Ada Penjelasan Kenapa Nama Berpengaruh Pada Pekerjaan dan Pilihan Hidup Kita
Elshinta
Rabu, 24 November 2021 - 12:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ada Penjelasan Kenapa Nama Berpengaruh Pada Pekerjaan dan Pilihan Hidup Kita
ABC.net.au - Ada Penjelasan Kenapa Nama Berpengaruh Pada Pekerjaan dan Pilihan Hidup Kita

Dentista Admirasari sadar kalau namanya tidak biasa, karena sering menimbulkan pertanyaan ketika memperkenalkan diri. Namanya berasal dari kata bahasa Inggris 'dentist', yang artinya dokter gigi.

Nama Dentista muncul di benak kedua orangtuanya dalam waktu relatif singkat, yaitu beberapa saat setelah kelahirannya 21 tahun yang lalu, karena mereka ingin pulang ke rumah dan membawa akte kelahiran.

"Ketika ibu saya memberikan ide nama Dentista, ayah saya setuju," katanya kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"

"Jadi itulah mengapa saya dinamai Dentista, yang berarti anak dari seorang dokter gigi."

"

Dentista saat ini sedang kuliah jurusan kedokteran di Yogyakarta, namun menurutnya pilihan jurusan tersebut tidak ada kaitannya dengan namanya.

"Itu hanya kebetulan," ujarnya.

"Dan pastinya, saya tidak berencana untuk menjadi dokter gigi saat ini."

Kecenderungan menekuni profesi tertentu karena nama

Meski Dentista merasa itu sebuah kebetulan, pakar ilmu saraf Australia Dr Rick van Zwan berpikir sebaliknya.

"

"Teori nominative determinism menyatakan adanya kecenderungan seseorang akan menekuni profesi atau mengambil keputusan hidup tertentu karena namanya," ujarnya.

"

Sebuah penelitian di tahun 2013, misalnya, menemukan orang yang bernama belakang "Brady" memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena bradikardia, atau penyakit denyut jantung lambat.

Sebuah artikel yang diterbitkan tahun 1996 juga mencatat beberapa contoh lain, misalnya dokter spesialis bernama 'Rash' (ruam), dokter spesial reumatologi bernama 'Knee' (lutut), dan psikiater bernama 'Couch' (sofa), karena biasanya pasien duduk di sofa saat mendapat layanan bersama psikiater.

"Contoh yang umum muncul di tengah dokter ahli saraf dan bedah saraf, di mana nama belakang mereka adalah 'Brain' [otak]," katanya.

"Jadi 'Brain' bukanlah nama belakang yang umum, namun dalam profesi sains, nama ini sering terdengar."

Pada intinya, Dr Rick mengatakan manusia secara tidak sadar menyukai hal-hal yang ada hubungannya dengan identitas mereka.

"Harus digarisbawahi bahwa sudah ada penelitian yang menemukan seberapa kuatnya teori nominative determinism ini," ujar Dr Rick dalam program radio Hack.

"Memang tidak sebesar itu pengaruhnya, namun sudah ada bukti hal ini mempengaruhi aspek kehidupan kita. Jadi nominative determinism baru sebuah teori, tapi dasarnya kuat."

Tapi Dr Rick juga mengatakan orang yang tidak menyukai nama mereka cenderung punya kepercayaan diri yang rendah.

"Ada asosiasi antara korteks prefrontal kita, yang berkaitan dengan gambaran soal diri, efikasi diri, dan emosi, sistem limbik, dan hal-hal positif yang kita kaitkan dengan diri sendiri, serta yang menurut kita bermanfaat, dan bagaimana kita cenderung tertarik padanya," katanya.

"Sama halnya bila kita memiliki gambaran diri yang negatif, perasaan negatif pada diri sendiri ... akan membuat apa pun yang terhubung dengan kita ... juga ikut terkesan negatif, sehingga kita cenderung menghindarinya."

Pengaruh nama pada kesempatan kerja dan pergaulan

Menurut Dr Rick, mereka yang memiliki nama tidak biasa atau ejaan berbeda, biasanya punya kemungkinan lebih kecil untuk diterima kerja.

Tapi di saat yang sama, mereka biasanya menemukan jalan mereka sendiri dan akan memiliki karier yang luar biasa.

"Mereka menjadi sutradara film, atau pekerjaan yang tidak sering kita temui sehari-hari," ujarnya.

"Dan yang menarik, tahun ini, penelitian menemukan jika CEO  [direktur eksekutif] yang memiliki nama tidak biasa cenderung memiliki strategi bisnis yang tidak biasa juga."

Aspek lain dari teori tersebut juga membahas "dampak huruf pertama pada nama", yang kemungkinan memengaruhi pergaulan kita.

"

"Kalau nama Anda dimulai dengan huruf A, kemungkinannya lebih besar untuk Anda berteman dengan mereka yang namanya juga dimulai dengan huruf A," katanya.

"

"Kalau saya mendengar orang dengan nama Rick atau Richard, yang mirip dengan nama saya, saya otomatis langsung merasa ada persamaan di antara kami."

Menurutnya, kesamaan ini menjadi titik awal pertemanan.

Tren nama unik tidak hanya di Indonesia

Di Indonesia, nama unik bukan lagi hal yang baru.

Beberapa bulan yang lalu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri meminta agar orangtua tidak menamai anak mereka "Pocong" atau "Kentut" demi masa depan anak-anak mereka.

Sempat viral juga cerita pria bernama Andy Go To School (Andy Pergi ke Sekolah), beserta kedua saudaranya, Happy New Year (Selamat Tahun Baru) dan Rudi A Good Boy (Rudi Anak yang Baik).

Dr Howard Manns, dosen linguistik di Monash University Australia mengatakan tren memberikan nama unik tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di Australia.

"

"Peneliti menemukan orang dari beberapa bagian komunitas Australia memberikan nama dengan ejaan unik pada anaknya dengan harapan sebagai sebuah permulaan baru yang tidak mereka miliki sebelumnya," kata dia.

"

"Misalnya, nama Jackson, tapi bukan menggunakan 'CK', seperti 'Jack' dalam Jackson, melainkan menggunakan 'X'."

Tren yang sama nampaknya muncul di Amerika Serikat, di mana sempat viral seorang perempuan bernama Marijuana Pepsi Vandyck.

Nama tersebut pun menimbulkan beberapa reaksi.

"Banyak orang mengira [ibu saya] suka mengonsumsi marijuana (ganja) dan minum Pepsi," katanya kepada media lokal di Amerika Serikat.

"Di komunitas orang kulit hitam, kami dikenal memiliki nama yang berkaitan dengan kebudayaan."

Jadi apakah lebih baik punya nama biasa?

Menurut Dr Rick, semuanya kembali pada pilihan pribadi.

"Pastinya pilihlah nama yang bermakna, positif, sehingga hal positif ini terbawa dalam kehidupan anak," katanya.

"Ini bukanlah hal sepele."

Dr Howard mengatakan orangtua pada umumnya memilih nama berdasarkan pada nilai-nilai yang mereka pegang.

"Kalau dari perspektif keagamaan, misalnya Islam atau Kristen, biasanya nama berisi doa dan harapan untuk masa depan." ujarnya.

"Menurut saya ikuti kata hati dan berilah nama dengan alasan ini."

Bagi Dentista, namanya sejauh ini tidak membuatnya kesulitan melamar pekerjaan atau berpartisipasi dalam organisasi, dan ia terus berharap akan terus seperti itu.

Namun Dentista memiliki pesan bagi mereka yang memiliki nama tidak biasa, seperti dirinya sendiri.

"

"Menurut saya orangtua kita memberi nama karena alasan yang baik. Jadi kalau diberi nama unik, jangan dianggap beban."

"

Artikel ini sebelumnya diterbitkan dalam bahasa Inggris untuk program radio triple j Hack

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Restoran Indonesia di Australia Terkena Dampak Kekurangan Pekerja Saat Pandemi
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Sejumlah pemilik restoran di Australia melaporkan persaingan dalam mencari pekerja di tengah mening...
Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke menggunakan kuasanya untuk membatalkan visa Novak Djokovic...
Vonis 15 Tahun Penjara Untuk Zulkarnaen, Mantan Komandan Militer Jemaah Islamiyah
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Aris Sumarsono, dikenal sebagai Zulkarnaen, dinyatakan bersalah membantu dan bersekongkol dengan pe...
Daging Ayam Sedang Sulit Ditemukan di Australia? Ini Alasannya
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Daging ayam adalah sumber protein yang paling populer di Australia, tapi mungkin masih akan jarang d...
Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Lembaga regulasi obat-obatan di Australia telah menyetujui vaksin Novavax, juga dua obat yang bisa ...
Terbang dari Jambi ke Kolombia, Pilot Perempuan Ini Pecahkan Rekor Dunia
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Zara Rutherford, perempuan berdarah Inggris dan Belgia, memecahkan rekor menjadi perempuan termuda d...
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setel...
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik s...
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi mel...
Negara-negara Miskin Membuang Jutaan Vaksin COVID karena Hampir Kedaluwarsa
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
UNICEF, salah satu badan PBB, melaporkan negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis va...
InfodariAnda (IdA)