Biden: Terlalu Dini Buat Komitmen Untuk Naikan Tarif AS atas Barang-Barang China
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Biden: Terlalu Dini Buat Komitmen Untuk Naikan Tarif AS atas Barang-Barang China
VOA Indonesia - Biden: Terlalu Dini Buat Komitmen Untuk Naikan Tarif AS atas Barang-Barang China
Presiden Amerika Joe Biden pada Rabu (19/1) mengatakan terlalu dini untuk membuat komitmen menaikkan tarif Amerika atas barang-barang China, tetapi kepala tim perunding isu perdagangannya, Katherine Tai, sedang menangani masalah ini. “Saya ingin dapat berada di posisi di mana saya bisa mengatakan mereka telah memenuhi komitmen mereka, atau memenuhi lebih dari komitmen mereka, dan dapat mencabut sebagian (tarif), tetapi kita belum sampai kesana,” ujar Biden dalam konferensi pers di Gedung Putih.  Ia merujuk pada komitmen China berdasarkan kesepakatan perdagangan tahap pertama yang telah ditandatangani oleh pendahulunya, Donald Trump. Berdasarkan perjanjian perdagangan tahap satu – yang berjangka waktu dua tahun – China telah gagal memenuhi komitmennya untuk membeli tambahan barang dan jasa Amerika bernilai $200 miliar selama 2020-2021, dan masih belum jelas bagaimana mengatasi kekurangan itu. Menurut data di Peterson Institute for International Economics, pembelian barang dan jasa Amerika oleh China hingga November lalu baru mencapai 60 persen dari target. Biro Sensus Amerika diperkirakan baru akan merilis data bulan Desember lalu pada minggu depan. Biden mengatakan ia menyadari bahwa beberapa kelompok bisnis menuntutnya untuk mulai mengurangi tarif yang sebelumnya dikenakan pemerintahan Trump pada impor barang-barang China yang bernilai ratusan miliar dolar. Tai sedang menyelesaikan isu ini. Namun Biden mengatakan melihat kegagalan China meningkatkan pembelian itu, terlalu dini untuk memajukan isu tersebut. China pekan lalu mengatakan pihaknya berharap Amerika dapat menciptakan kondisi untuk memperluas kerjasama perdagangannya. [em/rs]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandid...
AS, Korsel Isyaratkan Peningkatan Kapabilitas Militer Terhadap Korut
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengisyaratkan peni...
Korban Tewas Runtuhnya Terowongan Kashmir Tambah Jadi 9
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Sejumlah pejabat mengatakan bahwa petugas penyelamat menemukan jenazah delapan pekerja di wilayah Ka...
AS Antisipasi Penjatahan Vaksin COVID Tanpa Penambahan Anggaran
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Gedung Putih merencanakan sejumlah langkah untuk menghadapi apa yang disebutnya "kondisi gawat tidak...
Rusia Klaim Menang di Mariupol Picu Keprihatinan Nasib Tahanan Perang
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Klaim Rusia bahwa pihaknya sudah berhasil merebut pabrik baja di Mariupol yang selama ini menjadi la...
Rusia: 963 Orang Amerika Dilarang Masuk
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Rusia mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa pihaknya sejauh ini melarang 963 orang Amerika Serikat (AS)...
Pasukan Terakhir Ukraina di Mariupol
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Pasukan Ukraina yang bertekad untuk mempertahankan pabrik baja sampai titik darah terakhir di Mariup...
Tornado Hantam Jerman, 40 Orang Cedera
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Badan cuaca Jerman mengatakan sebuah badai yang menyapu melintasi Jerman telah menimbulkan tiga torn...
Makin Banyak Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Belanda
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Otoritas kesehatan Belanda mengumumkan lebih banyak ditemukanya kasus cacar monyet (monkeypox) pada ...
Setelah Hengkang, Bisnis Barat Kembali ke Rusia Melalui Merek Baru
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Restoran waralaba cepat saji McDonalds Corp menjual restorannya di Rusia kepada salah satu pemegang ...
InfodariAnda (IdA)