Polisi Berlin Minta Maaf Usai Berlatih Fisik di Tugu Holocaust
Elshinta
Kamis, 18 November 2021 - 11:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Polisi Berlin Minta Maaf Usai Berlatih Fisik di Tugu Holocaust
DW.com - Polisi Berlin Minta Maaf Usai Berlatih Fisik di Tugu Holocaust

Kepala Kepolisian Berlin, Barbara Slowik, mengecam perilaku anak buahnya yang menggunakan Tugu Peringatan Holocaust sebagai alas untuk latihan kebugaran. Insiden tersebut tertangkap dalam sebuah foto yang kemudian dipublikasikan oleh harian, Berliner Zeitung.

"Perilaku kolega-kolega kami ini mengabaikan arti dan nilai tugu peringatan, serta tidak sesuai dengan sikap hormat yang seharusnya ditunjukkan oleh Kepolisian Berlin," kata Slowik, Selasa (2/11). "Bagi saya, perilaku ini juga mencederai ingatan terhadap mereka yang dibantai."

Aparat yang terlibat sedang bertugas mengawasi aksi demonstrasi di kompleks gedung pemerintahan di Berlin yang berada di dekat Tugu Peringatan Holocaust. Dalam foto yang beredar, terlihat sejumlah aparat berseragam lengkap melakukan push-up di atas tugu sembari memanggul senjata.

Monumen karya arsitek Inggris, Peter Eisenman, itu dibangun untuk memperingati sekitar enam juta warga Yahudi yang dibantai oleh Nazi Jerman. Tugu didesain untuk menampung lebih dari 2.700 kubus beton dengan tinggi bervariasi yang berjejer beraturan. Melaluinya, Eisenman ingin menggugat "sistem teratur dan rasional" oleh Nazi Jerman yang berkembang terlalu besar dan akhirnya kehilangan "sentuhan dengan realita kemanusiaan."

Menurut aturan, pengunjung dilarang berlari, membuat kebisingan, melompat di antara blok beton, atau merokok dan mengkonsumsi alkohol. Wisatawan atau warga kota biasanya memenuhi tugu peringatan untuk berjemur atau berpiknik.

Kepala Kepolisian Berlin, Slowik, menegaskan dirinya sudah "memberikan peringatan jelas" kepada aparatnya bawah Tugu Peringatan Holocaust adalah "tempat untuk mengingat dan mengenang." Dia berjanji melakukan investigasi internal untuk mendalami motif aparat yang terlibat.

Kepolisian Jerman belakangan terdesak oleh tuduhan ekstremisme kanan yang berkembang di antara anggotanya. Dalam beberapa kasus, ratusan polisi diciduk setelah kedapatan terlibat dalam sebuah jejaring ilegal ekstrem kanan di Jerman. Sasaran mereka selain warga Yahudi, juga minoritas Muslim.

Atas insiden di Berlin, Serikat Kepolisian Jerman, GdP, juga melayangkan permintaan maaf, sembari menyerukan "konsekuensi" bagi aparat yang terlibat. "Tugu Holocaust bukan tempat bermain. Tindakan mereka secara gamblang menghina pembantaian terhadap jutaan orang, dan menginjak-injak nilai-nilai Kepolisian Berlin," tulis GdP dalam keterang persnya, Selasa (2/11).

rzn/vlz (dpa)



Kepolisian Berlin di Jerman meminta maaf usai aparat kedapatan menggunakan Tugu Peringatan Holocaust untuk latihan fisik. Perilaku mereka dinilai "mencederai" ingatan terhadap korban pembantaian Nazi Jerman.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Minta Keluarga Diplomat Tinggalkan Kiev
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:13 WIB
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan pada hari Minggu (23/01) bahwa kerabat dan ke...
Eropa-AS: Rusia Hadapi Konsekuensi Berat Jika Invasi Ukraina
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:13 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Senin (24/01) mengatakan bahwa sekutu Barat sepakat m...
Ratusan Pengurus Gereja Katolik Jerman Mengaku LGBT, Tuntut Pengakuan Hak
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:13 WIB
Gereja Katolik Roma di Jerman pada Minggu (23/01) menghadapi seruan baru untuk perlindungan yang leb...
Pelanggaran HAM Hambat Pemberantasan Korupsi di Dunia
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:13 WIB
Kesimpulan tersebut tercantum dalam Indeks Persepsi Korupsi 2021 yang dirilis organisasi antikorupsi...
Perjanjian Ekstradisi Akhiri Polemik Area Militer Antara Singapura dan Indonesia
Rabu, 26 Januari 2022 - 10:13 WIB
Serangkaian kesepakatan di bidang hukum, pertahanan dan diplomasi yang diratifikasi Indonesia dan Si...
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam di Era PM Netanyahu
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Kabinet Israel pada hari Minggu (23/01) menyetujui pembentukan komisi penyelidikan negara untuk meny...
Kanselir Jerman Olaf Scholz Mengincar Diberlakukannya Mandat Vaksin COVID-19
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Minggu (23/01) bahwa ...
ISIS Duduki Penjara Teroris di Suriah Kurdi
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Sejumlah tersangka dikabarkan berhasil melarikan diri, sejak seratusan gerilyawan ISIS menduduki pen...
Jerman Sumbang Lagi Alat Medis dan Lebih 9 Juta Dosis Vaksin Covid
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Sejak Desember 2021, pemerintah Jerman telah mengirimkan sumbangan vaksin Covid-19 produksi BioNTech...
Ramos-Horta Calonkan Diri Pada Pilpres Timor Leste
Selasa, 25 Januari 2022 - 10:15 WIB
Dua puluh tahun setelah memimpin kemerdekaan melawan Indonesia, Jose Ramos-Horta kembali merasa terp...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI