Aturan COVID di Australia Terus Dilonggarkan, Kecuali Bagi yang Belum Divaksinasi
Elshinta
Rabu, 24 November 2021 - 12:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Aturan COVID di Australia Terus Dilonggarkan, Kecuali Bagi yang Belum Divaksinasi
ABC.net.au - Aturan COVID di Australia Terus Dilonggarkan, Kecuali Bagi yang Belum Divaksinasi

Negara bagian Victoria dengan ibu kota Melbourne kembali mencatat kasus harian di atas seribu, di saat banyak aturan COVID-19 makin terus dilonggarkan.

Hari Jumat (19/11) terdapat 1.273 kasus baru di Victoria dengan delapan kematian.

Tingkat vaksinasi dua dosis di negara bagian ini diperkirakan akan mencapai 90 persen untuk populasi di atas 12 tahun pada akhir pekan besok.

Kebanyakan pembatasan pergerakan warga yang sangat ketat telah dilonggarkan mulai pergantian hari, tengah malam tadi.

Tidak ada lagi batasan soal kapasitas di restoran dan kafe, begitu juga dengan batasan jumlah yang bisa berkunjung ke rumah sudah dicabut.

Masker hanya dipakai di tempat-tempat yang dianggap berisiko tinggi, seperti pusat layanan kesehatan, transportasi umum, atau saat melayani konsumen di restoran dan kafe.

Tapi warga yang belum divaksinasi sudah tidak diperbolehkan lagi untuk datang ke tempat-tempat non-esensial, seperti toko pakaian, toko buku, atau salon.

Fleur Brown dari Asosiasi Ritel Australia mengatakan toko-toko butuh kejelasan soal pengecekan vaksinasi apalagi musim liburan semakin dekat.

Ia juga meminta ada keringanan soal pengecekan vaksin bagi warga.

"Kami rasa ada ruang untuk untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku ritel oleh Pemerintah Victoria," katanya.

Pihak Oposisi pemerintahan Victoria juga mengkritik aturan baru COVID-19 untuk sektor ritel, karena beberapa toko dianggap tidak akan mampu untuk merekrut orang-orang yang akan mengecek vaksin.

Pelonggaran aturan COVID-19 juga dirasakan di kawasan di pedalaman Victoria dengan sejumlah musik dan film festival dan lantai dansa kembali dibuka.

Salah satunya adalah klab malam di kota Horsham, di sebelah barat Victoria, yang sudah tutup 131 hari selama pandemi.

Warga yang ingin pergi ke Australia Selatan dari Sydney dan Melbourne juga sudah diperbolehkan mulai Selasa pekan depan (23/11), dengan syarat sudah mendapat dua dosis vaksin dan bukan berasal dari Byron Bay.

Syarat lainnya adalah mereka yang berasal dari area pemerintahan yang tingkat vaksinasinya kurang dari 90 persen tidak diizinkan untuk datang ke tempat dan acara berisiko tinggi, seperti pertandingan kriket Adelaide Ashes Test.

Negara bagian Queensland dengan ibu kota Brisbane tetap berencana untuk membuka perbatasannya bagi warga dari negara bagian lain pada tanggal 17 Desember saat tingkat vaksinasi di negara bagian tersebut mencapai 80 persen.

Warga yang tidak divaksinasi di Queensland akan dilarang untuk masuk ke kafe, restoran, bar, pub, serta sejumlah tempat pariwisata, meski masih bisa memesan hotel untuk akomodasi.

Tapi sejumlah hotel mengatakan mereka memilih untuk menolak pemesanan dari warga yang tidak divaksinasi karena akan menyulitkan saat harus melakukan pengecekan.

Dari perkembangan wabah COVID-19 terbaru di Kawasan Australia Utara (NT) dengan ibu kota Darwin, hari ini dilaporkan ada dua kasus baru.

Klaster baru di NT yang berasal dari kawasan Katherine dan Robinson River kini telah mencapai 25 kasus.

Salah satu kasus adalah seorang pria berusia 33 tahun yang bekerja di sektor kesehatan dan sudah divaksinasi dua kali, namun memiliki penyakit bawaan.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setel...
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik s...
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi mel...
Negara-negara Miskin Membuang Jutaan Vaksin COVID karena Hampir Kedaluwarsa
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
UNICEF, salah satu badan PBB, melaporkan negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis va...
Ada Laporan Delegasi Indonesia Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani COVID-19
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Army Radio, sebuah stasiun radio milik militer Israel melaporkan delegasi dari Indonesia telah melak...
Usia Harapan Hidup di Australia Meningkat, Salah Satunya Karena Lockdown
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
'Life expectancy' atau usia harapan hidup warga di Australia telah meningkat sejak dimula...
Sistem Kesehatan di Australia Tertekan di Tengah Naiknya Penularan Omicron
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Australia melaporkan 77 kematian akibat COVID-19 pada hari Selasa (18/01), menjadi kematian tertingg...
Memakai Masker Bedah Membuat Orang Terlihat Lebih Menarik, Benarkah?
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Sebuah studi terbaru yang dilakukan para peneliti di Inggris menemukan jika memakai masker bisa memb...
Selfie NFT Asal Indonesia Laku Jutaan Dolar. Seberapa Aman Jualan NFT?
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Pekan lalu, nama Sultan Gustaf Al Ghozali asal Semarang menjadi viral setelah dilaporkan ia mendapat...
Butuh Pekerja, Australia Kembalikan Biaya Pembuatan Visa Pelajar dan WHV
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja, Pemerintah Australia akan mengembalikan biaya pembu...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI