China akan Hukum Perusahaan-perusahaan yang Bantu Aktivis Kemerdekaan Taiwan
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 14:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
China akan Hukum Perusahaan-perusahaan yang Bantu Aktivis Kemerdekaan Taiwan
VOA Indonesia - China akan Hukum Perusahaan-perusahaan yang Bantu Aktivis Kemerdekaan Taiwan
China, Rabu (24/11), bersumpah untuk menghukum berat perusahaan-perusahaan yang memberikan dukungan keuangan kepada para aktivis kemerdekaan Taiwan. Seorang juru bicara Kantor Urusan Taiwan Kabinet China, Zhu Fenglian, mengatakan bahwa China "tidak akan pernah mengizinkan orang atau perusahaan mana pun berbisnis di China daratan sementara  memberikan dukungan keuangan kepada mereka yang mengupayakan kemerdekaan Taiwan. Media pemerintah Xinhua melaporkan Senin lalu, Beijing telah mendenda Far Eastern Group yang berkantor pusat di Taiwan karena serangkaian pelanggaran hukum dan peraturan China daratan, mulai dari perlindungan lingkungan hingga kualitas produk, Zhu membenarkan bahwa perusahaan tersebut telah didenda sekitar 71 juta dolar AS dan membela keputusan tersebut sebagai tindakan yang diambil berdasarkan fakta dan sesuai dengan hukum dan peraturan negara tersebut. Denda itu dijatuhkan di tengah meningkatnya ketegangan di selat itu, karena pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu mengintensifkan kontaknya dengan negara-negara barat, termasuk AS, dalam menghadapi ancaman militer yang meningkat dari China daratan. Langkah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan Taiwan yang berinvestasi dan beroperasi di China daratan dapat menghadapi tekanan yang meningkat. Mengomentari pertemuan virtual Selasa antara sejumlah pejabat Taiwan dan AS untuk memperdalam kerja sama, Zhu menegaskan kembali penentangan Beijing terhadap kontak resmi semacam itu dan mendesak AS untuk berhenti mengirim apa yang disebutnya "sinyal keliru" kepada para aktivis kemerdekaan Taiwan. [ab/uh]        
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
N95? KF94? Masker Mana yang Terbaik Lindungi dari COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Amerika ...
AS Khawatir Kedatangan Pasukan Rusia Mengarah pada Kehadiran Senjata Nuklir di Belarus
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Amerika Serikat (AS) khawatir kedatangan pasukan Rusia di Belarus untuk melakukan latihan akan menja...
Exxon Bertekad Capai Nol Emisi Karbon pada 2050
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Perusahaan minyak dan gas Exxon Mobil Corp pada Selasa (18/1) berjanji untuk mengurangi emisi karbon...
Kasus Melonjak, Jepang Perluas Pembatasan COVID
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Tokyo dan 12 wilayah lain di Jepang akan menghadapi pembatasan baru  COVID-19 yang mulai berlaku Ju...
Pengadilan Makar Terhadap Tokoh Oposisi Kamboja Dilanjutkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Pengadilan atas tuduhan makar terhadap pemimpin oposisi Kamboja dilanjutkan Rabu (19/1), dua tahun s...
Menlu AS Kunjungi Ukraina, Desak Rusia Redakan Ketegangan di Perbatasan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Kiev untuk mengadakan pembicaraan hari Rabu dengan p...
Maskapai-maskapai Internasional Batalkan Penerbangan Meski AS Tunda Layanan 5G
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Maskapai-maskapai penerbangan di berbagai penjuru dunia, termasuk maskapai penerbangan jarak jauh Em...
Polisi Israel Usir Warga Palestina dari Properti yang Disengketakan di Yerusalem
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:44 WIB
Polisi Israel, Rabu (19/1), mengusir sejumlah warga Palestina dari sebuah properti yang disengketaka...
Bantuan Internasional Mengalir ke Tonga
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Bantuan internasional sedang menuju ke Tonga untuk membantu upaya-upaya pertolongan bagi negara kepu...
Pesantren-pesantren di Sudan Ajarkan Cara Tradisional Belajar Al-Quran
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:43 WIB
Pesantren-pesantren di Sudan memberlakukan sistem pendidikan tradisional yang mereka yakini efektif ...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI