Varian Baru COVID-19 Muncul di Afrika Selatan, Disebut Dua Kali Lebih Ganas Dari Delta
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 10:53 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Varian Baru COVID-19 Muncul di Afrika Selatan, Disebut Dua Kali Lebih Ganas Dari Delta
ABC.net.au - Varian Baru COVID-19 Muncul di Afrika Selatan, Disebut Dua Kali Lebih Ganas Dari Delta

Sebuah varian baru virus corona telah ditemukan di Afrika Selatan dan mengkhawatirkan para pejabat kesehatan Inggris karena varian cepat bermutasi dan menyebar di kalangan anak-anak muda.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan varian baru jenis B.1.1.529 memiliki protein yang berbeda dengan virus corona sebelumnya, yang menjadi dasar pembuatan vaksin COVID-19 saat ini.

Dikatakan mutasi yang ada dalam varian ini akan membuat virusnya tidak bisa dikekang dengan respon antibodi ydari vaksin atau juga kekebalan tubuh bagi yang pernah divaksinasi.

Menurut UKHSA, mutasi yang ada juga membuat varian ini lebih cepat menyebar. 

Para pejabat menggambarkan varian tersebut memkiliki kemampuan mutasi dua kali lebih besar dibandingkan varian Delta dan bisa menjadi salah satu "yang  paling buruk".

"Yang kita ketahui adalah tingginya angka mutasi, kemungkinan dua kali lebih tinggi dari apa yang kita lihat pada varian Delta," kata Menteri Kesehatan Inggris, Sajid Javid.

"

"Ini menunjukkan bahwa varian baru akan bisa menyebar lebih cepat dan membuat vaksin yang ada sekarang ini kurang efektif."

"

Inggris sudah mengumumkan pelarangan sementara penerbangan dari enam negara Afrika, yaitu Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho dan Eswatini. 

Dikatakan warga asal Inggris yang kembali dari negara-negara tersebut harus menjalani karantina.

Para ilmuwan mengatakan penelitian di laboratorium masih diperlukan untuk memastikan apakah mutasi tersebut akan mengurangi tingkat efektivitas vaksin.

Para pejabat menyarankan agar Pemerintah Inggris bertindak segera dengan kemungkinan apa yang dikhawatirkan akan menjadi kenyataan, meski diperlukan waktu beberapa minggu untuk mengumpulkan semua data terkait varian baru tersebut.

Awal pekan ini, para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan mereka sudah menemukan adanya varian baru virus COVID-19 dalam sejumlah kecil kasus dan sedang meneliti dampak dari varian tersebut.

Varian tersebut juga sudah ditemukan di Botswana dan Hong Kong.

UKHSA mengatakan sejauh ini belum ada kasus dari varian tersebut ditemukan di Inggris dan mereka sudah mengadakan kontak dengan para ilmuwan Afrika Selatan mengenai data mereka.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Joe Phaahlahas, mengatakan sudah terjadi peningkatan kasus dalam "jumlah besar" di negerinya karena varian B.1.1.529 tersebut.

Tulio de Oliveira dari Jaringan Pemantau Genomik Afrika mengatakan penelitian mengenai varian tersebut sedang berlangsung.

Tim tersebut sudah memiliki 100 genom lengkap dari varian tersebut dan akan mendapatkan lebih banyak lagi dalam beberapa hari mendatang.

"

"Tingginya angka mutasi adalah hal yang dikhawatirkan bagi kemungkinan penyebaran dan juga menurunnya efektivitas vaksin," katanya.

"

"Karena khawatir dengan loncatan evolusi dalam varian ini. Berita bagusnya adalah bahwa ini semua bisa dideteksi dari tes PCR."

AP/Reuters

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Restoran Indonesia di Australia Terkena Dampak Kekurangan Pekerja Saat Pandemi
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Sejumlah pemilik restoran di Australia melaporkan persaingan dalam mencari pekerja di tengah mening...
Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke menggunakan kuasanya untuk membatalkan visa Novak Djokovic...
Vonis 15 Tahun Penjara Untuk Zulkarnaen, Mantan Komandan Militer Jemaah Islamiyah
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Aris Sumarsono, dikenal sebagai Zulkarnaen, dinyatakan bersalah membantu dan bersekongkol dengan pe...
Daging Ayam Sedang Sulit Ditemukan di Australia? Ini Alasannya
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Daging ayam adalah sumber protein yang paling populer di Australia, tapi mungkin masih akan jarang d...
Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Lembaga regulasi obat-obatan di Australia telah menyetujui vaksin Novavax, juga dua obat yang bisa ...
Terbang dari Jambi ke Kolombia, Pilot Perempuan Ini Pecahkan Rekor Dunia
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Zara Rutherford, perempuan berdarah Inggris dan Belgia, memecahkan rekor menjadi perempuan termuda d...
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setel...
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik s...
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi mel...
Negara-negara Miskin Membuang Jutaan Vaksin COVID karena Hampir Kedaluwarsa
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
UNICEF, salah satu badan PBB, melaporkan negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis va...
InfodariAnda (IdA)