Bangkai Kapal Batavia di Australia Barat Menguak Rahasia Pembuatan Kapal Belanda
Elshinta
Rabu, 24 November 2021 - 12:56 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Bangkai Kapal Batavia di Australia Barat Menguak Rahasia Pembuatan Kapal Belanda
ABC.net.au - Bangkai Kapal Batavia di Australia Barat Menguak Rahasia Pembuatan Kapal Belanda

Bangkai kapal Batavia mengungkap informasi baru tentang pembuat kapal induk perusahaan dagang 'Dutch East India'.

Kapal Batavia tenggelam di lepas pantai Australia Barat di tahun 1629.

Pada tahun 1970-an, kapal ini diangkat dari dasar laut dan sekarang dipajang di Western Australia Maritime Museum di Fremantle, Australia Barat.

Ini adalah satu-satunya kapal abad ke-17 yang masih tersisa dari Perusahaan Hindia Belanda.

Peneliti utama, Profesor Wendy van Duivenvoorde dari Flinders University, mengatakan visi Museum Western Australia mengangkat kapal dari dasar lautan dan melestarikannya telah menciptakan rekor bersejarah internasional bagi studi cincin pohon.

Studi ini bisa menjelaskan hubungan antara iklim dan pertumbuhan pohon untuk merekonstruksi iklim masa lalu.

"

"Kapal Batavia pada dasarnya memegang satu-satunya catatan yang kami miliki saat ini yang dapat memberi informasi tentang apa yang dilakukan Belanda dengan impor kayu mereka," katanya.

"

Dr van Duivenvoorde mengatakan para peneliti dapat mengambil lebih dari 100 sampel dari lambung kayunya.

"Ini benar-benar pohon ek yang bagus yang berusia 300 tahun," katanya.

"

"Menurut saya cincin pohon tertua yang kami temukan di papan badan kapal berasal dari pohon yang mulai tumbuh pada tahun 1342, dan kerangkanya saya pikir dari tahun 1340 atau lebih."

"

Dia mengatakan kapal seperti Batavia dibuat menggunakan setidaknya 700 pohon.

Dr van Duivenvoorde mengatakan pembuat kapal utama tahun 1600-an sangat selektif dalam menggunakan kayu, dengan kayu ek Baltik yang lebih disukai untuk lambung kapal, yang berada di bawah permukaan air.

"Ini adalah kayu yang sangat bagus dan dapat melindungi kargo dengan sangat baik serta membuat kapal bawah air yang sangat kuat," katanya.

"Di atas permukaan air, kami melihat bahwa sebagian besar kayu berasal dari Jerman, dan itu adalah jenis kayu yang berbeda ... masih jenis pohon yang tumbuh dalam waktu lama, tetapi jenis kayu ek dengan kualitas yang berbeda.

"Terutama kayu Saxony dan Lubeck [ek] yang kami temukan di sana."

Penelitian terus berlanjut di kapal karam lain di lepas pantai WA, Naga Gilt, yang ditemukan pada tahun 1963.

Makalah penelitian lengkapnya dapat dibaca di sini.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Restoran Indonesia di Australia Terkena Dampak Kekurangan Pekerja Saat Pandemi
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Sejumlah pemilik restoran di Australia melaporkan persaingan dalam mencari pekerja di tengah mening...
Menteri Imigrasi Australia Memutuskan Untuk Batalkan Visa Novak Djokovic
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Menteri Imigrasi Australia, Alex Hawke menggunakan kuasanya untuk membatalkan visa Novak Djokovic...
Vonis 15 Tahun Penjara Untuk Zulkarnaen, Mantan Komandan Militer Jemaah Islamiyah
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Aris Sumarsono, dikenal sebagai Zulkarnaen, dinyatakan bersalah membantu dan bersekongkol dengan pe...
Daging Ayam Sedang Sulit Ditemukan di Australia? Ini Alasannya
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Daging ayam adalah sumber protein yang paling populer di Australia, tapi mungkin masih akan jarang d...
Australia Menyetujui Penggunaan Vaksin Novavax Serta Obat COVID
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Lembaga regulasi obat-obatan di Australia telah menyetujui vaksin Novavax, juga dua obat yang bisa ...
Terbang dari Jambi ke Kolombia, Pilot Perempuan Ini Pecahkan Rekor Dunia
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:56 WIB
Zara Rutherford, perempuan berdarah Inggris dan Belgia, memecahkan rekor menjadi perempuan termuda d...
Djokovic Sudah Meninggalkan Australia, Kecewa Tapi Hormati Keputusan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Novak Djokovic, petenis nomor satu dunia, sudah meninggalkan Australia kemarin malam (16/01) setel...
Perempuan di China Ini Terjebak dalam Kencan Buta Saat Lockdown Diumumkan
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Begitu 'lockdown' mendadak diumumkan di kota Zengzhou, Wang terjebak di apartemen milik s...
Bagaimana Gunung di Tonga Meletus dan Menyebabkan Ada Peringatan Tsunami
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
Seberapa besar kerusakan akibat gunung berapi di Tonga masih belum diketahui secara pasti, tapi mel...
Negara-negara Miskin Membuang Jutaan Vaksin COVID karena Hampir Kedaluwarsa
Kamis, 20 Januari 2022 - 09:41 WIB
UNICEF, salah satu badan PBB, melaporkan negara-negara miskin menolak lebih dari 100 juta dosis va...
InfodariAnda (IdA)