantungan beratnya pada gas Rusia yang membantu membiayai mesin perang Moskow.  "Oksigen energi untuk Rusia ini harus dimatikan dan itu sangat penting bagi Eropa," kata Kuleba pada konferensi pers bersama dengan Habeck.  "Eropa harus menghentikan ketergantungan penuh pada gas Rusia, karena Rusia telah menunjukkan ... Rusia bukan mitra yang bisa diandalkan dan Eropa tidak bisa mengharapkannya," tambahnya.  Rusia, Kamis mengatakan akan berhenti mengirim gas alam lewat jalur  Polandia, bagian dari pipa Yamal-Eropa untuk membalas sanksi Barat atas invasinya ke Ukraina.  Langkah itu dilakukan sehari setelah Rusia mengeluarkan dekrit pemerintah yang menjatuhkan sanksi pada 31 perusahaan energi Uni Eropa, AS, dan Singapura.  Sebagian besar dari perusahaan-perusahaan itu milik kelompok Gazprom Germania anak perusahaan raksasa energi Rusia Gazprom.  Sanksi tersebut termasuk larangan transaksi dan masuknya kapal ke pelabuhan Rusia kepada perusahaan yang terkena dampak.  Sementara itu, para operator Kamis melaporkan penurunan pasokan gas dari Rusia melalui Ukraina untuk hari kedua, setelah Kyiv mengatakan akan menghentikan aliran melalui pipa transit utama di Ukraina timur yang disebut Sokhranivka karena daerah itu tidak lagi di bawah kendali Ukraina.  Tetapi Gazprom membantah ada kasus di  pihak Ukraina untuk menyebutnya  "situasi di luar kendali" dan mengatakan tidak mungkin untuk mengalihkan semua pasokan melalui pipa Ukraina lainnya. [my/ka]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandid...
AS, Korsel Isyaratkan Peningkatan Kapabilitas Militer Terhadap Korut
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengisyaratkan peni...
Korban Tewas Runtuhnya Terowongan Kashmir Tambah Jadi 9
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Sejumlah pejabat mengatakan bahwa petugas penyelamat menemukan jenazah delapan pekerja di wilayah Ka...
AS Antisipasi Penjatahan Vaksin COVID Tanpa Penambahan Anggaran
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Gedung Putih merencanakan sejumlah langkah untuk menghadapi apa yang disebutnya "kondisi gawat tidak...
Rusia Klaim Menang di Mariupol Picu Keprihatinan Nasib Tahanan Perang
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Klaim Rusia bahwa pihaknya sudah berhasil merebut pabrik baja di Mariupol yang selama ini menjadi la...
Rusia: 963 Orang Amerika Dilarang Masuk
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Rusia mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa pihaknya sejauh ini melarang 963 orang Amerika Serikat (AS)...
Pasukan Terakhir Ukraina di Mariupol
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Pasukan Ukraina yang bertekad untuk mempertahankan pabrik baja sampai titik darah terakhir di Mariup...
Tornado Hantam Jerman, 40 Orang Cedera
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Badan cuaca Jerman mengatakan sebuah badai yang menyapu melintasi Jerman telah menimbulkan tiga torn...
Makin Banyak Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Belanda
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Otoritas kesehatan Belanda mengumumkan lebih banyak ditemukanya kasus cacar monyet (monkeypox) pada ...
Setelah Hengkang, Bisnis Barat Kembali ke Rusia Melalui Merek Baru
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Restoran waralaba cepat saji McDonalds Corp menjual restorannya di Rusia kepada salah satu pemegang ...
InfodariAnda (IdA)