Laporan Pelecehan Seksual di Keuskupan Utama Jerman akan Dirilis
Elshinta
Jumat, 21 Januari 2022 - 09:58 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Laporan Pelecehan Seksual di Keuskupan Utama Jerman akan Dirilis
VOA Indonesia - Laporan Pelecehan Seksual di Keuskupan Utama Jerman akan Dirilis
Sebuah laporan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang penanganan Gereja Katolik atas kasus-kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor dan sejumlah pejabat gereja lainnya di Keuskupan Agung Munich,  Jerman, akan segera dirilis. Keuskupan agung  yang pernah dipimpin oleh Paus Benediktus XVI yang kini sudah pensiun tersebut, meminta laporan itu dari firma hukum Westpfahl Spilker Wastl hampir dua tahun lalu, dengan mandat untuk menyelidiki pelecehan yang terjadi antara 1945 dan 2019 dan apakah para pejabat gereja di sana menangani tuduhan-tuduhan itu dengan benar. Keuskupan agung, yang uskup agungnya saat ini adalah mitra dekat Paus Fransiskus, dan firma hukum tersebut mengatakan bahwa para pejabat tinggi gereja itu belum diberitahu tentang hasilnya sebelum diterbitkan. Uskup Agung Munich, Kardinal Reinhard Marx, hingga saat ini tidak dinyatakan terlibat dalam kesalahan apa pun. Namun tahun lalu, ia menawarkan untuk mengundurkan diri atas kesalahan Gereja Katolik  itu dalam menangani kasus-kasus pelecehan seksual,  dan menyatakan bahwa skandal itu telah membawa gereja itu ke jalan buntu. Fransiskus dengan cepat menolak tawaran itu tetapi mengatakan proses reformasi diperlukan dan bahwa setiap uskup harus bertanggung jawab atas “bencana krisis pelecehan itu. Sebuah laporan  menyimpulkan pada tahun 2018 setidaknya 3.677 orang pernah dilecehkan oleh pastor dan pejabat gereja lainnya di Jerman antara tahun 1946 dan 2014. Lebih dari separuh korban berusia 13 tahun atau lebih muda, dan hampir sepertiga dari mereka pernah bertugas sebagai putra altar. [ab/uh]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Presiden Ukraina Tolak Usulan Prancis terkait Keanggotan Uni Eropa
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa Ukraina harus menjadi kandid...
AS, Korsel Isyaratkan Peningkatan Kapabilitas Militer Terhadap Korut
Senin, 23 Mei 2022 - 10:04 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengisyaratkan peni...
Korban Tewas Runtuhnya Terowongan Kashmir Tambah Jadi 9
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Sejumlah pejabat mengatakan bahwa petugas penyelamat menemukan jenazah delapan pekerja di wilayah Ka...
AS Antisipasi Penjatahan Vaksin COVID Tanpa Penambahan Anggaran
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Gedung Putih merencanakan sejumlah langkah untuk menghadapi apa yang disebutnya "kondisi gawat tidak...
Rusia Klaim Menang di Mariupol Picu Keprihatinan Nasib Tahanan Perang
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Klaim Rusia bahwa pihaknya sudah berhasil merebut pabrik baja di Mariupol yang selama ini menjadi la...
Rusia: 963 Orang Amerika Dilarang Masuk
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Rusia mengatakan pada Sabtu (21/5) bahwa pihaknya sejauh ini melarang 963 orang Amerika Serikat (AS)...
Pasukan Terakhir Ukraina di Mariupol
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Pasukan Ukraina yang bertekad untuk mempertahankan pabrik baja sampai titik darah terakhir di Mariup...
Tornado Hantam Jerman, 40 Orang Cedera
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Badan cuaca Jerman mengatakan sebuah badai yang menyapu melintasi Jerman telah menimbulkan tiga torn...
Makin Banyak Kasus Cacar Monyet Ditemukan di Belanda
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Otoritas kesehatan Belanda mengumumkan lebih banyak ditemukanya kasus cacar monyet (monkeypox) pada ...
Setelah Hengkang, Bisnis Barat Kembali ke Rusia Melalui Merek Baru
Senin, 23 Mei 2022 - 10:03 WIB
Restoran waralaba cepat saji McDonalds Corp menjual restorannya di Rusia kepada salah satu pemegang ...
InfodariAnda (IdA)